
"Kalau bisa sih... Aku saranin kalian ambil sendiri dari mayat kita, kalian juga bisa mengambil harta berharga lainnya.." ucap Yeu Fan sambil sedikit mengangkat belahan pakaian bagian bawah memperlihatkan paha jenjang miliknya.
Mendengar ucapan Yeu Fan mereka semua menelan ludah kasar, saat melihat paha mulus miliknya.
"Ehm... Bunuh mereka berempat dan sisakan perempuan, tidak baik kita melukai wanita secantik dia" ucap pemimpin tim tersebut diakhiri dengan menjilati bibirnya.
Mendengar perintah dari pemimpin tim, keempat orang yang baru datang langsung menyerang Xhin dan ketiga temannya lainnya.
"Baiklah... aku akan melampiaskan kekesalanku kepada kalian" seringai Chi Cheng mengeluarkan Tongkat berwarna hitam tetapi dihiasi oleh tulisan tulisan kuno dan ukiran bergerigi di kedua ujung tongkat tersebut.
Whuukk... whuhkk... Whuukk
Chi Cheng Lansung memutar-mutarkan Tongkat miliknya seperti baling-baling, dan diakhiri dengan membentuk sebuah kuda-kuda untuk menyerang.
kaki kirinya di luruskan ke samping kiri dan kaki kanan di tekuk, sedangkan Tongkat miliknya berada di belakang punggungnya dengan satu tangan memegang tongkat dan tangan lainnya berada di depan dengan telapak tangan menghadap ke lawannya.
"Ayo sini... aku tidak punya banyak waktu, aku juga sudah lapar jadi aku membutuhkan makan yang sangat banyak untuk mengisi kalori dalam jumlah besar di dalam tubuhku" ucap Chi Cheng.
"Kamu terlihat seperti Bab* saja" ucap orang yang menjadi lawan Chi Cheg.
Mendengar ucapan orang tersebut, wajah Chi Cheng tiba-tiba menjadi merah, dia tidak terima jika ada orang yang menghina tubuh gemuknya.
Tak.. tak.. tak..
Chi Cheng lansung lari dengan sangat cepat menuju ke lawannya, dengan tangan kiri di depan dada dan tangan kanannya dilipat di belakang punggungnya sambil memegang tongkat di belakang.
"Kamu hari ini tidak akan selamat" ucap Chi Chen menerjang lawannya.
"Serangan Tongkat Dua Sisi"
Chi Cheng memutar mutarkan tongkatnya di udara dan Seketika tercipta siluet Ying dan Yang yang muncul dari putaran Tongkat miliknya tersebut.
Chi Cheng kemudian mengayunkan tongkatnya secara vertikal dari atas menyerang lawannya.
Melihat Chi Cheng telah menyerang, lawan Chi Cheng juga tidak tinggal diam dan langsung melompat mundur kebelakang untuk menghindari serangan Chi Cheng.
Braakkk!!!
Serangan Chi Cheng tersebut berhasil di Hindari sehingga membuat Chi Cheng menghancurkan tanah yang dipijak lawannya tersebut.
Melihat lawannya menghindari serangannya tadi, Chi Cheng seketika menjadi sangat bersemangat dan lansung kembali melesat menyerang orang tersebut.
Hanya dalam hitungan detik mereka berdua telah bertukar ribuan serangan.
***
Jixi dan Zui Bo juga tidak tinggal diam, mereka berdua langsung melakukan serangan combinasi kepada kedua lawannya.
Jixi menggunakan tombak miliknya yang memiliki bilah yang sangat besar dan di hiasi dengan bulu merah di bagian bawah mata tombak.
__ADS_1
Sedangkan Zui Bo menggunakan Nunchaku atau Double Stick, dia memainkan Double Stick sedemikian rupa dan setiap gerakannya terlihat seperti tarian yang akan mendatangkan kematian.
***
Xhin sedari tadi di serang bertubi-tubi oleh lawannya, akan tetapi semua serangannya itu dapat PP 0l Xhin hindari dengan sangat mudah.
Xhin terlihat seperti sedang mempermainkan lawannya, sedangkan lawannya Xhin sedari tadi sudah sangat kesal karena serangannya tidak satupun yang berhasil mengenai Xhin.
"Sialan!!! Hei.. pengecut kalau berani jangan menghindar terus" teriak lawannya Xhin yang terlihat sangat kesal.
"Baiklah jika itu maunya kamu" ucap Xhin mengangkat tangan kanannya keatas, udara seketika menjadi sangat dingin serta munculnya bunga Es yang mulai berjatuhan.
Detik berikutnya tercipta ribuan tombak Es dari atas langit, lawannya Xhin seketika langsung menelan ludah kasar, bukan hanya lawannya Xhin tetapi lawannya Chi Cheng, Jixi dan Zui Bo juga terpaku saat melihat kemunculan ribuan tombak Es.
Akibatnya lawan mereka bertiga mati akibat terkena serangan dari mereka masing-masing, karena ketiga lawannya terdiam sejenak dan itu membuat mereka kehilangan nyawa mereka.
"Hujan Tombak Es"
Swus!
Swus!
Swus!
Ribuan tombak Es melesat turun, menghujani lawannya Xhin.
Tsuk!
Tsuk!
Tsuk!
Melihat keempat temannya telah dikalahkan dengan sangat mudah, salah seorang yang tadi mencegat Xhin dan teman-temannya yang tersisa kini hendak melarikan diri.
Akan tetapi sebelum dia melesat kabur, Xhin sudah terlebih dahulu menghilang lalu muncul kembali di belakang pemimpin tim musuh yang masih berada di atas udara
.
Xhin mengalirkan energi spirit di ujung jarinya, energi spirit yang dialirkan oleh Xhin ke ujung jarinya membuat jarinya terlihat sangat tajam.
Xhin lalu mengayunkan tangannya menebas leher orang tersebut.
Slash!!
Kepala orang tersebut seketika terpisah dari tubuhnya.
Melihat itu, mata mereka semua lansung terbalak kaget, mereka tidak menyangka bahwa Xhin bisa memotong tubuh seorang kultivator dewa menggunakan tangan kosong.
"Pemahaman pedangnya sudah sampai tahap mana, hingga dia dengan mudah menebas menggunakan tangan kosong" batin Yeu Fan.
__ADS_1
Xhin kemudian turun secara perlahan ke mayat ke peserta yang tadi dibunuhnya.
"Kalian semua ambillah token peserta milik mereka untuk melewati tahap kedua perlombaan ini" ucap Xhin.
Mendengar itu mereka lansung memeriksa mayat kelima mayat peserta tersebut.
Saat sedang memeriksa mayat kelima peserta tadi, Xhin merasakan getaran pada permukaan tanah.
Getaran yang mereka rasakan semakin kuat seiring berjalannya waktu, Xhin kemudian menyebarkan kesadarannya sejauh mungkin sampai batas maksimal.
Beberapa saat kemudian Xhin tersenyum lebar, mereka yang melihatnya tersenyum kini menjadi bingung.
"Xhin kenapa kamu tersenyum, apakah ada hal bagus lainnya" ucap Jixi.
"Ya.. hal bagus yang membuat aku tersenyum yaitu, kita kedatangan beast monster dan kabar baiknya yaitu Kita kedatangan Ribuan Beast Monster Tingkat Dewa Hitam keatas dan yang tertinggi yaitu Heavenly Immortal yang yang berjumlah dua ekor" ucap Xhin dengan santainya.
Mendengar ucapan Xhin mereka semua lansung menjadi panik, bagimana tidak panik kalau jumlahnya sebanyak itu dan juga terdapat Heavenly Immortal yang bahkan mereka saja tidak bermimpi untuk melawannya.
"Xhin lebih baik kita pergi dari sini sebelum terlambat" ucap Yeu Fan.
"Benar Xhin, jumlah sebanyak itu dan juga ada Beast Monster tingkat Heavenly Immortal jika kita tetap melawan sama saja kita mencari mati" ucap Chi Cheng.
"Apa kalian tidak ingin melewati tahap ini? Kalau kalian tidak mampu melawan lebih baik kalian menonton saja" ucap Xhin.
"Apa kamu gila!! Dengan jumlah sebanyak itu bahkan Master Sakte pun masih pikir panjang untuk melawan Beast Monster sebanyak itu" balas Yeu Fan.
"Yah.. apa kalian baru tahu kalau aku gila akan pertumpahan darah" balas Xhin sambil tersenyum.
Melihat senyuman yang Xhin tunjukkan, mereka semua tiba-tiba menjadi merinding.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^^^^Bersambung... :)^^^^^^