Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Level Lima Alam Maut


__ADS_3

Jixi lansung menangkap tangan Xhin, kemudian berdiri dengan menarik tangan Xhin untuk membantunya bangun.


"Ayo... Kita sudah ketinggalan jauh" ucap Xhin sambil menatap Jixi lalu dia mengarahkan pandangannya ke arah mereka semua.


Setelah itu mereka lansung melesat pergi menuju ke ujung lembah kabut ungu, karena untuk menyelesaikan tantangan level empat mereka harus melewati lembah kabut ungu karena hanya jalan itu rute tercepat untuk menuju ke bagian akhir level empat.


Dalam perjalanan mereka juga menemukan banyak sekali beast monster tingkat Kaisar ke bawah, akan tetapi hanya butuh satu kebasan tangan bagi Xhin untuk membelah tubuh beast monster menggunakan pisau terbang.


kemudian dengan sangat cepat dia menyimpan monster inti beast monster, tanpa perlu berhenti untuk mengambil inti beast.


Di level keempat perlombaan alam maut, Xhin berhasil mengumpulkan ribuan inti beast monster tingkat Kaisar Dewa kebawah, Xhin juga membagikan kepada teman-temannya.


Lama melesat di atas tanah, kini mereka tiba di sebuah reruntuhan bangunan kuno, mereka dapat melihat dengan jelas sebuah altar dan di atas altar itu terdapat sebuah portal untuk berpindah ke level berikutnya.


Tidak menunggu lama satu persatu dari mereka masuk ke dalam portal dan lansung berpindah ke level berikutnya yaitu level ke-lima.


Di level lima ini mereka tiba di sebuah Padang pasir yang sangat gersang, Xhin dan Shan Dro lansung membuka peta untuk melihat arah tujuan ke tempat akhir dari perlombaan Alam Maut Level Lima.


"Xhin... Kita harus mencapai sungai ini untuk menyelesaikan tantangan ini" ucap Shan Dro.


Xhin hanya membalas dengan anggukan kepala, setelah itu mereka semua lansung terbang melesat menuju ke sungai di padang pasir tersebut.


Saat mereka semua sedang terbang, tanpa di sangka mereka seperti kembali ke tempat yang sama, akan tetapi mereka tidak menyadarinya.


Hampir dua jam mereka melesat terbang, tetapi tidak kunjung sampai ke sungai di Padang gurun tempat tujuan mereka.


Saat sedang terbang, mata Xhin tertuju pada sebuah kerangka manusia yang berada di atas pasir gurun.


Xhin hanya melihatnya sekilas karena kecepatan terbang mereka sangat cepat, beberapa saat kemudian Xhin kembali melihat kerangka yang sama.


Kejadian tersebut terus terjadi berulang-ulang, sampai Xhin menyadari ada sesuatu yang aneh.


"Berhenti" ucap Xhin menghentikan mereka semua.


"Kenapa Xhin, bukannya kita harus cepat-cepat menuju ke sungai" ucap Jin Ton.


"Apakah kalian menyadarinya atau tidak, kita sedari tadi hanya berputar-putar di tempat ini, sejauh kita terbang kita akan kembali ke tempat ini ulang" ucap Xhin.


"Yang di katakan Xhin sangat benar, aku juga merasakan hal yang sama sejam yang lalu" ucap Yeu Fan.


"Aku juga merasakannya, tetapi aku berpikir ini mungkin jebakan" ucap Shan Dro.

__ADS_1


"Kalian diam di sini terus perhatikan" ucap Xhin.


"Apa yang akan kamu lakukan" tanya Chi Cheng.


"Kalian diam saja dan tunggu di sini" ucap Xhin melesat pergi.


Setengah jam menunggu, kini mereka semua mendapati Xhin datang dari arah belakang mereka, padahal tadi Xhin pergi ke arah depan mereka.


"Benarkan... Kita dari tadi hanya berputar-putar di tempat ini" ucap Xhin.


"Tunggu... Aku akan mencobanya" ucap Chi Cheng.


Chi Cheng kemudian terbang melesat ke arah depan mereka, yang tidak lain arah menuju ke sungai Padang pasir.


Akan tetapi sejam kemudian Chi Cheng melihat teman-teman berada di depannya, padahal dia tadi pergi ke dari arah depannya.


"Biar aku yang mencobanya" ucap Jin Ton.


Jin Ton lansung terbang melesat menuju ke arah sungai di Padang gurun, akan tetapi sejam kemudian dia datang dari arah yang sama.


Saru persatu dari mereka terus mencoba, tetapi hasil yang mereka dapatkan sama yaitu kembali ke tempat mereka semula.


"Kita terjebak di tempat ini, apa mungkin untuk menuju ke sungai itu kita harus melakukan dengan berjalan kaki" ucap Shan Dro.


"Bisa jadi begitu" ucap Jixi.


Mereka semua kemudian melesat turun ke bawah untuk berjalan kaki, mereka lansung berjalan menuju ke arah sungai di Padang gurun.


berjam-jam berjalan kaki akan tetapi mereka tidak kembali ke tempat sebelumnya, jauh berjalan kini daratan tersebut tidak lagi disinari oleh matahari, karena malam telah tiba dan mereka memilih untuk beristirahat.


Dengan elemen tanah, Xhin memunculkan sebuah arena seperti panggung yang sangat besar di tengah Padang pasir untuk beristirahat.


Xhin juga membuat meja dan kursi dari elemen tanah, setelah itu mereka memanggang beberapa daging beast monster tingkat Kaisar Dewa yang Xhin bunuh.


Sedangkan Xhin mengeluarkan Pipe miliknya dan juga segumpal Weed, Xhin lalu memasukkan Weed kedalam Pipe miliknya itu.


Sisah Weed kembali di simpan ke dalam dunia Verden, dengan memunculkan api kecil di ujung jarinya Xhin lansung menyalakan Pipe miliknya.


Fhuu... Hfuuu...


Xhin menikmati setiap tarikan asap yang masuk ke tubuhnya, saat keasikan merokok tiba-tiba Chi Cheng datang kepadanya.

__ADS_1


"Xhin... Apa yang kamu pegang itu, dan juga aku lihat kamu mengeluarkan asap dari mulutmu setelah kamu mengisap itu" ucap Chi Cheng bertanya.


"Oh... Ini adalah rokok, tapi bukan dari tembakau tetapi dari daun ganja" ucap Xhin kepada Chi Cheng.


"Rokok? Apa itu rokok? Dan juga apa itu tembakau dan daun ganja" tanya Chi Cheng karena baru pernah mendengar tentang rokok.


"Rokok berasal dari tempat asalku, di sana hampir setiap orang menikmatinya, tapi yang menggunakan tembakau bukan daun ganja, karena daun ganja sangat dilarang dan jika kedapatan maka kamu akan dihukum oleh pihak berwenang, setiap laki-laki di tempatku tahu akan hal ini dan bahkan anak kecil pun ikut menikmatinya walaupun mereka belum cukup umur" ucap Xhin bercerita.


"Apakah anak kecil dilarang untuk menggunakan ini" ucap Chi Cheng menunjuk Pipe di tangan Xhin.


Fhuu... Hfuuu...


Xhin kembali menarik Pipe lalu menyumburkan asap lewat hidungnya.


"Benar... Anak kecil di bawah usia 18 tahun dilarang merokok, bukan tetapi di bawah usia 21 tahun kebawah di larang merokok, karena merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin" jelas Xhin saat dia mengingat larangan yang terdapat pada setiap bungkus rokok sewaktu di bumi.


"Kanker? Apa itu kanker? Aku dari tadi tidak mengerti apa yang kamu jelaskan" ucap Chi Cheng yang merasa asing dengan kata-kata yang di ucapkan Xhin.


"Kanker itu sebuah penyakit, kalau kamu terkena kanker kamu akan mati, mau hidup pun kamu harus memiliki uang yang banyak untuk operasi atau kemoterapi" jawab Xhin.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG... (: ^^^


__ADS_2