
"Kenapa kamu tidak takut denganku, apakah kamu sudah pasrah untuk pergi ke neraka" ucap Xhin yang merasa bingung saat melihat ekspresi salah seorang wanita tersebut.
"Dengan pria tampan seperti mu aku rela ke neraka sekarang juga" ucap perempuan tersebut.
Hahaha....
"Kamu begitu unik, sini ikuti aku kita pergi ke tempat yang telah di tentukan, kalian juga" ucap Xhin.
Seketika semua perempuan tersebut menjadi bingung "apakah kamu bukan hantu" salah seorang bertanya.
"Bukanlah, aku ini masih hidup... Ayo kita pergi, tetapi sebelum itu kalian ambillah inti beast monster itu untuk menaikkan tingkat pelatihan kalian" ucap Xhin.
Setelah menunggu mereka selesai mengambil inti beast monster, mereka semua lansung melesat mengikuti Xhin.
"Siapa nama kalian" Xhin bertanya.
"namaku Ming Mei" ucap salah Seorang perempuan yang memiliki rambut merah muda dengan pakaian berwarna selaras dengan rambutnya.
"aku Ming Yin, Ming Mei adalah kakakku" ucap seorang perempuan yang memiliki warna rambut yang sama tetapi dia memakai terusan berwarna biru.
"aku Tan Fen"
"Xuan Hu"
"Ye Nie"
ucap mereka masing-masing memperkenalkan diri kepada Xhin.
Lama berjalan kini mereka bertemu dengan sekawanan serigala.
"Tebasan ruang"
Slash!
Slash!
Slash!
Seketika sekawan beast monster serigala dengan jumlah 16 ekor mati dengan tubuh terpotong-potong.
"Ambillah inti beast monster itu" ucap Xhin.
Mereka menjadi takut saat melihat Xhin dengan cepat memotong-motong tubuh sekawan beast monster serigala hanya dengan berdiri lalu mengeluarkan pedang.
"Kenapa kalian malah bengong, cepat ambil inti beast monster itu dan kita harus cepat menuju tempat tujuan kita" ucap Xhin.
Seketika mereka semua tersadar lalu mengambil inti beast monster.
__ADS_1
"Senior Xhin, apakah tidak masalah kami mengambil semuanya" Ming Mei bertanya.
"Kalian ambil saja, lagian aku sedang mengalami hambatan berkultivasi, aliran merdian ku tersumbat, bahkan jarum perak tidak bisa menembus kulitku, tubuhku sangat keras, jikalau kalian tidak percaya, kalian bisa menebas tanganku" ucap Xhin.
"Senior, apakah kamu serius, aku akan mencoba menebas tanganmu" ucap salah Seorang perempuan bertanya untuk memastikan, perempuan tersebut adalah Ye Nie.
"Benar!!! kamu bisa menggunakan seluruh kekutan mu" ucap Xhin meluruskan tangannya
"Baiklah senior jangan menyesal" ucap Ye Nie lalu menebas tangan Xhin.
Traangg!!!
Tiba-tiba pedang milik perempuan tersebut hancur saat membentur kulit Xhin.
Seketika kelima perempuan tersebut kembali tercengang "bagimana mungkin, padahal aku sudah menggunakan seluruh kekuatan ku dan juga pedang ku jadi rusak" ucap perempuan tersebut.
"Ayo kita pergi" ucap Xhin.
Mereka lansung menuju ke tempat yang telah ditentukan, lama berjalan kini mereka telah tiba di tempat tersebut.
Setelah tiba, mereka semua mengambil satu kristal energi, termasuk Xhin juga mengambil, setelah itu mereka lansung masuk ke formasi teleportasi.
Swuusss!
Mereka kini telah tiba di dalam Sakte, akan tetapi semua murid di kejutkan dengan munculnya Xhin dengan ke lima perempuan tersebut.
"Xhin, Xhin itu kamu kah" ucap Lou Fang.
"Hormat Master sakte, benar ini saya Xhin" ucap Xhin.
Seketika semua murid menjadi heboh, karena mereka juga pernah mendengar kisah Xhin yang membuat tetua Jung lu sampai sekarang belum sadarkan diri.
"Master Sakte, di mana Mao Le, Lou Rin dan Wu Jie" Xhin bertanya.
"Rin'er berada di Pagoda Lotus, sedang Wu Jie berada di rumah mu, akan tetapi Mao Le sedang di tawan oleh kekaisaran Yunxa, karena kekaisaran kita sedang berperang melawan kekaisaran Yunxa dan Mao Le juga mengikuti perang beberapa bulan yang lalu" ucap Lou Fang.
Seketika aura kematian meledak keluar akibat Xhin yang telah marah mendengar kabar Mao Le.
"Xhin, kendalikan dirimu, aku akan menemanimu pergi membebaskan Mao Le" ucap Lou Fang.
"Tidak master Sakte, hanya aku yang akan pergi, master hanya perlu mengantarku ke Medan perang" ucap Xhin.
Semua orang yang berada di situ telah kembali bernafas dengan lega saat Xhin menarik kembali aura kematian.
"Kalian semua boleh bubar" ucap Lou Fang.
Dengan cepat, berita tentang Xhin menyebar ke seluruh sakte, banyak sekali murid-murid ingin melihat Xhin, karena mereka juga telah mengagumi Xhin yang berani melawan tetua Jung lu.
__ADS_1
Akan tetapi mereka tidak bisa menemukan Xhin, karena Xhin dan Lou Fang sudah pergi menuju Pagoda Lotus.
Setibanya di pagoda Lotus, Lou Fang menyuruh pelayan untuk memanggil Lou Rin, lama menunggu kini Lou Rin telah datang.
"Ayah-" ucapan Lou Rin terhenti saat melihat Xhin.
"Ka- kamu" ucap Lou Rin dengan suara bergetar.
"Ini aku, Xhin" ucap Xhin.
Lou Rin tiba-tiba lansung lari memeluk Xhin, Xhin menjadi canggung saat di peluk Lou Rin bukan karena di peluk, tetapi Xhin canggung karena Lou Fang juga berada disitu, Xhin bahkan tidak berani menatap Lou Fang.
Hik.. hik.. hik..
"Kami sudah berusaha mencari mu dengan membongkar reruntuhan goa, tetapi kami tidak bisa menemukan mu" ucap Lou Rin
"Xhin yang sekarang kini sudah lebih tampan dari yang dulu" batin Lou Rin
"Lou Rin, tenanglah.. disini ada ayah mu, aku jadi malu tahu" ucap Xhin berbisik.
Lou Rin lansung tersadar dia sedang memeluk Xhin.
"Maaf.. karena begitu lama kita tidak berjumpa jadi aku hanya-"
"Hanya apa?, Kayaknya kamu sudah mulai dewasa ya.. Rin'er" ucap Lou Fang memotong.
"Ayah!! kenapa sih suka ledekin aku" ucap Lou Rin mencubit tangan Lou Fang dengan wajah memerah.
"Xhin, kamu lihatkan Rin'er sudah dewasa" ucap Lou Fang.
"betul master Sakte, Lou Rin sudah sangat dewasa dan Lou Rin kenapa wajahmu memerah apakah kamu sakit" ucap Xhin bertanya.
"Ti- tidak kok, wajah ku tidak memerah dan juga aku baik-baik saja" jawab Lou Rin yang menahan malu.
"Aku akan pergi menyelamatkan Mao Le dan sebelum itu aku ingin mengganti pakaianku, pakaian ini sudah terlalu lama dan sudah rusak" ucap Xhin.
"Sebentar, aku akan mengantar mu membeli pakaian dan ini hasil keuntungan penjualan Pill, sekarang kita juga telah kehabisan Pill yang kamu buat" ucap Lou Rin.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua lansung melesat ke arah pasar, kini mereka telah tiba di sebuah tempat yang menjual pakaian.
"Aku akan memilih pakaian untuk mu" ucap Lou Rin.
Lou Rin lalu mengambil sebuah setelah jubah berwarna merah "ini cocok untuk mu" ucap Lou Rin.
"Ini seperti jubah pertempuran ku di kehidupan sebelumnya" batin Xhin.
"Baiklah" Xhin mengambil setelan tersebut lalu kamar ganti.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Xhin telah keluar dari kamar ganti, Lou Rin menatap Xhin bahkan tidak berkedip sekalipun.