
Karena tidak menemukan informasi satu pun tentang eksekusi tahan, Xhin kemudian naik ke lantai tiga, setibanya di sana Xhin hanya memesan arak.
Sambil minum, Xhin mendengar pembicaraan salah satu kelompok tiga orang yang sedang makan.
Xhin mendengar semua pembicaraan mereka, akan tetapi tiba-tiba mereka mengalihkan topik pembicaraan, karena kesal Xhin lansung menuju kelompok tersebut dan duduk di meja mereka.
"Senior, saya bisa membeli informasi yang tadi kalian bicarakan, saya akan membayar kalian masing-masing 100 koin emas" ucap Xhin.
Mendengar penawaran Xhin, mereka bertiga lansung terdiam seketika.
"Temanku, kamu merupakan seorang dermawan yang baru pernah aku temui, apakah kamu mau mengetahui tentang acara pengesekusian tahanan perang" ucap salah satu dari mereka.
"Itulah yang ingin saya ketahui" ucap Xhin.
"Baiklah, besok saat matahari berada di atas kepala, akan di adakan eksekusi para tahanan kerajaan Jingziao, tempatnya di depan kediaman jendral Yu, kediaman jendral Yu berada di benteng perbatasan kekaisaran Yunxa dan Jingziao" ucap orang tersebut.
Xhin lalu mengeluarkan 300 koin emas dari cincin penyimpanan dan memberikan kepada mereka masing-masing 100 koin emas.
"Terima kasih teman" ucap mereka bertiga.
Xhin lansung membayar biaya arak yang ia pesan lalu keluar dari tempat tersebut.
Setelah keluar, Xhin lansung menuju ke Barak yang berada di benteng perbatasan kekaisaran Jingziao dan kekaisaran Yunxa.
Setelah tiba, Xhin mengamati keadaan sekitar, ia melihat seorang prajurit yang sedang tertidur dalam keadaan duduk sambil memegang tombak di dekat gudang militer.
Xhin lansung melesat mendekati prajurit tersebut.
Krakkk!!!
"Tidurlah selamanya"
terdengar suara renyah saat Xhin mematahkan leher prajurit tersebut.
Xhin lansung mengangkat prajurit tersebut kemudian melepaskan pakaiannya, mayat prajurit tersebut disimpan ke dalam cincin penyimpanan.
Xhin kemudian berjalan mengamati setiap sudut benteng pertahanan kerajaan Yunxa.
dia melihat ada empat pemanah yang berada di atas tembok, dua pemanah lainnya sedang berada di menara pengawas.
Xhin juga melihat banyak prajurit yang sedang tertidur pulas dalam keadaan duduk memegang tombak.
lama berkeliling kini Xhin telah menemukan apa yang dia cari yaitu dapur militer
__ADS_1
Karena hari sudah mulai menjelang malam, Xhin lansung menuju ke dapur militer.
Di sana, Xhin melihat para pekerja selesai menyiapkan makanan, pekerja itu lansung pergi meninggalkan tempat tersebut untuk beristirahat.
Xhin lansung mengeluarkan dua botol racun mematikan yang dia buat dari kotoran pembuatan Pill dan ditambah dengan racun ular Falak, racun tersebut tidak memiliki bau dan warnanya seperti air yang berkapur.
Xhin lansung mencampur denga semua makanan yang ada, setelah itu Xhin keluar dari tempat tersebut.
Xhin lansung mencari letak penjara, Xhin terus diam-diam beralasan patroli, tetapi tiba-tiba salah seorang prajurit memangilnya.
"Hei kamu.."
Xhin lansung berbalik ke arah prajurit yang memanggilnya, terlihat seorang prajurit muda yang seumuran dengan Xhin.
"Salam senior" ucap Xhin.
"Saya baru pernah melihatmu di sini apakah?" Ucap prajurit tersebut.
Xhin tiba-tiba menjadi panik saat mendengar ucapan prajurit tersebut, karena kondisi di sekitar sepi Xhin hendak menebas kepala prajurit tersebut.
"Apakah kamu baru dipindahkan ke sini" ucap prajurit tersebut.
Xhin menjadi lega saat mendengar ucapan prajurit tersebut.
"Benar senior, saya baru bertugas di sini dan saya juga belum mengetahui seluk beluk tentang tempat ini" ucap Xhin.
Kemudian Xhin di bawa berkeliling dan diberi tahu seluk beluk tentang tempat tersebut, Xhin kemudian dibawa ke dalam tempat para tahanan berada.
Saat masuk, Xhin melihat dua prajurit yang sedang berjaga dan juga beberapa prajurit yang sedang bermain mahjong.
Setelah tiba di depan salah satu kamar tahanan, Xhin melihat Mao Le dan beberapa prajurit lainnya sedang di rantai.
Mao Le, terkejut saat melihat Xhin, akan tetapi Xhin mengedipkan sebelah matanya untuk memberi kode.
Mao Le yang sedari tadi terlihat murung, kini menjadi lebih semangat.
"Mereka adalah tahanan yang akan di eksekusi besok, aku sangat merasa kasihan saat melihat mereka apa lagi orang itu" ucap prajurit tersebut menunjuk Mao Le.
"Senior, apakah aku bisa menyiksa mereka?" Xhin bertanya.
"Apakah kamu ingin menyiksa mereka?" prajurit tersebut bertanya
"Benar senior, karena mereka aku bisa berada di tempat ini, sudah 10 bulan aku belum pulang ke rumah dan belum bertemu istri dan anak-anak ku, malah sekarang aku di arahkan ke tempat ini" ucap Xhin.
__ADS_1
"Aku juga belum pulang selama satu tahun lebih, aku mengerti perasaan mu jadi aku akan meminta mereka untuk membuka pintu, tetapi kamu jangan menyiksa mereka terlalu keras, kalau mereka mati kamu yang akan di hukum oleh jendral" ucap prajurit tersebut lalu pergi ke arah para prajurit yang sedang bermain mahjong.
Beberapa saat kemudian, prajurit tadi telah balik dengan membawa kunci pintu kamar tahanan dan membukanya.
"Kalian, gara-gara kalian semua aku tidak bisa pulang ke rumah" teriak Xhin.
Xhin lalu menendang perut Mao Le, tendangan Xhin terlihat sangat kuat, tetapi saat ingin menyentuh tubuh Mao Le, Xhin melemahkan tendangannya sehingga terlihat seolah-olah Xhin sedang melampiaskan kekesalannya.
Buhk!
Arrrhkkk!!
Mao Le berteriak kesakitan padahal dia tidak merasakan sakit.
Xhin kemudian mengeluarkan sebuah Pill penyembuh dan juga Pill regenerasi Spirit, dengan gerakan yang sangat cepat, Xhin meletakan kedua Pill tersebut di telapak tangannya dan beralasan kembali melancarkan serangan.
Xhin memukul mulut Mao Le yang sedang terbuka saat menjerit kesakitan, tetapi serangan tersebut digunakan Xhin untuk memasukkan Pill kedalam mulut Mao Le.
Uhuk... Uhuk...
Mao Le tersedak akibat gerakan Xhin yang sangat cepat memasukan Pill kedalam mulutnya.
"temanku, kamu jangan terlalu keras" ucap prajurit tersebut.
"ini masih belum apa-apa" jawab Xhin yang kembali memukul.
Hal yang sama di lakukan kepada seluruh tahanan, setelah itu Xhin keluar dari kamar tahanan tersebut.
"Maaf senior, aku sudah merepotkan mu" ucap Xhin.
Prajurit tersebut tidak melihat Xhin saat menyiksa, dia bersembunyi di balik pintu karena tidak tahan saat melihat penyiksaan.
Xhin dan prajurit tersebut langsung meninggalkan tempat tersebut.
**
Di sisi lain.
"Kalian semua, pria yang tadi adalah saudara ku, dia akan membebaskan kita" ucap Mao Le.
"Pantesan, tadi aku kira kita akan kembali disiksa olehnya, padahal dia memberikan Pill penyembuh dengan cara licik" ucap salah Seorang di tempat itu.
"Semoga rencananya berjalan dengan mulus" ucap Mao Le.
__ADS_1
"tapi apakah dia bisa membebaskan kita, aku Kawatir dia akan ketahuan" ucap salah seorang tahanan.
"Entahlah... Xhin bukan tipe orang yang ceroboh, dia pasti sudah memiliki rencana untuk membebaskan kita" ucap Mao Le