Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Alam Maut Level Empat


__ADS_3

Akibat dari tindakan Xhin tersebut, terciptalah sebuah daratan es yang sangat luas, tempat itu yang tadinya sangat panas kini menjadi sejuk.


Yeu Fan mulai berpikir seberapa kuat Xhin yang sebenarnya, karena menurut Yeu Fan lautan lava yang sangat luas bisa Xhin bekukan dengan sangat mudah.


hal itu tentu saja tidak bisa dilakukan oleh seorang kultivator setingkat mereka, bukan hanya Yeu Fan, melainkan semua orang berpikir demikian.


kekuatan Xhin masih sangat misterius dan belum diketahui sepenuhnya oleh mereka semua, tetapi mereka terus melihat satu persatu kekuatan Xhin seiring dengan perjalanan mereka.


"Hei... Jangan bengong saja, ayo kita pergi, aku juga hampir kehabisan energi spirit" ucap Xhin lalu melompat ke pijakan berikutnya.


Melihat Xhin sudah bergerak, mereka semua satu persatu maju mengikuti belakang Xhin.


Saat mereka tiba di lingkaran terakhir Xhin lalu mengebaskan, Seketika lapisan es tebal yang membekukan tempat tersebut lansung menghilang dalam sekejap, dan lautan lava panas kembali muncul seolah tidak pernah dibekukan sebelumnya.


"Jangan tanya apa yang aku lakukan, aku bukan orang bodoh yang mau melihat Tim musuh dapat menyelesaikan tantangan ini dengan mudah akibat perbuatan yang aku lakukan" jelas Xhin karena teman-temannya menatap dia secara bersamaan.


Setelah itu mereka semua lansung berjalan memasuki portal ke level berikutnya yaitu level empat.


satu persatu dari mereka memasuki portal itu dan menghilang berpindah ke level empat, saat ini mereka muncul di depan sebuah lembah.


Dari tempat mereka berdiri terlihat di dalam lembah tersebut dipenuhi dengan kabut ungu yang sangat tebal.


Untuk beberapa saat mereka semua lansung saling pandang saat melihat kabut tebal tersebut.


Dapat dipastikan kalau kabut tebal tersebut adalah racun, karena level keempat dari perlobahan alam maut yaitu melewati lembah kabut beracun.


tidak diketahui apa di dalam kabut beracun itu terdapat beast monster atau tidak, tetapi dapat dipastikan tidak ada makhluk hidup yang mampu bertahan di dalam lembah berkabut tersebut.


karena dilihat dari tanah di lembah kabut beracun tidak berwarna hitam atau berwarna seperti warnah tanah pada umumnya, tetapi berwarna ungu.


Warna ungu pada tanah menandakan kalau racun sudah menyebar ke seluruh tempat tersebut, bahkan tanah yang akan mereka lewati saja dapat dipastikan sangat berbahaya.


Bahkan pepohonan yang berada di depan mereka juga telah kering akibat terkontaminasi oleh racun di tempat tersebut.


"Apakah ada di antara kalian yang memiliki cara yang lebih baik" ucap Yeu Fan sambil menatap mereka satu persatu.


"Tubuhku kebal terhadap segala jenis racun, tapi aku tahu kalian tidak jadi aku mempunyai cara yang paling bagus" ucap Xhin.


"Apakah ada cara untuk kita melewati lembah ini" ucap Shan Dro.

__ADS_1


"Tunggu sebentar" ucap Xhin lalu membentuk segel tangan dengan sangat cepat.


"Hukum Ruang" seketika tercipta pelindung berlapis di tubuh kesembilan orang teman Xhin.


"Ayo kita pergi, kalian tidak usah takut, karena pelindung ruang yang aku buat tidak dapat ditembus oleh kabut beracun itu" ucap Xhin.


"Xhin, apakah kamu yakin? Ini soal nyawa loh!" Ucap Chi Cheng yang mulai ketakutan saat mendengar ucapan Xhin.


"Apakah selama ini kalian pernah melihat aku bercanda" balas Xhin dengan raut wajah serius, Xhin lalu melangkahkan kakinya memasuki lembah kabut beracun.


Melihat Xhin berjalan memasuki kabut beracun mereka semua sempat ragu untuk mengikutinya, akan tetapi Shan Dro tanpa berbicara sepatah kata pun lansung mengikuti Xhin dari belakang.


Melihat Shan Dro yang mengikuti Xhin memasuki kabut ungu beracun, mereka semua lansung melangkahkan kaki mereka mengikuti Shan Dro dan Xhin.


Saat memasuki kabut ungu beracun, terlihat banyak sekali tulang belulang beast monster di tempat tersebut.


Mereka terus berjalan memasuki kedalaman lembah kabut ungu, saat sedang berjalan Xhin merasakan adanya kehadiran beast monster dari dalam kabut.


Xhin lalu mengaktifkan pengelihatan Naga, saat penglihatan naga diaktifkan Xhin seketika terkejut dengan apa yang dia lihat.


Saat mengaktifkan pengelihatan Naga, Xhin begitu terkejut dengan apa yang dia lihat, dia tidak menyangka kalau masih ada hewan yang dapat bertahan hidup di dalam kabut beracun.


Burung tersebut memiliki paruh yang sangat besar, dengan belakang kepalanya yang meruncing tajam ke belakang.


"Burung itu bukannya burung... Esh... aku lupa namanya" batin Xhin berusaha mengingat burung purba yang telah punah di bumi.


Pteranodon!! Bagiamana bisa ada hewan itu di dunia ini... Dan juga kenapa hewan purba itu bisa hidup di dalam kabut beracun ini" ucap Xhin membuat semua orang lansung menatapnya.


"Kenapa Xhin, apakah ada sesuatu yang salah" ucap Shan Dro.


"Iyaa... Ada masalah kecil di sini, di depan kita terdapat beberapa beast monster yang aku baru pernah melihatnya, hanya berada di tingkat dewa putih.. jadi tidak mengancamnya nyawa kita" jelas Xhin.


Mereka semua kembali berjalan perlahan-lahan agar tidak menggangu beast monster Pteranodon, sebenarnya mereka bisa mengalahkan beast monster Pteranodon dengan mudah tetapi mereka hanya ingin lewat dan membiarkan beast monster Pteranodon menghalangi para peserta lain yang sedang menuju ke tempat akhir level keempat.


walaupun mereka ingin menghabisi Beast Monster itu, tetapi jika bertarung di dalam kabut beracun maka tingkat keberhasilan mereka sangat kecil.


beast monster Pteranodon bisa bergerak dengan bebas di dalam kabut beracun, sedangkan mereka tidak sebebas itu di dalam kabut beracun.


jarak pandang mereka sangat terbatas dan jika mereka bertarung dapat dipastikan pelindung ruang akan hancur dan itu sangat berbahaya bagi mereka semua kecuali Xhin memang tubuhnya kebal terhadap racun.

__ADS_1


Xhin juga tidak ingin mereka yang selalu membersihkan jalan bagi tim lain yang hanya ingin bersenang-senang, saat mereka sedang sibuk berperang.


Saat berjalan menelusuri kembali kabut beracun, Xhin dan lainnya merasakan kehadiran beast monster yang sangat kuat.


ROOOAAARR!!!


Angin seketika berhembus kencang dan kabut ungu semakin tebal hingga jarak pandang mereka sangat terbatas.


"Beast monster jenis apa itu... Hanya mendengar teriakannya saja mampu mengintimidasi ku" ucap Yeu Fan ketakutan dengan lutut yang bergetar.


Kwuukk!!


Kwuukk!!


Terdengar suara kepakan sayap dari beast monster tersebut yang entah dari arah mana, karena suara kepakan sayap terus terdengar dari segala arah dan sangat besar.


"Jika bertarung di tengah kabut seperti ini... yang lain pasti bisa terkena serangan nyasar, aku harus berbuat sesuatu" batin Xhin berpikir keras.


Xhin langsung membentuk sebuah segel tangan dengan sangat cepat, dia ingin membuat tornado untuk menghilangkan kabut beracun yang menghalangi jarak pandang mereka.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2