Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Menyindir


__ADS_3

Xiang Yu saat ini sedang bimbang saat mendengar penjelasan dari Xhin akan tetapi dengan suara berat dia berkata kepada Xhin. " bukannya aku tidak percaya kepadamu Xhin Gege, tapi aku butuh penjelasan dari orang yang kamu maksud itu" sahut Xiang Yu yang terlihat mematung dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mengerti perasaan kamu Yu'er, karena kenyataannya seperti ini lah yang membuat dendam ku untuk membunuh Kaisar Langit sangatlah besar, dendam kamu atas kematian ayahmu juga adalah dendamku. Aku akan membuat langit menjadi merah akibat dipenuhi aura kematian dan tanah menjadi hitam karena banjir darah ribuan orang yang bersalah karena hal itu" ucap Xhin yang tiba-tiba menghilang dari depan Yao Yao lalu muncul di depan Xiang Yu sambil memeluk tubuh wanita yang terlihat mungil itu.


"Terima kasih Gege, aku akan berlatih dengan keras agar aku kayak mendampimu di pertempuran berdarah nantinya" ucap Xiang Yu di selah tangisannya.


Setelah selesai dari situ, mereka bertiga menjalani hari-hari bersama selama beberapa hari. Kini sudah seminggu lebih Xhin menjalani hari-harinya bersama kedua calon istrinya itu dengan saling bermanja-manjaan.


Akan terasa sangat aneh jika ada orang lain yang melihat Xhin yang terlihat seperti anak kecil di depan kedua perempuan yang dicintainya itu, Xhin yang terlihat dingin dan sangat berwibawa kini berubah tiga ratus enam puluh derajat di hadapan kedua wanita itu.


Xhin yang ingin pergi mencari Shan Dro kini terkejut dengan kedatangan Shan Dro bersama delapan murid Elite lainnya ke kediamannya, kedatangan mereka ke kediaman Xhin hanya sekedar bertamu dan juga untuk mengenal kedua calon istri Xhin.


Xhin lansung meminta kedua calon istrinya untuk mempersiapkan jamuan untuk teman-teman seperjuangan Xhin, walaupun tidak sepenuhnya hanya untuk bertamu tetapi ada juga yang datang untuk melihat calon istri Xhin yang digadang-gadang sebagai perempuan tercantik di Sakte Petir Langit.


Sikap manja kedua calon istrinya itu membuat wajah Yeu Fan menjadi sangat panas, dia tidak menyangka kedua calon istri Xhin memiliki kecantikan yang tidak dimiliki seorang wanita di kerajaan Shandian.


Melihat wajah Yeu Fan yang terlihat kesal, Chi Cheng seketika tersenyum lucknut. Dia ingin mengejek Yeu Fan habis-habisan, karena selama ini Chi Cheng yang menjadi bahan ejekan mereka karena memiliki tubuh gendut.


"Ehm... Aku tidak menyangka calon istri Xhin memang sangat cantik, bahkan melebihi kecantikan saudari Fan'er" ucap Chi Cheng kepada Jixi yang berada di sampingnya, sebenarnya perkataan Chi Cheng tertuju ke pada Yeu Fan yang berada di belakangnya.


"Woi... Gendut!! Apa yang kamu katakan, kamu ini cari mati yah" telepati Jixi yang tersenyum masam.


"Heheh... Ini pembalasan dendam" balas telepati Chi Cheng kepada Jixi.


Mendengar ucapan Chi Cheng, Yeu Fan seketika merasa ditampar oleh kenyataan bahwa dia tidak layak untuk menjadi istrinya Xhin.

__ADS_1


Saat Chi Cheng menoleh ke belakang dia melihat Yeu Fan sedang berdiri termenung dengan wajah tertunduk ke bawah, Chi Cheng juga dapat melihat dengan jelas air mata Yeu Fan jatuh membasahi lantai.


"Apa aku berlebihan, Kenapa dia lansung menangis? tepat sasaran kah?" batin Chi Cheng.


"Melihat betapa cantiknya kedua calon istri Xhin... Membuat aku kini menjadi sadar diri akan kekuarangan ku dan tidak pantas di samakan dengan seorang Xhin" ucap Jixi yang terdengar jelas oleh semua orang.


"Sadar diri bung" sahut Chi Cheng menepuk pundak Jixi.


"Iya... Aku juga masih tau diri, kaga seperti temanku yang satu ini" jawab Jixi menatap Chi Cheng " udah jelek tidak tau diri pula, menghayal jangan terlalu ketinggian bung, Kalau jatuh, sakit pasti.. apalagi bukan luka fisik tapi luka di hati, Hahaha..." Jixi tertawa yang jelas terlihat sangat di paksakan karena semua orang tau kalau percakapan dia dan Chi Cheng di tujukan ke Yeu Fan.


"Heheh... Kalian berdua dari tadi kelihatannya senang banget ngejekin aku" sahut Yeu Fan yang sedari tadi terdiam, raut wajah Yeu Fan kini terlihat sangat menakutkan dengan senyumnya yang Terlihat seperti Joker.


"Ma.. ma.. mana mungkin kita berdua ngejekin kamu, mana berani kita. Benar kan Jixi" jawab Chi Cheng menyenggol bahu Jixi, tetapi Jixi yang slow respon membuat Chi Cheng kini terlihat ketakutan sambil menelan Salivanya dengan kasar "Jixi! Benar kan Kita tidak bermaksud ngejekin saudari Fan'er" bentak Chi Cheng yang lansung menginjak kaki Jixi.


"I.. Iya bener banget sum.." belum selesai menjawab telapak kaki kanan Yeu Fan tiba-tiba melayang menghantamkan pipi kiri Jixi Hinga terlempar keluar menembus dinding rumah Xhin. Saat melihat Jixi terlempar, raut wajah Chi Cheng kini menjadi pucat.


"Kamu yang memulai ini semua kan?" Ucap Yeu Fan yang membalikkan pandangannya ke arah Chi Cheng yang terlihat sudah sangat ketakutan.


"Ehm... Jadi beg.."


Braak!!


Kaki Yeu Fan juga menyusul ke atas pipi Chi Cheng, dengan refleks yang sangat cepat Chi Cheng lansung mengangkat tangannya menangkis kaki Yeu Fan, tetapi tetap saja tidak bisa menghentikan tendangan Yeu Fan, sehingga Chi Cheng lansung dibuat terbang menembus dinding rumah Xhin di sebelah lubang yang tercipta oleh Jixi pertama tadi.


"Xhin Gege kenapa temanmu berantem, apa mereka berdua tidak mati?" tanya Yao Yao yang terlihat keheranan.

__ADS_1


"Biarin aja kakak ipar, mereka berdua cari mati sendiri, udah tau Yeu Fan lagi sedih malah di ledekin dan juga mereka berdua itu tidak mudah mati kok, kalau mudah pun sudah dari dulu itu" jawab Jin Ton menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kini terlihat Yeu Fan sedang menjewer telinga Chi Cheng, tangan Yeu Fan juga lansung menjepit telinga jixi. Walaupun hanya terlihat Yeu Fan menjewer pelan telinga mereka tetapi Yeu Fan menggunakan hampir 70% kekuatannya.


"Kakak yang paling cantikkkk aku minta maaf karena terlalu bodoh sehingga membuatmu marah, aku mohonnn telingaku nanti putus ini" Chi Cheng memohon sambil memegang tangan Yeu Fan yang menjepit telinganya.


"Dewi Yeu Fan yang agung, kecantikanmu tidak bisa di bandingkan dengan siapapun, tetapi saudara Xhin tidak mempunyai mata untuk melihat betapa cantiknya dirimu, aku mohon belas kasihan darimu Dewi... Apa gunanya wajah tampanku kalau satu telingaku hilang" Jixi juga melakukan hal yang sama dengan Chi Cheng.


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2