Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Niat Jahat Xhin


__ADS_3

"Maafkan aku Dewa Xhin, aku terlambat mengetahui kalau kamu itu seorang reinkarnasi Dewa dan sekarang telah kembali menjadi Dewa" ucap Liu Gao menunduk.


"Aduh... Senior Gao tidak usah sehormat itu, anggap saja aku tidak kembali menjadi Dewa, karena aku belum naik ke alam Dewa" ucap Xhin mengangkat tubuh Liu Gao.


"Baiklah jikalau itu kemauan kamu" ucap Liu Gao.


"Senior, ini hadiah dari aku mohon senior mau menerimanya" ucap Xhin lalu memberikan pedang tingkat langit.


"Terima kasih atas kebaikannya Xhin" ucap Liu Gao menerima pedang tersebut.


Sebenarnya Liu Gao mau menolaknya, tetapi dia takut menyinggung perasaan Xhin.


"Aku akan pergi menantang murid dalam tingkat pertama" ucap Xhin.


Setelah itu Xhin lansung berjalan keluar, Xhin lansung menuju ke tempat pelatihan murid bagian dalam.


Xhin lalu mengajukan tantangan untuk menantang murid dalam tingkat pertama di Master yang bertugas.


Mendengar itu Semua orang begitu terkejut, mereka tidak menyangka Xhin bisa menantang Seak Las.


Seak Las berada di tingkat Saint tahapan akhir dan dia selama ini belum pernah kalah.


"Dua hari lagi akan diadakan pertarungan memperebutkan posisi peringkat pertama, Xhin sebagai penantang melawan Seak Las!!" Teriak master tersebut.


Setelah mengajukan tantangan, Xhin lansung pergi meninggalkan tempat tersebut.


Xhin kemudian pergi ke kedai untuk makan, setibanya di sana Xhin melihat Xiao Xhie sedang makan bersama dengan Ming Mei.


"Kamu selalu menggodaku dan sekarang aku akan bermain-main denganmu, aku ingin tahu bagimana rasanya ****** seorang Putri, pasti sangat enak" batin Xhin.


Xhin lalu menghampiri mereka berdua, tanpa bertanya Xhin lalu duduk semeja di depan mereka berdua, Xiao Xhie begitu terkejut saat Xhin duduk di depannya..


"Xhin, bagimana ini kenapa dia bisa duduk di depanku" batin Xiao Xhie yang tiba-tiba menjadi salah tingkah.


"Xhin, ke mana kamu selama enam bulan ini, aku kira kamu sudah mati atau tidak kamu sudah kembali ke benua tengah" ucap Xiao Xhie yang pura-pura terlihat kesal.


"Tidak kok aku tidak kemana-mana selama enam bulan ini, aku hanya melakukan pelatihan tertutup di kamarku dan aku menggunakan array transparan untuk menyembunyikan tubuhku selagi aku berkultivasi" ucap Xhin berbohong


"Dan juga mengapa kamu duduk di sini, bukannya disana ada tempat kosong" ucap Xiao Xhie yang masih berpura-pura kesal kepada Xhin.


"Pelayan, bawakan aku makan terbaik dan juga arak terbaik" ucap Xhin memesan.

__ADS_1


"Adik Mei, Xiao Xhie aku ingin gabung bersama kalian apakah tidak bisa" ucap Xhin dengan tatapan memohon.


"Bi- bisa kakak senior" ucap Ming Mei.


"Kalau kamu" ucap Xhin menatap mata Xiao Xhie.


"Bisa kok, terserah kamu saja" ucap Xiao Xhie yang menundukkan kepalanya.


"Ini tuan pesanannya"


Xhin lalu menyantap makanannya, beberapa menit kemudian Xhin telah selesai makan dan dia masih meneguk arak tetapi pandangannya tertuju kepada Xiao Xhie.


"Kakak Xhin, senior Xhie aku ada urusan penting yang haru dilakukan" ucap Ming Mei lalu beranjak pergi karena melihat Xhin yang sedari tadi menatap kearah Xiao Xhie.


Setelah kepergian Ming Mei, Xhin dan Xiao Xhie tidak berbicara sepatah katapun.


"Ehmm.. katanya kamu ingin makan berduaan denganku, padahal kamu saja mendiamiku dan tidak berbicara sepatah katapun, bahkan dari tadi kamu seperti tidak menyukai kehadiranku" ucap Xhin mencairkan suasana yang tampak beku.


"Fhuu... Baiklah, ayok kita pergi" ucap Xiao Xhie menarik tangan Xhin.


"eh... jangan tarik-tarik, kita mau kemana sih.. kamar?" ucap Xhin yang di tarik tangannya.


Mendengar itu wajah Xiao Xhie memerah "kamu itu jangan berpikir mesum, aku cuman mau ajak kamu jalan-jalan" jawab Xiao Xhie tanpa membalikkan wajahnya.


Setibanya di sana Xhin hanya duduk sambil menatap Xiao Xhie, Xhin tidak menawar barang apapun.


"Kenapa kamu menatapku begitu" ucap Xiao Xhie yang merasa gugup karena sedari tadi dia diliatin Xhin.


Xhin lalu mengangkat tubuh Xiao Xhie yang sedang duduk berjauhan dengan menggunakan energi spirit.


Xiao Xhie begitu terkejut saat Xhin mengangkatnya dengan energi spirit, "turunkan aku!" Ucap Xiao Xhie.


"Turunkan aku Xhin" bentak Xiao Xhie.


"Baiklah" ucap Xhin lalu menurunkan Xiao Xhie di pangkuannya, dengan cepat Xhin memeluk punggung Xiao Xhie agar dia tidak beranjak pergi.


Dug.. dag.. dug.. dag..


Jantung Xiao Xhie berdetak kencang saat dipeluk oleh Xhin, dia tidak menyangka bahwa hari ini dia akan dipeluk oleh orang yang dicintainya.


"Xhin, lepaskan aku!" bentak Xiao Xhie dengan pelan.

__ADS_1


Xiao Xhie terlihat kesal tetapi sebenarnya hatinya menginginkannya.


"Tidak akan ku lepaskan kamu, jujur saja aku mulai menyukaimu" ucap Xhin di telinga Xiao Xhie.


Mendengar itu Xiao Xhie lansung tersenyum, dia tidak menyangka Xhin akan mengucapkan kalimat tersebut.


Xiao Xhie lensung menyandarkan kepalanya ke belakang membuat pipi mereka berdua bersentuhan.


Karena sudah tidak tahan, Xhin lansung membalikkan wajah Xiao Xhie, setelah itu Xhin lansung mengecup bibir Xiao Xhie.


Xiao Xhie hanya memejamkan matanya, jantungnya berdetak kencang saat dicium oleh Xhin.


Perlahan Xiao Xhie mulai mengerti lalu membalas ciuman Xhin.


Lama mereka berciuman, setelah itu Xhin melepaskan ciumannya.


"Xiao Xhie, maukah kamu menjadi wanitaku" ucap Xhin menatap mata Xiao Xhie yang berada di pangkuannya.


Mendengar ucapan Xhin, jantung Xiao Xhie kembali berdetak kencang seakan mau meledak.


"Eh.. Xhin apakah kamu serius dengan ucapanmu itu" Xiao Xhie dengan gugup kembali memastikan.


"Aku serius Xiao Xhie, aku ini bukan orang bodoh yang tidak peka saat disukai oleh perempuan cantik sepertimudan juga tidak mungkin aku membiarkan bidadari secantik kamu di ambil oleh pria lain" ucap Xhin.


Xiao Xhie kini memejamkan matanya, dia berusaha untuk menenangkan pikirannya, dia tidak percaya akan semudah ini mendapatkan Xhin.


"Hei.. Kamu mau tau tidak" ucap Xhin menyadarkan Xiao Xhie.


Xiao Xhie hanya menganggukkan kepalanya untuk jawab.


"Jawabnya jangan begitu, aku ingin mendengar dari bibir mulutmu, bukan anggukan kepalamu" ucap Xhin.


"iya aku ma-"


Xhin dengan cepat mencium bibir Xiao Xhie, Xiao tidak menyangka akan begitu cepat Xhin menciumnya.


keduanya saling ******* dan tidak menghiraukan suara tawar menawar harga di pelelangan.


Sampai akhirnya pelelangan mereka berdua tidak menawar satu barang pun dan hanya saling memandang lalu kembali berciuman.


"Xhin, ayo kita pergi aku ingin mengenalkan kamu kepada orang tuaku" ucap Xiao Xhie.

__ADS_1


"Belum saatnya, aku akan mati kalau aku kesana Xhie'er" jawab Xhin berbohong, dengan tingkatan Xhin sekarang mana mungkin dia bisa mati begitu saja.


__ADS_2