
Xhin kemudian mengeluarkan dua cincin penyimpanan, "Hadeh... Ini buat kalian berdua, di kedua cincin penyimpanan ini berisi 1 juta batu roh kualitas tinggi pada masing-masing cincin penyimpanan"
"Terima kasih yah Xhin Gege (muach)" Yao Yao lansung mencium pipi Xhin.
Melihat Yao Yao mencium pipi Xhin, Xiang Yu juga seperti tidak tahan untuk mencium pipi Xhin, "apa kamu juga mau cium pipiku Yu'er..? Sini cepat jangan malu-malu" ucap Xhin yang melihat wajah Xiang Yu malu-malu.
Xiang Yu hanya menganggukkan kepalanya lalu dia jinjit untuk mencium pipi Xhin, saat bibir Yao Yao menyentuh pipi Xhin, Yao Yao lansung mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
"Ehm... Ehm.. Mohon maaf sebelumnya tuan putri, kehadiranku di waktu yang tidak tepat" ucap jendral Shao yang tiba-tiba datang sehingga membuat Xiang Yu menjadi salah tingkah, Xiang Yu terlihat seperti seorang yang kedapatan mencuri.
"Eh... Jendral Shao, ada perlu apa datang ke sini?" ucap Xiang Yu mengalihkan pembicaraan.
"Apakah tuan putri lupa? Bukannya tuan putri memerintahkan untuk mengumpulkan setiap petinggi kerajaan?" Jawab jendral Shao.
"Kenapa kamu lupa Yu'er? Bukannya kamu memerintahkan mereka untuk berkumpul? Hehe... Mungkin setelah kamu mencium pipiku tadi... kamu jadi lupa dunia yah, sini cium lagi biar kamu hilang ingatan" sahut Xhin membuat Xiang Yu terlihat makin salah tingkah.
"Xhin Gege kamu... Rasakan ini..." Xiang Yu lansung mencubit pinggang Xhin, Xhin juga berlagak kesakitan, Yao Yao hanya tertawa melihat kedua orang itu.
Salah seorang pria muda yang berada di belakang jendral Shao terlihat tidak senang akan kemesraan Xhin dan Xiang Yu, orang itu tiba-tiba menjadi emosi dan terlihat sangat kesal kepada Xhin.
"Apakah kita ke sini hanya untuk menyaksikan Yang Mulia Putri yang terhormat bersama laki-laki simpanannya?" Sahut orang itu membuat semua orang terkejut.
"Dao He...!! jaga sikapmu!!" nada Jendral Shao lansung meninggi, dia terlihat marah sehingga dia melepaskan aura intimidasi Kaisar Dewa puncak.
Orang-orang yang berada di ruangan itu seketika merasakan tubuh mereka seperti di tindih oleh sebuah gunung besar, tetapi tidak bagi Xiang Yu da Xhin yang telah melewati tingkat Kaisar Dewa, tubuh sedangkan Yao Yao dilindungi oleh twilight armor jadi dia tidak merasakan tekanan intimidasi dari Jendral Shao.
"Maaf.. kan a.. ku Yang.. Mu.. lia.. putri" terlihat darah segar mengalir di sudut bibir Dao He.
Dao He adalah putra pewaris dari keluarga Dao yang merupakan salah satu keluarga besar di kerjaan dewa laut, keluarga Dao juga memegang jabatan sebagai keluarga militer dan termasuk keluarga kerajaan kelas 2.
Kepala keluar Dao, ayah dari Dao He memiliki jabatan sebagai Jendral tertinggi yang memiliki kekuasaan di atas Jendral Shao.
"Aku lihat kamu sangat berani hari ini jendral Shao, dibelakang ku kamu menindas anak ku!" Dao Sing lansung melepaskan tekanan spiritual Heavenly Immortal tahap pertama.
__ADS_1
"Apakah kalian pikir ini rumah kalian!! Apa wajahku tidak lagi penting di kerajaan ini!!" Xiang Yu lansung melepaskan tekanan Heavenly Immortal tahap dua sehingga semua aura intimidasi yang sebelumnya saling menekan lansung menghilang dan digantikan dengan aura Heavenly Immortal tahap dua yang sangat mendominasi.
Merasakan tekanan tingkat Heavenly Immortal tahap dua membuat semua orang yang hadir lansung berlutut, Dao Sing lansung meminta maaf, "Hamba mohon maaf atas kecerobohan hamba Yang Mulia Putri"
"Selamat atas keberhasilannya tuan putri" sahut jendral Shao yang sementara berlutut.
"Baiklah" Xiang Yu menghilangkan tekanan aura spiritual yang dia keluarkan, "kalian semua ikut aku ke aula pertemuan" Xiang Yu lansung membalikkan badannya.
"Ayok Xhin Gege, adik yao'er" ucap Xiang Yue menggandeng tangan Xhin dan di ikuti oleh Yao Yao juga.
Berjalan di belakang ketiga orang itu membuat hati Dao He tercabik-cabik, dia saat ini sangat ingin membunuh Xhin, "aku akan menghajar mu dengan brutal sampai Yu'er tidak akan mengenali wajah cantikmu itu" telepati Dao He kepada Xhin.
Xhin hanya tersenyum mendengar tranmisi suara yang dikirimkan oleh Dao He kepadanya, dia tidak menyangka ada orang yang ingin memukulinya dengan brutal.
"Uh... aku takut..." balas Xhin mentelepati Dao He, "kamu akan binasa loh dalam satu serangan" Xhin melanjutkan kalimatnya.
Dao He semakin geram setelah mendengar transmisi suara dari Xhin, dia terus meremas kepalan tangannya sampai terlihat urat-urat tangannya.
***
Xhin kemudian berjalan ke arah Xiang Yu yang berada di taktha-nya, "Bolehkah?" ucap Xhin pelan dan hanya di balas dengan anggukan kepala dari Xiang Yu, Xhin lansung duduk di singgasana sang raja dewa laut dan disaksikan oleh semua yang hadir di situ.
"Lancang kamu duduk di taktha raja ku!!" Dao He yang sedari tadi kesal kini tidak tahan lagi melihat Xhin, dia berniat menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Xhin di mata semua petinggi kerajaan.
Satu persatu petinggi kerajaan mulai terkena hasutan dari Dao Sing sehingga mereka juga memprotes akan sikap Xhin yang menurut mereka sangat tidak tahu diri.
"Katak seperti mu sangatlah tidak tau diri dan ingin memakan daging angsa? Kamu tidak pantas disandingkan dengan Yang Mulia Putri!!" Dao He kembali berteriak.
"Apakah posisi kalian semua di kerajaan ini lebih tinggi dari ku?" Tanya Xiang Yu melemparkan tatapan tajam.
Setelah kematian Dewa Laut, keluarga Dao sangat mendominasi kekuasaan di kerajaan dewa laut karena kekuatan tempur merek lah yang sangat unggul dari keluarga manapun di kerajaan dewa laut, kepala keluarga yang tidak lain yaitu jendral Dao Sing ingin menguasai kerajaan dewa laut tetapi posisi Xiang Yu sebagai Putri dari dewa laut terlalu kuat, untuk itu Dao Sing menyuruh Dao He untuk mendekati Xiang Yu, setelah Dao He menikah dengan Xiang Yu maka keluarga Dao akan menjadi keluarga kerajaan utama menggantikan keluarga Xiang yang hanya tersisa Xiang Yu sendiri.
"Tuan Putri, menurut peraturan kerajaan, kelakuan pria simpanan mu itu telah melanggar hukum karena menduduki singgasana sang raja, dia seharusnya di hukum mati" Dao He berbicara sambil menunjuk ke arah Xhin.
__ADS_1
"Hahah... Dari tadi aku diam dan kalian terus berulah? Aku mau lihat siapa katak yang sebenarnya dan siapa dari kalian yang akan membunuhku" ucap Xhin pelan tapi terdengar di telinga mereka semua.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^