
Setibanya di sana Xhin melihat dua orang anak berusia 16 tahun memegang busur dan pedang, mereka berdua tidak menyadari kehadiran Xhin, mereka terus berjalan sambil bercerita, entah apa yang mereka ceritakan tetapi bahasa yang mereka gunakan sangat familiar di telinga Xhin.
"Tingkat kultivasi kedua orang itu berada di ranah Grand Dao tetapi aura
Mereka berdua sangat lemah jika dibandingkan dengan kultivator manusia ranah Grand Dao di alam Tengah, tapi kenapa mereka memiliki dua Dantian?" Batin Xhin terkejut mengetahui manusia di situ memiliki dua Dantian.
"Ehm.. Hei kalian berdua" ucap Xhin menyapa kedua orang tersebut menggunakan bahasa di dunia Abbys, Xhin masih mengingat jelas bahasa di kehidupan keduanya itu.
Mendengar suara tidak jauh di depan mereka, kedua orang tersebut langsung melompat mundur sambil memegang senjata mereka.
"Siapa kamu? kenapa aku tidak bisa merasakan hawa keberadaan mu?" salah seorang anak sambil membidik Xhin menggunakan busur miliknya.
"Hei... Tenanglah, aku tidak ada maksud jahat untuk kalian berdua, sebelum itu namaku Xhin" ucap Xhin.
"Xhin? Nama mu terdengar sangat kuno" ucap salah seorang anak yang memegang pedang.
"Terserah kamu saja tapi siapa nama kamu" ucap Xhin bertanya.
"Namaku Sarvio William dan temanku ini bernama Andre Smith" ucap bocah yang memegang pedang.
"Tunggu, nama keluarga kalian di letakan di bagian depan atau belakang nama?" Ucap Xhin bertanya.
"Aku rasa orang ini sangat bodoh, sia-sia dia memiliki wajah setampan itu, tapi matanya sangat menyeramkan, selain itu aku juga tidak merasakan adanya energi Mana atau Qi tubuh orang ini, dia tidak berbahaya jadi kita tidak perlu kaku seperti ini" ucap anak yang bernama Andre, dialah yang memegang busur.
Xhin dapat mendengar apa yang mereka berdua bisikan dengan sangat jelas, tetapi Xhin hanya berpura-pura tidak mendengar apapun.
"Hei kakak tampan, apa kamu tidak berasal dari wilayah ini, kenapa kamu tidak mengetahui informasi sepenting itu" Sarvio William bertanya.
"Aku tidak ingat apa-apa, sebelumnya aku terbangun di dekat gunung sebelah sana, saat aku terbangun pakaianku sudah dipenuhi dengan darah dan aku tidak ingat apapun kecuali namaku sendiri" ucap Xhin mengarang cerita.
Melihat ke arah gunung yang di tunjuk oleh Xhin, mereka berdua seketika terdiam, "bagimana bisa kamu selamat dari tempat itu, gunung itu tempat penguasa Para Monster yang berada di tingkat Dewa, aku tidak percaya kamu bisa keluar hidup-hidup dari tempat itu" ucap Andre Smith.
"Mari kita pergi ke markas tempat manusia" Xhin lansung di bawa oleh kedua remaja laki-laki tersebut.
"Ngomong-ngomong... Mata mu sangat menyeramkan kakak Xhin, dari mana kamu mendapatkan mata sebagus itu" Sarvio William bertanya karena dari tadi dia sangat penasaran.
"Memangnya ada yang salah dengan mataku? Bukankah kalian juga memiliki mata?" Ucap Xhin berpura-pura tidak tahu.
"Memang kami punya mata, tapi mata mu itu berbeda dengan kami, mata mu itu terlihat sangat keren dan menakutkan di saat yang bersamaan, aku pernah melihat gambar mata seperti itu di buku kuno di perpustakaan keluarga ku, itu Monster jenis reptil seperti ular, buaya, kadal, dan naga tapi mata kakak Xhin seingatku sangat mirip dengan naga" ucap Sarvio William.
"Apakah kakak ini seorang monster?"
Duk!!
"Dasar bodoh, apa kamu buta? Sejak kapan ada monster setampan ini dan sejak kapan juga ada monster yang bisa bertransformasi ke wujud manusia tapi cacat kultivasi?" Ucap Andre Smith setelah memukul kepala Sarvio William.
__ADS_1
"Iya juga yah" jawab Sarvio William setelah kembali memikirkan apa yang dia katakan barusan.
Dari kejauhan Xhin melihat reruntuhan bangunan modern sebelum era kehancuran, Xhin mulai terpikirkan ide untuk menggali informasi dari kedua bocah itu.
"Hei... Menara apa itu, kenapa menara setinggi itu bisa di hancurkan?" Ucap Xhin bertanya.
"Oh... Itu bangunan kuno, bangunan itu di bangun sekitar lima juta tahun yang lalu, aku mendengar cerita dari ayahku kalau dulunya orang-orang di zaman itu memiliki teknologi yang sangat canggih, terdapat mobil terbang di mana-mana..." ucap Andre Smith menjelaskan.
"Apa itu mobil?" Xhin kembali berpura-pura tidak tahu.
"Percuma aku jelasin kamu juga tidak akan tahu, yang intinya mobil itu kendaraan orang-orang zaman kuno, mereka tidak menunggangi monster yang di jinakkan" balas Andre Smith.
"Oh... Terus apa yang terjadi dengan orang-orang zaman kuno yang kamu bilang itu" Xhin kembali bertanya.
"Dulu, muncul banyak sekali monster dari Portal yang terbuka di atas langit, monster-monster itu sangat kuat, mereka menghancurkan apapun yang dilewatinya, tetapi dari pihak manusia ada seorang dari keluarga kuno yang sangat hebat, dia dengan gagah perkasa membantai monster-monster yang tidak terhitung jumlahnya, tetapi entah kenapa orang itu mati, tidak ada yang tau penyebab kematiannya karena orang-orang yang selamat pada saat itu bersembunyi di bunker bawah tanah, saat di temukan tubuh orang itu telah mati di atas tumpukan beast monster, tubuhnya dan kepala terpisah... Hanya itu yang aku tau" jelas Sarvio William bercerita.
"Sampai di situ saja? Terus siapa nama orang itu dan dari keluarga kuno mana dia berasal? Cerita ini sangat seru aku tau masih ada kelanjutannya kan?" Ucap Xhin berpura-pura terlihat antusias.
"Benar, kelanjutan ceritanya masih ada, orang itu berasal dari keluarga Cullet dia bernama Damse, keluarga kuno ini merupakan keluarga besar yang menjadi Pilar kerajaan saat itu, dan sampai sekarang pun masih berdiri tegak setelah melewati era kehancuran" Sarvio William bercerita.
Xhin melihat dengan jelas lubang yang berukuran cukup besar di tengah celah batu membentuk sebuah goa.
"Kita sudah sampai, aku turun terlebih dahulu setelah itu baru Kelian berdua" Andre Smith merangkak masuk ke dalam goa kecil dan di ikuti oleh Xhin dan Sarvio William.
Mereka menuruni tangga yang terbuat dari logam yang memiliki tingkat kekerasan hampir setara dengan berlian, "apakah masih jauh? Kenapa manusia tinggal di dalam tanah?" Xhin kembali bertanya.
Hampir satu mil mereka terus memanjat tangga besi untuk turun ke tempat peradaban manusia yang berada di dalam tanah.
Dari atas goa hingga dasar kedalaman goa di terbangi oleh batu kristal yang mengandung energi Mana, batu kristal itu bersinar terang menerangi goa, karena jumlah batu kristal sangatlah banyak jadi cahaya yang di hasilkan juga sangat terang.
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG...^^^