
"Ti- tidak tuan, aku cuman memperhatikan kulitmu, karena kulit tuan lebih halus jika dibandingkan dengan kulitku, padahal aku selalu merawat tubuhku" jawab perempuan tersebut sambil tertunduk malu.
"Fhuu.. kalau untuk itu aku tidak tahu" jawab Xhin lalu berdiri.
"Kenapa kamu belum pergi, kalau kamu tidak pergi kamu akan mati! karena aku akan menghancurkan gunung ini" Bentak Xhin.
"Tuan.. aku tidak mempunyai tempat untuk tinggal dan Jikalau bisa.. aku ingin ikut denganmu tuan, aku akan membayarnya dengan tubuhku!" Ucap perempuan tersebut.
"Apakah kamu ingin membunuhku!!" ucap Xhin yang terkejut mendengar perkataan perempuan tersebut.
"Tidak tuan aku tidak ingin membunuhmu dan juga walaupun aku mau tapi aku tidak akan mampu" ucap perempuan tersebut.
"Kamu ikut pulang bersamaku sama saja dengan kamu ingin membunuhku! Aku tidak bisa membawamu pulang tetapi aku bisa membawamu ke sakte, kamu mau atau tidak" Xhin bertanya.
"Terima kasih tuan, yang penting aku bisa tinggal dan menjadi kuat" ucap perempuan tersebut sambil melepaskan bajunya.
"hei.. Kenapa kamu melepaskan pakaianmu" Xhin bertanya karena dia terkejut melihat hal tersebut.
"aku ingin membayar tuan dengan tubuhku karena aku tidak memiliki koin Emas dan juga aku masih perawan" jawab perempuan tersebut yang membuat Xhin hampir tidak menguasai dirinya.
"Ti- tidak usah membayarku dan cepat pakai pakaianmu kembali atau sesuatu yang buruk akan terjadi" jawab Xhin.
"apakah dia tidak menginginkanku, apakah aku seburuk itu dimatanya, dia adalah orang pertama yang tidak menginginkanku dan dia berbeda dengan orang lain yang menatapku dengan tatapan penuh *****" batin perempuan tersebut.
perempuan tersebut kembali memakain pakainya tanpa berbicara sepatah kata pun, tetapi terlihat air matanya menetes di pipinya.
"Baiklah, tapi kamu tunggu di sini sebentar aku harus membuka sesuatu, Selesai itu baru kita pergi" ucap Xhin lalu menghilang dari hadapan perempuan tersebut.
Xhin lansung menunju ke tempat tadi, karena sebelah bangunan itu sudah hancur jadi Xhin tidak lagi masuk lewat pintu.
Setibanya di sana, Xhin kembali menyentuh formasi pelindung tersebut, Xhin lansung menganalisa formasi itu.
Tidak butuh waktu lama bagi Xhin untuk memahaminya, Xhin lansung memasukan tanda jiwanya kedalam formasi tersebut.
"Terbuka"
Dengan membentuk sebuah segel tangan Xhin lansung menghilangkan formasi pelindung tersebut.
Slash!
__ADS_1
Slash!
Xhin menebas pintu tersebut, setelah itu dia memasuki ruangan tersebut, setelah masuk Xhin merasakan aura yang tidak asing baginya.
Aura yang tak lain adalah aura milik Dante, Xhin lansung berjalan menuju sumber Aura tersebut, dia menemukan sebuah kotak tua.
Setelah di buka, dia menemukan sekotak Pill darah Primordial tetapi Pill ini mengandung energi jahat yang sangat besar.
"Tuan, ambil Pill itu lalu tuan memurnikannya, dengan menggunakan esensi darah Primordial maka tuan bisa menempa tubuh Bintang ke tingkat Dewa" ucap Roh Naga.
"Tingkat dewa? bagimana cara untuk menempa tubuh Bintang?" Ucap Xhin.
"sama seperti menempa tubuh Dewa naga, tuan hanya membutuhkan esensi darah Primordial, Air suci dan darah pohon suci" Jawab Roh Naga.
"baiklah" ucap Xhin lalu mengeluarkan tungku penyulingan Pill.
Xhin lalu menyalakan tungku menggunakan api roh, setelah itu Xhin lansung memasukan semua Pill darah Primordial yang dia temukan.
Xhin lalu menyeimbangkan panas dalam tungku, setelah beberapa saat kini Pill tersebut telah melebur menjadi esensi.
Xhin kemudian memisahkan esensi dari bahan-bahan pembuatan Pill tersebut, beberapa saat kemudian semua esensi telah terpisah.
asap hitam itu adalah asap yang berasal dari pemurnian darah Primordial dan juga esensi yang Xhin buang.
Xhin lalu memasukkan semua esensi darah Primordial kedalam beberapa botol, totalnya 5 botol esensi darah Primordial.
setelah selesai, Xhin kemudian menyimpan tungku, dia melihat ke sebuah meja dan menemukan beberapa gulungan catatan.
Xhin lalu membaca semua gulungan tersebut, isi dari gulungan itu adalah keberadaan Dante.
Dante berada di alam bawah, Dante adalah Dewa kematian yang menguasai alam bawah, dan juga dia berencana untuk menaklukkan ketiga alam utama yang tak lain adalah dunia tengah dan dunia atas yang di tinggali oleh para Dewa dan rencana itu akan dijalankan setelah Dante mencapai tingkat Dewa absolute.
"Dengan kekuatanku yang sekarang, aku bagaikan sebutir pasir dihadapannya, kekuatannya saja sudah melebihi ranah kaisar dewa, aku harus meningkatkan kekuatanku dan juga aku harus bisa membuat pedang Rebellion menjadi senjata tingkat semesta" batin Xhin.
Xhin lalu berjalan keluar dari tempat tersebut, Xhin lansung menuju ke perpustakaan untuk menjemput perempuan tadi.
Setelah tiba di sana terlihat perempuan tersebut sedang duduk melamun.
"Ayo kita pergi" ucap Xhin sehingga membuat perempuan itu terkejut.
__ADS_1
"Baik tuan" jawab perempuan tersebut dengan wajah memerah, Xhin juga mengetahuinya tetapi dia tidak menghiraukannya.
Xhin kemudian menyelimuti tubuh wanita tersebut dengan energi spirit, setelah itu mereka berdua terbang menjauh dari Sakte Tulang Merah.
"Api Putih"
Setelah dirasanya pas, Xhin lansung memunculkan api putih membentuk sebuah bola bisbol.
Tanpa menunggu lama Xhin lansung melancarkan serangan bola api putih ke arah Gunung Wade.
Boooommm!!!!
Tercipta ledakan besar akibat serangan yang di lakukan Xhin, bebatuan dan tanah berhamburan.
Tercipta kabut tebal akibat ledakan besar tersebut, setelah menghancurkan gunung Wade Xhin lansung pergi bersama wanita tersebut.
"Hukum waktu"
Xhin memperlambat waktu 100x lebih lambat, Xhin lalu melesat dengan sangat cepat.
"Tutup saja matamu kalau kamu merasa pusing" ucap Xhin
Xhin melihat wanita tersebut tampak pusing akibat dirinya tidak terbiasa dengan kecepatan tinggi.
2 jam kemudian Xhin telah tiba di Sakte Serigala Malam, untuk waktu aslinya hanya 10 menit, Xhin lalu menghilangkan pengaruh hukum waktu, setelah itu Xhin lansung menuju ke kediaman Master sakte.
Setibanya di sana Xhin lansung meminta Lou Fang untuk memasukkan perempuan tersebut di Sakte Serigala Malam.
Karena hari sudah gelap, Xhin lansung pulang ke rumahnya, dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada perempuan tersebut.
Tidak butuh waktu lama untuk Xhin sampai ke rumahnya, setibanya di sana Xhin melihat depan rumah danau lebih ramai.
"Xhin, ayo sini gabung!!" teriak Mao Le.
Xhin lalu berjalan menuju istrinya dan duduk bersama mereka.
Mereka semua duduk bercerita, hanya Long Ju saja yang tidak memiliki pacar maupun istri.
"Long Ju besok ikut aku, kita akan pergi ke kediaman keluarga Ye, aku memiliki suatu urusan disana yang harus di selesaikan" ucap Xhin.
__ADS_1
Mendengar itu Long Ju lalu mengangguk, dia sedikit penasaran tentang urusan Xhin yang harus membuat dirinya menemani.