Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Perlombaan Alam Maut Level Tiga


__ADS_3

Setelah itu Xhin lalu keluar dari dunia verden dan berhenti bermeditasi, saat dia membukakan matanya di saat itu juga pedang Rebellion menghilang.


Xhin lansung melihat ke sekelilingnya, dia tampak bingung dengan lingkungan di sekitarnya, karena sebelumnya tempat tersebut tidak hancur seperti itu.


karena masih belum mengetahui apa-apa dan juga dia tidak melihat satu pun teman-temannya, Xhin lalu menyebarkan kesadarannya, entah kenapa dia merasa bingung dengan apa yang terjadi di tempat tersebut.


Batu besar di depannya juga tidak terlihat lagi, yang tersisa hanyalah sebuah meja yang terdapat kotak hitam di atasnya, sebagian tempat tersebut tercipta kawah kecil di puncak gunung, mayat orang-orang yang Xhin bunuh juga tidak kelihatan.


"Hei... Apa yang kalian lakukan di situ" teriak Xhin saat mengetahui Shan Dro dan yang lainnya berada di balik awan.


Melihat Xhin sudah selesai bermeditasi, mereka semua lansung melesat turun menghampirinya.


"Xhin, kamu bermeditasi barusan saja hampir membuat kita semua terbunuh" ucap Chi Cheng.


"Terbunuh? Apakah ada yang salah? Aku hanya duduk diam sambil memejamkan mataku" jawab Xhin yang tidak mengetahui apa yang terjadi saat dia bermeditasi.


"Iyaa.. kamu memang duduk diam sambil memejamkan matamu, tapi pedangmu tiba-tiba muncul lalu menyerap semua mayat yang ada, dan juga pedangmu mengeluarkan kekuatan yang sangat mengerikan hingga membuat tempat ini hampir hancur" balas Chi Cheng dan di benarkan oleh semua orang.


"Pantasan energi spiritku terkuras sangat banyak" ucap Xhin.


"Ayo kita pergi ke level berikutnya" ucap Xhin.


Mereka lalu mengeluarkan masing-masing token peserta lainnya yang mereka dapat, setelah itu masing-masing dari mereka meletakkan token tersebut di kotak hitam yang berada di atas meja batu.


Setelah itu satu persatu dari mereka menghilang lalu muncul di level ketiga, saat mereka telah masuk, Seketika ribuan peserta berbagai tim lansung berdatangan untuk pindah ke level ketiga.


Mereka tidak berani mendekat saat melihat Xhin membantai ratusan orang yang hendak menyerang mereka secara brutal.


****


Daratan Level Ke Tiga


Saat ini mereka semua muncul telah muncul di sebuah daratan kecil, terlihat lautan lava panas yang sangat luas di depan mereka, di dalam lautan lava panas terdapat lingkaran lingkaran besar yang berjejeran memanjang bentuk jalan.


Saat hendak menggunakan energi spirit untuk terbang, tiba-tiba mereka semua merasa tekanan yang sangat luar biasa menekan mereka hingga tidak dapat terbang naik.


"Jangan terbang, kita tidak bisa melewati tempat ini jika kita terbang" ucap Xhin.


Mendengar ucapan Xhin mereka semua lansung berhenti terbang.


"Terus apa yang harus kita lakukan" ucap Yeu Fan.


"Kita harus menggunakan kekuatan fisik untuk melompat berpindah dari setiap pijakan ke pijakan berikutnya" ucap Xhin.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ayo kita bergegas pergi" ucap Shan Dro.


Xhin langsung berlari melompat dari daratan kecil tersebut ke lingkaran besar yang membentuk pijakan, dan di ikuti oleh mereka satu persatu.


bagi semua orang rintangan tersebut bukan masalah yang berat, tetapi tidak bagi Chi Cheng.


tanpa menggunakan energi spirit, Chi Cheng merasa bagaikan berada di neraka karena panasnya lautan lava dan juga dia sangat kesulitan untuk berpindah dari pijakan satu ke pijakan berikutnya.


bukan hanya Chi Cheng yang merasa sangat kepanasan, tetapi yang lain juga kecuali Xhin, jika mereka menggunakan energi spirit maka mereka akan merasakan tekanan yang sangat luar biasa kuat, jadi mereka memutuskan untuk murni menggunakan kekuatan fisik.


Makin melangkah jauh, mereka merasakan tekanan mulai bertambah berat, bahkan hampir saja mereka tidak sampai ke pijakan berikutnya jika Xhin tidak menggunakan hukum Ruang untuk membuat jembatan.


"Tinggal empat belas lingkaran lagi kita bisa melewati level tiga" ucap Xhin.


Mereka semua kini sedang kepanasan, saking panasnya tempat tersebut sampai-sampai untuk bernafas saja mereka sangat kesulitan, berbeda dengan Xhin yang memiliki darah Phoenix jadi tubuhnya tahan terhadap api manapun.


"Kalian semua mengapa terlihat sangat lemas, ayo semangat... tinggal sedikit lagi kita melewati level ini" ucap Xhin menyemangati teman-temannya.


"Hei... Apakah kamu itu monster, bagimana bisa kamu tidak kesulitan menahan panas, sedangkan kita sedang mempertaruhkan nyawa kita hanya untuk menahan panasnya tempat ini" ucap Chi Cheng.


"Kalian kepanasan? Baiklah aku akan mendinginkan kalian semua di sini" ucap Xhin.


Xhin langsung membentuk sebuah segel tangan dengan sangat cepat.


Seketika tercipta sebuah Lotus es yang memiliki 36 Kelopak, melihat itu mereka sungguh tidak percaya.


Walaupun mereka semua menguasai elemen Petir dan hanya satu orang yang menguasai elemen api, tetapi mereka pernah membaca tentang penguasaan elemen tertinggi dari setiap elemen.


36 Kelopak Lotus es yang dibuat Xhin saat ini, telah menggambarkan bahwa Xhin telah mencapai puncak pemahaman elemen Es.


"Bagiamana bisa dia juga mencapai puncak pemahaman elemen Es, tidak bisa dipungkiri dia merupakan kultivator jenius teratas yang muncul jutaan tahun sekali" ucap Shan Dro.


"Xhin... apakah kamu lupa? di tempat ini kita tidak bisa menggunakan energi spirit" ucap Yeu Fan.


"kamu tenang saja, tekanan seperti ini tidak ada apa-apanya bagiku, aku bisa mengatasi tekanan ini dengan mudah karena tubuh fisikku berada di tingkat suci" jawab Xhin.


"Iya... tapi percuma kamu menggunakan elemen Es, Lautan lava ini sangat panas dan Es milikmu akan meleleh jadi tidak usah buang-buang energi spirit untuk melakukannya" balas Yeu Fan.


mendengar ucapan Yeu Fan, Xhin seketika tersenyum lebar, Xhin langsung mengangkat tangannya ke atas sambil berkata.


"Tidak ada yang tidak bisa aku bekukan, bahkan seluruh dunia sekalipun bisa aku bekukan dalam sekejap" ucap Xhin lalu melepaskan tiga kelompak Lotus es ke dalam lautan lava.


SRAAGG!!!

__ADS_1


Seketika lautan lava panas yang tadinya baik-baik saja, kini lansung membeku tetapi Es abadi juga terlihat seperti akan meleleh, akan tetapi Xhin yang menyadarinya lansung melepaskan seluruh kelopak Lotus yang tersisa.


"34 kelopak Lotus Es"


Swuu!!


Swuu!!


Swuu!!


Masing-masing kelopak Lotus Es langsung menyebar ke ke beberapa bagian di lautan lava panas yang mulai kembali terlihat.


SRAAGG!!!


SRAAGG!!!


SRAAGG!!!


Terlihat semua kelopak Lotus Es lansung meledak menciptakan lapisan Es tebal yang menyebar luas, dari ledakan yang tidak terlalu kuat itu juga menciptakan gelombang angin dingin yang sangat kuat.


Teman-teman Xhin untungnya di lindungi oleh hukum Ruang, kalau tidak di lindungi oleh hukum Ruang mungkin mereka sudah membeku akibat terkena gelombang angin dingin tersebut.


Akibat dari tindakan Xhin tersebut, terciptalah sebuah daratan es yang sangat luas, tempat itu yang tadinya sangat panas kini menjadi sejuk.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2