Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Di Cegat Tetua Jung lu


__ADS_3

"Aku akan melihatnya sebentar" ucap Xhin.


"Baiklah, aku akan pergi melihat-lihat buku-buku yang lain" ucap Lou Rin.


"Bukannya Buku ini sama dengan buku yang berada di dunia varden" batin Xhin.


"Aku akan mencoba memasuki dunia varden apakah bisa bisa atau tidak" lanjutnya.


Xhin kemudian bersemedi dan memasuki dunia jiwanya, Xhin begitu tercengang saat melihat kristal jiwa mengambang di atas lautan spiritualnya, Xhin lansung memegangnya dan memfokuskan pikiran.


Tiba-tiba Xhin sudah memasuki kembali dunia verden "ternyata masih bisa, ini bukunya" ucap Xhin menghampiri altar tersebut, Xhin lansung membuka buku tersebut dan lansung membuka bab ke dua.


Bab II


Teknik pedang cahaya.


I. Tubuh pedang.


II. Tebasan Ruang.


III. Tebasan semesta.


I. Tubuh pedang.


Teknik Tubuh pedang perupakan teknik yang membuat seluruh bagian tubuh menjadi tajam seperti pedang.


II. Tebasan ruang


Teknik tebasan ruang merupakan sebuah teknik pedang yang dapat membuat pengguna memunculkan sebuah ruang seperti area bertarung, orang yang berada di dalam ruang tersebut akan terpotong-potong sesuai keinginan pengguna.


III.


Tebasan semesta


Teknik ini merupakan teknik berpedang terkuat, teknik ini mempu membuat pengguna memotong apapun termasuk sebuah dunia hanya dalam sekali tebasan.


Syarat untuk menggunakan Teknik tebasan semesta yaitu seseorang harus memahami Pedang itu sendiri, dan tidak pernah meragukan pedangnya, baik pedang itu tumpul sekalipun akan menjadi tajam saat seseorang memahami inti Pedang.


"Teknik Ketiga ini sangat luar biasa tetapi apa itu inti pedang" ucap Xhin yang sedang bingung saat mencerna kata-kata pada teknik pedang ke tiga.

__ADS_1


"Aku akan belajar dua teknik ini dulu" ucap Xhin.


Xhin kemudian berdiri lalu mempraktekkan langkah yang tergambar pada buku tersebut.


Hari demi hari Xhin lewati dengan mempelajari teknik pertama, kini tidak terasa sudah 51 tahun Xhin belajar di dunia verden, Xhin sudah bisa membuat seluruh bagian tubuhnya setajam pedang, setiap kali Xhin memukul monster yang di ciptakan untuk latihan, maka tubuh monster akan terbelah secara rapi, bahkan rambut Xhin sangat tajam saat terkena tubuh monster yang membuat monster tersebut terpotong.


Xhin kemudian belajar teknik berpedang yang kedua, Xhin belajar untuk memunculkan ruang.


Hari demi hari Xhin belajar teknik keduanya, kini sudah 129 tahun Xhin belajar, Kini Xhin sudah bisa memunculkan sebuah ruang sesuka hatinya dan ruang yang di bentuk juga sesuka keinginan Xhin, setiap ribuan monster atau lawan yang berada dalam jangkauan ruang pedang maka Xhin dapat membuatnya terpotong sesuai keinginan Xhin.


Akan tetapi Xhin belajar memahami teknik yang ketiga selama seribu tahun lebih, tetapi Xhin tidak mampu menggunakan teknik pedang yang ketiga, karena Xhin tidak mengetahui makna inti pedang.


Xhin kemudian menyerah belajar teknik berpedang yang ketiga, Xhin kemudian memunculkan tungku untuk membuat Pill dan ternyata di dunia varden Xhin dapat membuat apapun.


Xhin kemudian mencoba membuat sebuah Pill di dalam dunia verden, setelah Pill telah jadi Xhin lalu menyimpan Pill tersebut di dalam cincin penyimpanan.


Xhin kemudian keluar dari dunia verden, setelah Xhin membuka matanya, terlihat Mao Le, Lou Rin dan Wu Jie sedang duduk di sampingnya.


"Sudah berepa lama aku meditasi" Xhin bertanya.


"Tetapi rasanya begitu lama saat berada di dunia verden" batin Xhin.


Xhin kemudian keluar dari dunia verden, setelah Xhin membuka matanya, terlihat Mao Le, Lou Rin dan Wu Jie sedang duduk di sampingnya.


"Sudah berepa lama aku meditasi" Xhin bertanya.


"Tetapi rasanya begitu lama saat berada di dunia verden" batin Xhin.


"Apakah kalian sudah mendapatkan jurus yang bagus" Xhin bertanya.


"Tidak ada jurus yang dapat membuat ku tertarik" ucap Lou Rin.


"Aku juga sama" balas Wu Jie.


"Aku dapat banyak" ucap Mao Le yang memegang 4 buah buku.


"Ayo kita keluar, kalau kalian sudah selesai" ucap Xhin.


"Ayok" jawab mereka bertiga serempak.

__ADS_1


Setelah mereka berjalan keluar tiba-tiba tetua Jung lu menghampiri Xhin "woe.. Xhin, kamu itu berani sekali ya.. memukuli keponakan ku dan juga kamu melawannya dengan cara curang" ucap Jung lu yang sangat emosi.


"Kamu itu masih baru di Sakte ini, kamu harus menghormati senior, hari ini aku sebagai seorang tetua akan menghukum mu" ucap Jung lu.


Tangan Jung lu tiba-tiba mengeluarkan api "telapak peremuk".


Muncul telapak tangan besar dari atas udara yang hendak menghantam Xhin ke bawa, telapak tersebut memancarkan api yang membara.


Xhin membentuk pedang menggunakan energi spiritualnya, Xhin lansung melakukan gerakan menebas ke atas "tebasan kematian"


Muncul Siluet bulan sabit Menghantam telapak tangan api tersebut.


Booomm!!


Ledakan tersebut membuat gelombang kejut yang sangat kuat, debu-debu berterbangan akibat angin yang berhembus kencang.


"Apakah benar seorang tetua lansung menghukum seseorang yang tidak bersalah tanpa menanyai alasannya" ucap Xhin yang tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.


Xhin kemudian muncul di belakang Jung lu lalu berkata "Dia memang pantas di pukuli karena suasana hatiku sedang tenang, tetapi jikalau suasana hatiku sedang tidak baik, maka kematian lah yang akan mendatanginya" ucap Xhin lalu kembali menghilang di tempatnya semula.


"Woee Xhin, kamu sungguh tidak sopan terhadap tetua, apakah kamu tidak memandang tetua Jung" ucap salah seorang murid Jung lu.


"Memang benar, bocah ini ternyata meremehkan ku" batin Jung lu.


Junglu kemudian mengeluarkan aura spiritual Tyran 5 untuk menekan Xhin dan mereka bertiga, mereka bertiga dan juga Xhin kesulitan untuk berdiri akan tetapi Xhin sudah bisa bergerak bebas karena Xhin mengeluarkan sedikit aura kematian untuk melindunginya.


"Tetua Jung, anda sungguh percaya diri bisa menindasku dengan aura spiritual mu, cara seperti ini belum ada apa-apanya, aku akan menunjukan cara penindasan yang baik dan benar menggunakan aura ku" ucap Xhin.


Wuussshh!!!


Tiba-tiba ledakan aura kematian keluar dari dalam tubuh Xhin, aura kematian yang di keluarkan sangat besar dan hanya berfokus untuk Jung lu dan para muridnya.


Terlihat beberapa murid Jung lu telah pingsan bahkan sampai ada yang muntah darah, Jung lu yang percaya diri dengan mengeluarkan aura spiritualnya kini telah berdiri bagaikan tubuh yang tidak memiliki jiwa.


Uhuk.. uhuk..


Tiba-tiba Junglu muntah darah, wajah Jung lu lansung membiru dan terjatuh.


Setelah melihat Jung lu dan semua muridnya sudah terkapar, Xhin lansung mengajak mereka bertiga untuk pergi, akan tetapi suara Xhin membuat mereka bertiga terkejut dengan raut wajah yang begitu ketakutan.

__ADS_1


"Kenapa kalian takut, aku bukan monster kok, aku hanya menjadi monster bagi musuh-musuh ku" ucap Xhin.


__ADS_2