
Setelah mereka hendak memasuki bar tersebut mereka di tahan oleh penjaga pintu bar karena hanya Jack yang memiliki kartu "tuan bisa masuk tetapi kedua teman tuan tidak bisa masuk karena tidak memiliki kartu anggota" ucap penjaga pintu tersebut.
"Baiklah saya ingin membuat kartu anggota untuk kakak saya dan istrinya" ucap Jack kepada penjaga pintu bar.
Fanny menjadi salah tingkah ketika mendengar ucapan Jack tentang dirinya yang menjadi istri Damse Dengan wajah memerah dan hanya tersenyum dan menundukkan wajahnya.
Setelah Jack menyerahkan kartu ATM Diamond, kedua penjaga tersebut melebarkan matanya dan meminta maaf karena telah bersikap tidak sopan.
Kartu ATM Diamond berwarna hitam dan hanya dimiliki oleh orang tertentu dan sangat kaya, Kartu ATM Diamond biasanya dimiliki oleh petinggi Fraksi, pengusaha kaya dan Kepala negara. Kartu ATM Diamond biasanya menyimpan uang paling standar bernilai 50 juta Ryo dan tidak ada batasan untuk menyimpan uang lebih banyak.
Kedua penjaga tersebut berlari masuk untuk mengambil kartu anggota VIP dan sejenis alat seperti EDC (Electronic Data Capture) adalah sebuah mesin khusus yang diterbitkan oleh bank untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu atm di bumi.
Setelah 3 menit kemudian kedua penjaga tersebut keluar dengan 2 kartu anggota VIP dan juga mesin pembayaran, Jack kemudian menggesekkan kartu ATM Diamond miliknya.
Bip~~~
Setelah menggesekkan kartu ATM kemudian terdengar suara yang menandakan transaksi senilai 2 juta ryo berhasil.
Setelah pembayaran selesai Jack mengambil kartu anggota VIP dari penjaga pintu bar tersebut kemudian Jack memberikan kartu anggota VIP kepada Damse dan Fanny.
Mereka kemudian masuk kedalam bar tersebut, sesampainya di dalam Damse kemudian memesan minuman.
Hampir 4 jam mereka habiskan di bar tersebut dan setelah tengah malam Damse mengajak Jack dan Fanny untuk pulang, setelah mereka bertiga keluar dari ruanganan VIP,, mereka bertiga berpapasan dengan seorang pria tampan berpakaian jas Blazer abu-abu dengan dalaman hitam sehingga terlihat begitu Elegan.
"Hai Jack, lama tidak berjumpa... Bagaimana kabarmu?" Ucap Ling Tian sambil melihat ke Arah seseorang perempuan di belakang Damse yang tentu saja itu adalah Fanny.
Belum di jawab oleh Jack,, Ling Tian kembali bertanya "Jack teman perempuan kamu cantik juga ya!! Siapa sih namanya?? Boleh dong saya pinjam semalam, kalau dianya gak mau berarti lansung nikah aja"
Damse yang mendengar perkataan Ling Tian tersebut menjadi sangat marah, tetapi Damse masih bisa menahan amarahnya dan kemudian Damse memeluk pinggang Fanny sambil berkata "maaf Broo kamu cari yang lain aja ya soalnya dia adalah istriku"
__ADS_1
Ling Tian yang mendengar ucapan Damse membuat dia semakin tertantang.
"Jack bukankah dia adalah saudaramu yang cacat itu, kalau itu memang dia berarti dia tidak pantas mendampingi seorang Dewi" ucap Ling Tian dengan nada mengejek.
"Siapa yang cacat?? Saya??? Jikalau saya cacat coba aja kalau-" belum selesai berbicara Fanny telah meremas perut Damse yang menandakan jangan dilanjutkan perdebatan tersebut.
"Cihh.... Sekali cacat tetap aja cacat,, cacat jagain tuan putri baik-baik yaaa jangan sampai hilang" ucap Ling Tian sambil berjalan masuk ke dalam ruangan VIP di bar itu
Damse sangatlah geram setelah mendengar perkataan Ling Tian.
"Dam tidak usah diladeni orang seperti itu dan juga Fan kamu harus hati-hati sama Ling Tian, jikalau dia sudah berkata seperti itu maka paling lambat 1 Minggu dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan" ucap Jack memperingati mereka berdua.
"Coba saja kalau bisa... Sampai terjadi sesuatu kepada calon istriku maka dia dan keluarganya akan musnah" ucap Damse yang telah mengeluarkan Aura membunuh, sambil meremas kepalan tangannya.
Deg!
"Tuan apakah saya harus membunuh makhluk rendahan yang telah menggangu ketenangan tuan" ucap Scropion king mentelepati Damse
"Tidak usah biarkan saja dia,, jikalau dia berani maka hanya ada kematian padanya" Damse membalas telepati scorpion king.
Mereka bertiga kembali ke tempat parkir untuk mengambil kendaraan mereka dan lansung menuju kediaman Damse di gunung Gilima.
Dalam perjalanan Damse menghibur Fanny dengan cerita lucu yang membuat Fanny tertawa lepas.
Fanny kemudian memalingkan wajahnya kearah Damse dan seakan Waktu mulai berhenti sejenak, Fanny merasakan sesuatu yang hanya dia rasakan saat bersama Damse.
"Hanya bersamamu aku bisa merasakan namanya kebahagiaan dan cinta, hanya bersamamu aku merasakan beban hidupku berkurang, aku mencintaimu Damse Cullet dan akan selalu mencintaimu" batin Fanny
Perjalanan mereka tak terasa mereka sudah tiba di depan gerbang rumah Damse, setibanya di depan rumah Jack hanya bisa melongo saat melihat rumah tersebut, rumah mewah dengan pemandangan kota Garrat dari atas gunung membuat Jack terkesan.
__ADS_1
"Dam kamarku yang mana sih" Jack bertanya karena dia sudah lelah dan ingin cepat berpetualang di dunia mimpi.
"Itu di situ" Damse menunjuk salah satu kamar Untuk Jack
Mereka bertiga mulai masuk ke kamar mereka masing-masing dan mulai beristirahat.
Setibanya di dalam kamar Damse mulai mempersiapkan perlengkapan untuk keberangkatan mereka besok, dengan membuka shop sistem secara manual dan mulai mencari baju yang dilengkapi pelindung Shield untuk Fanny Karena Damse berpikir bahwa dia tidak akan bisa bertarung sambil melindungi Fanny.
Karena tidak mengetahui selera wanita maka Damse mengurungkan niatnya lalu Damse kembali tidur.
Malam kemudian berganti Pagi, mereka bertiga selesai sarapan dan lansung pergi ke kearah selatan kota Grand Forest karena perjalanan begitu jauh butuh empat hari berjalan menggunakan mobil untuk sampai di kota Grand Forest, jikalau mereka terbang maka hanya membutuhkan 18 jam untuk sampai, tetapi Damse malah mengusulkan untuk tidak menarik perhatian maka dari itu mereka bertiga menggunakan kendaraan.
Dalam perjalanan Damse mengeluarkan Scorpion king, menaruhnya di atas dashboard mobil dan menyuruhnya berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya.
Tiga hari perjalanan mereka tiba di kota Grand Forest, mereka bertiga beristirahat di sebuah restoran untuk makan,, saat sedang makan Damse melihat ke arah beberapa meja lainnya,, di meja itu Damse melihat Ling Tian dan anggota Fraksi Singa api lainnya,
"Jack itu bukannya si anak sombong itu" Damse menunjuk kearah Ling Tian dengan mengangkat wajahnya.
"Benar.... untuk apa dia disini?? Jangan-jangan" Jack menjawab
"Apa mereka juga mau ke tempat portal Hollow tujuan kita" Damse menebak.
"Mungkin.... entahlah" Jack menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita" usul Fanny karena dia tidak mau Damse membuat keributan dengan mereka.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka,, setibanya di dekat lembah Kematian tempat portal Hollow muncul, Jack dan Damse mendirikan tenda untuk mereka beristirahat.
Bersambung~~~~
__ADS_1