
"Terima kasih anak muda, aku tidak menyangka ada orang yang sangat baik hati sepertimu, namaku Pi Kire dan cucuku bernama Pi Fo, kami akan selalu mengingat kebaikanmu" ucap kakek tua tersebut.
"Namaku adalah Mao Le, dan saudaraku yang membuat Pill itu bernama Xhin" ucap Mao Le.
"Apa Xhin!! apakah Xhin yang kamu maksud adalah Xhin si Pembantai berdarah dingin" Ucap kakek tua dengan raut wajah terkejut.
"Ternyata nama Xhin sudah sangat terkenal, bahkan orang-orang di luar kerajaan Jingziao juga mengetahuinya" batin Mao Le.
"Benar senior, tapi dari mana senior mengetahui nama saudaraku" ucap Mao Le bertanya.
"Aku mengetahuinya saat berada di pasar gelap, aku mendengar orang-orang bercerita tentang seorang pemuda bernama Xhin, dia membantai Sakte Tulang Merah dan Keluarga Jung yang di katakan sebagai salah satu Sakte dan keluarga terkuat di kerajaan Jingziao sendirian" Jelas kakek tua.
"Xhin, bahkan orang-orang kerajaan lain saja mengetahui kehebatanmu" batin Mao Le.
"Baiklah, senior aku pamit pulang dulu, aku harus meningkatkan kekuatanku sebelum saudaraku pulang" ucap Mao Le.
"Pi Fo, kamu harus rajin berlatih untuk menjadi kuat, dan juga kamu harus berhati-hati agar tidak lagi terkena racun" ucap Mao Le sambil mengusap kepala Pi Fo.
"Terima kasih kakak Mao Le karena sudah Mau menyembuhkan aku" jawab Pi Fo
"Terima kasih tuan Mao Le, dan berhati-hatilah di jalan" ucap kakek tua.
Setelah itu Mao Le lansung melesat pergi masuk ke dalam hutan di malam hari, Mao Le melewati hutan untuk kembali ke kerajaan Jingziao.
Mao Le Kembali ke rumah danau, tidak terasa selama delapan jam perjalanan kini Mao Le telah sampai.
Mao Le sampai di rumah danau tengah malam, Mao Le lansung duduk di bawah pohon wisteria untuk menyerap semua inti Beast monster satu persatu.
Mao Le mulai mengikuti cara Xhin dalam menyerap inti beast monster yaitu, dia menumpuknya sebanyak mungkin lalu menyerap semuanya secara bersamaan.
Akan tetapi Xhin juga menggunakan array penyerapan, beda dengan Mao Le yang melakukannya seperti amatiran.
Selama satu bulan menyerap kini Mao Le telah menghabiskan banyak inti Beast monster dan kini hanya tersisa Batu Unsur angin.
"Adik Ju, kamu seraplah batu unsur api ini, baru unsur api ini sangat berguna untuk menaikkan tingkat pelatihan dan juga akan menambah pemahaman elemen api" ucap Mao Le sambil memberikan sebuah Batu Unsur api.
"Kakak Le, apakah ini tidak apa-apa" ucap Long Ju.
__ADS_1
"Tidak, kamu yang lebih berhak mendapatkannya karena kamu memiliki elemen Api, berbeda denganku yang memiliki elemen angin, tapi kamu tenang saja karena aku juga mempunyai batu unsur angin" ucap Mao Le yang menunjukkan batu unsur angin miliknya.
"Terima kasih kakak Le" jawab Long Ju yang mulai meditasi untuk menyerap Batu Unsur.
Mao Le juga lansung menyerap Batu Unsur angin, selama lima hari menyerap kini Mao Le merasakan dia akan segera menerobos, dan benar saja tidak menunggu lama kini terdengar suara Ledakan terendam dari dalam tubuh Mao Le.
Bang!!
Kini Mao Le telah menerobos ke tingkat Holly Tyran, Mao Le langsung menyempurnakan pondasi pelatihannya, pemahaman elemen Anginnya juga telah meningkat drastis.
Bersamaan dengan itu Long Ju juga menerobos ke tingkat Holly Tyran, setelah menembus ke tingkat Holly Tyran kini seluruh kristal energi murni dan batu unsur telah diserap habis.
Hanya tinggal Pill Liliang tingkat langit, pemahaman elemen apinya juga telah meningkat drastis.
***
Di dunia Naga.
Xhin yang sedang berkultivasi kini dia telah melewati tiga bulan, energi Qi dan energi Hampa yang diserap oleh Xhin sangat banyak.
Bahkan dalam radius 5000 Mill telah diserap oleh Xhin, energi Hampa yang berada di dunia Naga juga telah habis di serap.
Xhin merasakan sedikit lagi dia akan menerobos secara besar besaran, tiba-tiba lonjakan energi spirit yang berada di Dantian-Nya mengalir hebat menuju ke seluruh aliran Meridiannya.
Bang!!
Bang!!
Bang!!
Terdengar suara bunyi ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin, ledakan-ledakan terus terdengar selama beberapa jam.
Akan tetapi ledakan masih terus terdengar tetapi Xhin tidak mempedulikannya, Xhin hanya berfokus untuk menjaga agar Dantian-Nya tidak terluka selama peningkatan.
Bunyi suara ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin sudah tidak terhitung lagi banyaknya.
Kini Xhin sudah berada di tingkat Holly Monarch tahap Enam, kecepatan Xhin dalam meningkatkan kekuatannya sangat gila, Xhin kemudian berdiri lalu menghilangkan Array dan Rune formasi penyerapan.
__ADS_1
"Energi spirit di dunia ini Sudah sangat tipis, aku yakin akan membutuhkan waktu lama untuk energi spirit di sini kembali seperti semula" batin Xhin.
Tiba-tiba langit di tutupi oleh awan Petir kesengsaraan, terdengar suara gemuruh Petir di atas langit.
"Oh.. tidak, kesengsaraan Petir Lagi" gumam Xhin yang langsung melesat keluar dari Goa tersebut.
Setiap kultivator atau petarung yang telah sampai di tingkat Expert akan dihadapkan dengan kesengsaraan langit, kalau petarung tersebut terus melangkah ke tingkat Saint maka dia akan kembali mengalami kesengsaraan Petir.
Xhin kini telah berada di hamparan Padang rumput, dia akan menerima Kesengsaraan Petir di tempat tersebut.
Tidak menunggu lama kini Petir ungu dalam jumlah yang sangat besar telah berkumpul di langit.
Duaaarrtt!!!
Kesengsaraan Petir pertama telah melesat turun kearah Xhin, Xhin yang melihat itu hanya tersenyum.
Baaamm!!!
Tubuh Xhin seketika disambar petir kesengsaraan yang pertama, tanpa menunggu lama kini kesengsaraan Petir yang kedua juga akan segera dimulai.
Petir yang sama kini kembali melesat turun ke arah Xhin yang Baru saja menerima Kesengsaraan Petir pertama tadi.
DUUAAARRT!!
DUUAAARRT!!
DUUAAARRT!!
Xhin melewati kesengsaraan Petir kedua sampai sampai ke delapan dengan aman, energi petir dari petir kesengsaraan yang diserapnya juga sangat banyak tetapi tidak membuatnya kembali meningkat.
Saat melihat langit berwarna merah Xhin lansung tersenyum, dia telah mengetahui kalau kesengsaraan langit yang dihadapinya tetap di ikuti oleh Petir Merah.
Terlihat Petir Merah dalam jumlah yang sangat besar telah terkumpul dan langsung melesat turun kearah Xhin.
DUUAAARRT!!!
Xhin lansung terlempar ke atas tanah, walaupun dia tidak merasa sakit tetapi daya tolakan Petir merah kali ini sangat kuat, sehingga membuatnya terlempar ke atas tanah.
__ADS_1
"Aku sudah menyerap Petir merah dalam jumlah besar, tapi kenapa aku tidak meningkatkan seperti pertama kali menghadapi kesengsaraan Petir" Gumam Xhin.
Setelah itu Xhin bermeditasi untuk menyempurnakan pondasi pelatihannya, beberapa menit kemudian Xhin telah selesai menyempurnakan pondasi pelatihannya.