
"Kamu akan pergi lagi, padahal kita itu udah bertahun-tahun baru bertemu, dan juga apakah kamu yakin istrimu akan bersikap baik kepadaku, kami itu berbeda Ras dan aku yakin dia akan membenciku, apalagi kalau dia menyakiti zhu'er" ucap Zhu Lian dengan raut wajah sedih.
"Aku sangat yakin dan kamu tenang saja tidak usah setakut itu" ucap Xhin sambil memeluk Zhu Lian.
"Baiklah terserah kamu saja" balas Zhu Lian.
"Ayo kita tidur" ucap Xhin yang telah berdiri sambil menarik tangan Zhu Lian.
"Iya aku juga sudah ngantuk" ucap Zhu Lian mengikuti Xhin.
keduanya berbaring di kiri dan kanan Xiao Zhu, tak lama menutup mata kini mereka berdua telah tertidur.
Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa kini telah siang hari, Xhin terbangun dan mendapati Xiao Zhu sedang memeluknya.
Xhin kemudian membelai rambut Zhu Lian, setelah itu Xhin membangunkannya untuk sarapan bersama dan juga bersiap untuk berangkat.
Mereka berdua langsung pergi ke ruang makan, setibanya di sana mereka semua sarapan bersama.
Saat matahari mulai meninggi, mereka bertujuh di tambah Panther menjadi delapan, mereka mulai perjalanan ke kerajaan Jingziao.
***
Disisi lain
Master Sakte Tulang Merah Gong Mei, Gong Mei telah memimpin seluruh murid dan tetua sakte untuk melakukan penyerangan besar-besaran kepada Sakte serigala malam, kini mereka telah sampai di Gerbang Sakte serigala malam.
Jung lu membunuh keempat murid yang sedang menjaga Gerbang, setelah itu Jung lu memasukan pasukan Sakte Tulang Merah untuk menyelinap masuk ke dalam Formasi pelindung sakte.
"Semuanya Serang!! Usahakan untuk tidak membunuh mereka semua, kita masih memerlukan untuk permainan manangkap ikan" ucap Gong Mei.
"Woe siapa kal-"
Slash!!
Mereka lansung menebas murid tersebut, pasukan Sakte Tulang Merah bergerak sangat cepat dan senyap, setelah mereka semua sudah berada di posisi yang direncanakan, dengan serempak mereka lansung membombardir setiap bangunan Sakte serigala malam dengan serangan terkuat mereka.
Boomm!!
Boomm!!
Boomm!!
Tetua Ki Bo yang bertugas untuk memasang formasi pelindung telah menyadari ada penyusup dalam jumlah yang sangat banyak memasuki sakte, akan tetapi semuanya sudah terlambat, separuh bangun sakte hancur lebur.
Para murid sakte lansung berhamburan keluar saat mendengar ledakan besar, akan tetapi raut wajah mereka semua berubah pucat saat melihat ribuan pasukan sedang membantai teman-teman mereka.
Pasukan Sakte Tulang Merah menyerang dan menghancurkan apapun yang menghalangi mereka.
__ADS_1
Tetua Ki Bo lansung pergi melaporkan kepada Master Sakte.
Lou Fang dan Liu Gao sedang duduk bercerita, akan tetapi mereka berdua seketika terdiam saat mendengar suara ledakan-ledakan besar.
"Tidak usah mempedulikannya, mungkin hanya murid yang bertarung di luar arena, mereka akan segera di urusi oleh para tetua" ucap Lou Fang.
Tok.. tok.. tok..
"Mohon maaf master Sakte, Sakte kita sedang diserang!"
"Apa!! Siapa yang berani menyerang kita!!" Ucap Lou Fang yang sudah sangat marah.
"Temanku! aku permisi sebentar, aku harus mengatasi masalah ini" ucap Lou Fang.
"Aku juga akan membantumu" ucap Liu Gao.
"Terima kasih temanku, aku sudah merepotkanmu" ucap Lou Fang.
Mereka bertiga lansung berjalan keluar, akan tetapi tiba-tiba sebuah serangan melesat ke arah mereka.
"Menghindar!!" Teriak Liu Gao.
Bamm!!
"Brengs*k siapa yang berani menyerang kita!!" teriak Lou Fang yang melompat mundur.
"Bangs*t!!" Teriak Lou Fang yang marah.
Swuuss!!
Trang!!
"Hoho.. apa begini cara kalian menyambut tamu" ucap Gong Mei yang setelah menangkis tebasan pedang Lou Fang, setelah itu Gong Mei kemudian melompat mundur ke belakang.
"Hah.. Apakah begini cara kalian bertamu!! datang ke rumah orang dan berbuat seenaknya!!" balas Lou Fang.
Whuuss!!
Lou Fang mengalirkan energi spirit dalam jumlah besar ke pedangnya.
"Tebasan aliran Serigala"
Muncul sebuah siluet serigala besar dari tubuh Lou Fang lalu melesat ke mengarah ke Gong Mei dengan sangat cepat
"Perisai Tulang"
Tranggg!!
__ADS_1
Lou Fang lalu melesat kearah Gong Mei lalu kembali melancarkan serangannya, Gong Mei menghindar dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Lou Fang dan sesekali membalas serangan ke Lou Fang.
Dalam hitungan menit, mereka berdua sudah bertukar ribuan jurus, murid-murid sakte serigala malam sudah banyak yang mati dan separuh dari mereka sudah di tawan.
"Temanku, aku akan mengatasi yang lain, kamu fokus saja kepada dia" ucap Liu Gao kemudian melesat pergi membantu para murid sakte Serigala malam yang sedang bertarung.
Liu Gao melesat dengan sangat cepat kearah seorang murid sakte Serigala malam yang akan di bunuh.
Liu Gao tiba-tiba muncul di belakang salah seorang murid sakte Tulang Merah yang hendak membunuh salah satu murid sakte serigala malam.
Baamm!!
Liu Gao seketika mengahantam belakang kepala murid Sakte Tulang Merah dengan kepalan tangannya yang membuat kepalanya hancur seketika.
"Kamu carilah tempat aman dan segera pulihkan luka-lukamu" ucap Liu Gao yang memberikan sebutir Pill penyembuh.
"Terima kasih senior" ucap murid tersebut.
Para tetua sakte Serigala malam juga sedang melawan tetua sakte Tulang Merah, walaupun tingkatan pelatihan mereka berbeda tetapi tetua sakte serigala malam tetap bertahan, ada juga beberapa tetua yang telah mati.
Pasukan Sakte Tulang Merah menggila saat membantai murid sakte serigala malam.
"Lou Fang lebih baik kamu menyerah saja, coba kamu lihat sekelilingmu!! Jikalau kamu tidak menyerah maka murid sakte Serigala malam akan segera di eksekusi oleh bawahanku!!" teriak Gong Mei.
"Menyerah saja, aku akan menjamin kamu mati dengan tubuh yang masih utuh" lanjutnya.
"Perempuan iblis, kamu akan menyesal karena kamu berani membunuh para muridku!!" Teriak Lou Fang.
"Hahaha... Kamu tolol ya!!! Kamu tidak bisa mengancamku Lou Fang!!" Teriak Gong Mei.
"Nona Gong Mei, aku sudah berhasil menangkap istrinya" teriak Jung lu yang tiba-tiba muncul dengan membawa Lou Hua dalam keadaan pingsan.
Setelah mendengar teriakkan tersebut, Gong Mei dan Lou Fang seketika berbalik menatap kearah sumber suara.
"Jung lu!! Dasar penghianat!! Kamu akan mati" teriak Lou Fang yang lansung melesat kearah Jung lu.
Akan tetapi Lou Fang tiba-tiba terhenti saat melihat sebuah pisau berada di leher Lou Hua.
"Jikalau kamu mendekat satu langkah saja!! Maka kamu akan melihat istrimu mati secara mengenaskan!!" ancam Jung lu.
"Lou Fang kamu yang salah!!, Semua ini tidak akan terjadi jikalau kamu Memberikan hukum mati pada si bocah sombong itu!! Tetapi apa yang terjadi, kamu malah membelanya saat dia berada di pengadilan sakte!!" teriak Jung lu
**
Swuuss!!
Tranggg!!
__ADS_1