Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Memusnahkan Seluruh Pasukan Ras Orc


__ADS_3

"Eh... Tuan muda seperti itu sangatlah mustahil.... tuan bisa berubah seperti itu karena tuan telah mewarisi darah Raja Naga dan Raja Phoenix, itupun harus membentuk ulang tubuh jadi itu sangat mustahil, tuan muda" jelas Kiko.


...****************...


Di Medan Pertempuran.


Mao Le dan Long Ju sedang bertempur habis-habisan dengan para perajurit melawan pasukan orc, walaupun telah berada di puncak Immortal Emperor, keduanya terlihat sangat kesulitan menghadapi jumlah musuh yang jumlahnya 10x lebih banyak dari jumlah mereka.


Pasukan ras orc terlihat unggul dalam jumlah, mereka juga sangat kuat karena memiliki tubuh fisik yang lebih kuat dari ras manusia walaupun berada di tingkatan yang sama.


Pasukan orc hijau sangat mendominasi medan pertempuran, pasukan manusia di bantai dengan kejam oleh mereka, bahkan empat orang kultivator manusia dapat dijatuhkan dengan mudah oleh seorang prajurit ras orc.


Jadi dapat dilihat kalau para pasukan ras orc sangat unggul di dalam pertempuran karena mereka memiliki tubuh fisik yang sangat kuat dan daya hancur yang di sebabkan oleh mereka sangatlah mengerikan, wajar saja pasukan ras manusia tidak mampu berharapan dengan mereka.


Padasarnya ras orc sudah di anugerahi dengan tubuh yang keras sejak lahir tanpa melakukan pelatihan sekalipun, berbeda dengan manusia yang harus dilatih dulu dengan sekuat tenaga dan biaya, karena itulah mereka sangat mendominasi Medan perang.


Mao Le yang sedang bertempur tiba-tiba perhatian dia teralihkan, matanya menangkap keberadaan kultivator kuat yang sedang menyusul ke Medan pertempuran, Mao Le dapat melihat ada yang terbang menuju ke arah mereka, tetapi karena mereka datang dari arah pasukan orc, jadi tidak menutup kemungkinan kalau itu pasukan ras bantuan dari ras orc.


"MUNDUR-MUNDUR!!! MUSUH MEMILIKI BANTUAN YANG SANGAT KUAT!! TARIK BALIK KE DALAM BENTENG, KITA GUNAKAN STRATEGI PERTEMPURAN JARAK JAUH!!" teriak Mao Le.


Pasukan yang sedang bertempur lansung berusaha menarik diri dari tengah pertempuran setelah mendengar perintah dari Mao Le, Mao Le melihat Long Ju melesat dengan cepat ke arahnya sambil menyeret pedangnya di atas tanah.


"Langkah Bayangan"


"Teknik Pedang Elang Hitam, Tebasan Cakar Elang"


Slash!!!


Slash!!!


Seketika darah menyembur keluar dari tubuh salah satu orc yang berniat menyerang Mao Le.


Saat Mao Le melihat ke belakang, dia terkejut mengetahui kalau Long Ju menebas prajurit orc yang hendak menyerangnya dari belakang.


"Kemampuanmu kini telah meningkatkan jauh adik Ju" ucap Mao Le.


"Jangan senang dulu kakak Le, itu.. bala bantuan dari ras orc masih terbang ke arah sini, lebih baik kita mundur sekarang" ucap Long Ju menunjuk ke arah dua orang yang mereka lihat dari kejauhan sedang terbang ke arah mereka.


"Ayok kita cepat Pergi" ucap Mao Le.


"Kita berdua lebih baik pancing mereka ke Zona Kematian!!" teriak Long Ju memberi usul.


"Ayok... dengan jebakan dan racun bertebaran dimana-mana aku yakin dapat menghambat mereka" ucap Mao Le.


Pasukan Ras manusia yang masih hidup telah menarik diri dari medan perang, Mao Le dan Long Ju lansung terbang melesat meninggalkan Medan perang.


Melihat pasukan Ras manusia telah kabur meninggalkan Medan pertempuran, pasukan orc tidak tinggal diam, mereka melesat mengejar pasukan ras manusia.


Karena orang kuat di pihak ras manusia cuman terlihat dua orang, pasukan ras org semuanya kini terpisah menjadi dua bagian saat melakukan pengejaran.


Mao Le dan Long Ju mengetahui letak jebakan, Jimat Peledak dan jebakan beracun, jadi mereka sengaja memancing musuh ke tempat yang mereka sebut sebagai Zona Kematian tersebut.


setelah memasuki barisan pepohonan yang disebut zona kematian, mereka berdua tidak berani terbang karena terdapat banyak sekali Jimat Peledak yang bertebaran di dedaunan pohon.


BOOM!!!


BOOM!!

__ADS_1


BOOMM!!


Arrhhkkk!!!


arrhhkkk!!!


Mereka berada terus melesat semakin jauh memasuki wilayah Zona Kematian, tetapi tidak berselang lama kini terdengar Surasa ledakan beruntun, mereka juga mendengar suara jeritan keras dari prajurit ras orc yang terkena jebakan.


Kabut racun telah menyebabkan ke mana-mana, keduanya terus melesat menuju jalan keluar dari zona kematian.


...****************...


"Zhu'er... Ayah duluan yah" ucap Xhin.


Swussh!!


Xhin lansung berteleportasi ke atas pasukan orc yang melesat mengejar Mao Le dan Long Ju.


"Dragon Fire"


BHUUUSSS!!!


Xhin lansung menyemburkan api Ungu dari mulutnya ke arah barisan pasukan orc yang berada di dalam zona kematian, Xhin membakar mereka semua dengan api Ungunya, yang melompat-lompat di atas ranting pohon atau yang juga sedang melesat terbang maupun yang sedang lari di atas tanah, semuanya mati dibakar oleh semburan api dari mulut Xhin yang berubah menjadi Naga.


Arrhhkkk!!!


Api Ungu lansung membakar habis tubuh mereka, Xhin terus menyemburkan api Ungu dari mulutnya, dia membakar habis seluruh ras org hanya dalam hitungan detik.


***


Mereka berdua menelan ludah kasar saat melihat naga raksasa itu menyemburkan api ungu ke pasukan besar orc yang mengikuti mereka dari belakang, "Adik Ju, ayok kita menjauh dari sini, tidak tahu naga raksasa ini di pihak kita atau bukan tapi sebaiknya Kita menjauhi naga itu terlebih dahulu" ucap Mao Le kembali terbang menjauh dari tempat itu dan di susul oleh Long Ju dari belakang.


Xhin yang tadinya sedang bertransformasi menjadi naga kuno itu telah kembali bertranformasi ke wujudnya semula, Xhin berjalan di tengah kobaran api yang memusnahkan pasukan besar ras orc.


Kyaaakkk!!!


Mao Le lansung mengangkat wajahnya ke atas yang tidak lain sumber suara yang dia dengar, dia seketika terkejut saat melihat seekor burung raksasa yang melesat turun jauh dari atas langit.


"Sial... Adik Ju, berpencar!!" Ucap Mao Le yang lansung terbang melesat ke arah kanan.


"Paman Le..!! Paman Ju..!!"


Keduanya terhenti saat mendengar suara yang sangat familiar di telinga mereka, "Zhu'er! Ternyata dia yang menunggangi burung besar itu" ucap Long Ju terus menatap ke arah Xiao Zhu yang melesat turun ke arahnya sambil menunggangi beast spirit Phoenix milik Xhin.


"Hai.. paman Ju, Paman Le, kenapa kalian lari, apakah kalian tidak ingin bertemu dengan ayah?" Ucap Xiao Zhu yang masih menunggangi beast spirit milik ayahnya itu.


"Ayah? Apakah Xhin sudah pulang Zhu'er?" Mao Le yang tadi terbang menjauh kini telah kembali.


"Benar paman Le, tadi ayah yang menghabisi pasukan Orc itu... ayah berubah menjadi Naga raksasa dengan kobaran api Ungu yang menyelimuti tubuhnya, dan ini beast spiritnya... Phoenix Es yang sangat legendaris... keren kan!" jelas Xiao Zhu kepada kedua pamannya itu.


|


|


|


|

__ADS_1


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^BERSAMBUNG...^^^

__ADS_1


__ADS_2