
Xhin lansung menyimpan seluruh harta pada masing-masing cincin penyimpanan yang berada di kesepuluh jarinya, setelah itu Xhin lansung berjalan keluar dari gudang Militer.
Tubuh Xhin sudah sangat lemah dan dia sudah sangat kesulitan untuk berjalan.
"Mao Le, ayo kita pergi, kalian tolong bantu aku untuk membawa Long Ju" ucap Xhin yang pandangan matanya telah semakin memburam.
Saat mereka hendak melesat pergi melarikan diri, tiba-tiba Xhin terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Mao Le yang melihat Xhin terjatuh lansung melesat ke arah Xhin yang telah terbaring di tanah.
"Xhin! Xhin!! Hei Xhin!!!" Mao Le menggoyang-goyangkan tubuh Xhin.
"Hei kalian bantu aku untuk untuk mengangkat saudaraku" ucap Mao Le.
"Biar aku saja" ucap salah seorang yang memiliki tubuh yang terbesar di antara mereka.
Orang tersebut lansung mengangkat Xhin dan meletakan di pundaknya.
"Kalian cepat bakar seluruh bangunan yang ada dan jangan menyisakan apapun" Mao Le memerintahkan.
Sebelum mereka pergi, mereka membakar seluruh bangunan yang berada di benteng tersebut.
"Ayok kita pergi!! Jangan sampai musuh yang lain mengetahui kita" ucap Mao Le.
Setelah mendengar perintah Mao Le mereka semua lansung melesat menuju kerajaan Jingziao.
Dari kejauhan benteng pertahanan kerajaan Jingziao, terlihat api dan asap yang membumbung tinggi dari kerajaan Yunxa.
Seratus orang prajurit di tugaskan untuk pergi mencari informasi tentang peristiwa tersebut.
Saat di pertengahan jalan, mereka bertemu dengan kelompok Mao Le dan yang lainnya.
"Kalian siapa!!" Teriak salah satu prajurit kerajaan Jingziao yang melihat Mao Le dan yang lainnya.
"Kami prajurit yang ditawan kerajaan Yunxa" ucap Mao Le.
"Apa yang terjadi di sana, kenapa kalian semua bisa melarikan diri" ucap prajurit tadi.
__ADS_1
"Saudaraku pergi membebaskan kami dan dia yang menghancurkan seisi benteng musuh sendirian" ucap Mao Le sambil menunjuk Xhin yang sedang berada di pundak salah satu prajurit yang ditawan.
"Ternyata dia, kemarin dia menanyakan informasi dari ku dan kemudian dia pergi ke kerajaan Yunxa, tapi dengan tingkat pelatihan Tyran dia bisa meratakan mereka semua, apakah dia sekuat itu?" ucap salah satu prajurit yang pernah di tanya informasi oleh Xhin.
"Kamu tidak akan kuat Jikalau melihat dia membantai prajurit kerajaan Yunxa" jawab prajurit yang sedang menggendong Xhin.
"Ayo kita kembali, saudaraku butuh pertolongan" ucap Mao Le.
Mereka semua lansung balik ke kerajaan Jingziao, sepanjang perjalanan mereka bercerita tentang Xhin yang membantai prajurit kerajaan Yunxa tanpa rasa kasihan.
Hampir dua jam berlalu kini mereka telah tiba di gerbang benteng mereka di sambut oleh jendral Ping Gai.
"Kenapa kalian balik begitu cepat, apakah terjadi sesuatu dan juga siapa mereka, kenapa kalian membawa prajurit kerajaan Yunxa" ucap jendral Ping Gai.
"Jendral, kedua orang yang memakai baju perang kerajaan Yunxa adalah orang kita yang yang menyamar untuk membebaskan prajurit yang ditawan dan dialah yang menghancurkan seisi benteng timur kerajaan Yunxa sendirian" ucap salah Seorang prajurit sambil menunjuk Xhin.
"Apa!! Dia sendirian yang menghancurkan seisi benteng! dan dia juga sedang terluka" ucap jendral.
"Cepat bawa mereka berdua untuk diobati!" lanjutnya.
Jendral Ping Gai menyediakan kamar mewah kepada Xhin dan Long Ju, Jendral Ping Gai juga memanggil tabib terbaik untuk mengobati Xhin dan Long Ju.
saat tabib memeriksa Xhin, dia hanya menemukan luka dalam yang terdapat pada tubuh Xhin, dia tidak mengetahui tentang titik Meridian yang terkunci.
setelah meracik obat dan juga Pill, tabib tersebut lansung memasukan obat kedalam tubuh Xhin dengan menggunakan energi spirit.
begitu juga dengan Long Ju, tabib tersebut telah mengobati luka dalam dan beberapa tulang rusuk yang patah.
tabib tersebut mengobati Xhin dan Long Ju secara rutin, satu Minggu kemudian Long Ju telah sadar, akan tetapi Xhin juga belum sadarkan diri.
Setelah beberapa tabib memeriksa Xhin dan menemukan penyebabnya belum sadarkan diri yaitu salah satu titik Meridiannya terkunci.
Segala usaha sudah mereka lakukan akan tetapi tidak berhasil untuk menyembuhkan Xhin.
karena Xhin tidak kunjung sembuh Mao Le lansung pergi meminta ijin dari jendral Ping Gai untuk membawa Xhin.
"Hormat jendral, maaf saya mengganggu pertemuan jendral, kedatangan saya kemari untuk meminta ijin dari jendral" ucap Mao Le yang muncul tiba-tiba.
__ADS_1
Jendral Ping Gai hanya menatap Mao Le dengan salah satu keningnya terangkat.
"Saya ingin membawa adik saya untuk pergi berobat karena titik Meridiannya terkunci, karena penggunaan energi spiritual secara berlebihan maka mengakibatkan dia terluka" Mao Le.
"Kemana kamu akan membawanya berobat" Jendral Ping Gai bertanya.
"Dari seluruh tabib yang mengobatinya juga tidak bisa menyembuhkan dan saya ingin membawanya untuk berobat di Sakte kami" ucap Mao Le.
"Baiklah, kamu boleh membawanya, kami juga akan berusaha mencari tabib yang bisa mengobatinya dan jikalau dia telah sadar kamu haru cepat memberitahuku, karena Kaisar Jing Dong ingin menemuinya" ucap jendral Ping Gai.
"Terima kasih jendral, hamba pamit" ucap Mao Le.
Mao Le langsung keluar menuju tempat Xhin, setibanya di sana.
Mao Le kemudian membawa Xhin menuju pagoda Lotus, Mao Le juga mengajak Long Ju untuk pergi bersamanya, lama berjalan akhirnya mereka bertiga telah tiba di Pagoda Lotus.
Pelayan cepat tolong Xhin, panggil seorang tabib yang paling hebat untuk mengobatinya, ucap Mao Le.
"Mao Le, apa yang terjadi dengan Xhin, sini biar aku yang mengobatinya" ucap Lou Rin yang baru muncul.
Long Ju, Mao Le dan Lou Rin langsung membawa Xhin menuju kediaman keluarga Lou menggunakan formasi teleportasi.
Setibanya di kediaman Lou, mereka bertiga langsung menuju ke kamar Lou Rin dan membaringkan Xhin yang sedang tidak sadarkan diri.
Lou Rin kemudian membuka baju Xhin lalu membersihkan tubuh Xhin.
Hampir sebulan mengobati, Xhin masih belum sadarkan diri, para tabib juga banyak yang telah mengobatinya tetapi tidak ada yang berhasil dan juga semakin hari tubuh Xhin makin membiru.
Karena segala cara telah dilakukan untuk mengobati Xhin tetapi dia tidak kunjung sadar, Mao Le juga sudah putus asa karena segala cara telah dicobanya tetapi tidak kunjung berhasil.
Tetapi tidak dengan Lou Rin, dia terus berusaha dan tidak menyerah bahkan peluang sekecil apapun akan dia coba untuk menyelamatkan orang yang dia sayang.
Sekarang sedang di adakan pertandingan di kekaisaran Jingziao, pertandingan tersebut dilaksanakan untuk memilih murid yang akan memasuki sakte pedang suci.
Para tetua dari Sakte pedang suci juga datang untuk menyaksikan pertandingan yang di laksanakan.
Dalam satu bulan penuh pertandingan tersebut dilaksanakan dan pertandingan tersebut dimenangkan oleh salah seorang murid perempuan, perempuan tersebut berasal dari sakte Serigala Malam.
__ADS_1