Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Pergi Ke Perpustakaan


__ADS_3

Mao Le yang baru pertama kali melihat Xhin begitu marah menjadi tercengang, begitu juga Lou Rin dan Wu Jie, mereka bertiga juga ketakutan saat merasakan aura kematian milik Xhin.


"Ini uangnya" ucap Jung Xen memberikan 10 coin emas.


Setelah Jung Xen memberikan 10 coin emas, Xhin kembali melemparkannya keluar kedai, seluruh anak buah Jung Xen langsung berlari keluar kedai menyusul Jung Xen saat melihat bos mereka dilempar ke luar.


"Xhin.. siapapun kamu, aku akan membuatmu menyesal" ucap Jung Xen yang telah di papah oleh anak buahnya.


"Tidak ku sangka kamu begitu hebat, kamu bisa membuat salah seorang murid jenius tidak berdaya" ucap Wu Jie.


"Dia memang pantas mendapatkannya, tetapi kamu harus berhati-hati Xhin, Jung Xen memiliki seorang paman yang menjadi Tetua di Sakte ini, kekuatan pamannya sangat tinggi dengan memiliki tingkat pelatihan Tyran menengah" ucap Lou Rin.


"Tidak masalah, jikalau dia dan pamannya ingin berkunjung ke neraka maka akun akan mengantarkan mereka, aku akan lebih berhati-hati karena sekarang tingkat pelatihan ku masih rendah" ucap Xhin.


"Xhin dari mana kamu mendapatkan aura semengerikan itu dan juga kamu sudah lebih kuat dari padaku, padahal dulu aku yang suka melindungi mu" Mao Le bertanya.


"Itu karena dulunya sebelum kita berdua bertemu, aku telah menjadi seorang Jendral di sebuah kerajaan dan aku terlibat dalam setiap peperang, aku juga sudah membunuh jutaan orang" ucap Xhin mengarang cerita.


"Hahaha.. jadi apa jendral?, Jadi waktu umur kita masih tujuh tahun kita berdua bertemu tetapi sebelum itu, kamu sudah menjadi seorang Jendral yang banyak membunuh orang, kamu begitu luar biasa Xhin, menjadi jendral di umur enam tahun dan seingat ku, dulu kamu begitu penakut dan juga sangat cengeng, masa seorang Jendral seperti itu" tutur Mao Le yang tertawa terbahak-bahak, begitu juga Wu Jie dan Lou Rin yang mendengar ucapan Mao Le.


"Jadi kalian berdua sudah bersama sejak kecil, tapi dari mana asal mu Mao Le" Lou Rin bertanya.


"Entahlah.. yang aku ingat cuman aku berada di sebuah kapal dengan kedua orang tua ku akan tetapi semua orang menjadi panik dan tiba-tiba kita tenggelam dengan kapal lalu sisanya aku tidak ingat dan di saat aku sadar, aku terdampar di pasir pantai dan disaat itu aku kelaparan dan mencuri apapun yang bisa dimakan, hahaha sudahlah itu sekarang tidak penting" ucap Mao Le mengalihkan pembicaraan saat melihat raut wajah kedua perempuan itu telah berubah.


"Maaf yaa, aku tidak tahu" ucap Lou Rin.


"Terus kamu Xhin, kamu dari mana" Lou Rin kembali bertanya.


"Entahlah aku juga tidak begitu mengingat tempat asal ku, aku hanya mengingat saat kedua orang yang menculik ku terbunuh dan aku lari menelusuri hutan, setelah itu aku menaiki sebuah kapal yang menuju kota ini, aku terus berkeliaran di jalanan sampai bertemu dengan Mao Le" ucap Xhin yang berusaha mengingat ingatan pemilik tubuh.

__ADS_1


"Oh.. iya dulunya saat aku menanyai nama mu, kamu hanya bilang Xiao Xhin tetapi sampai sekarang aku hanya memanggil mu Xhin" ucap Mao Le.


"Di daratan ini tidak ada yang bermarga Xiao, berarti kamu tidak berasal dari daratan ini, aku akan membantu mu mencari keluarga mu" ucap Lou Rin.


"Tidak usah repot-repot dan juga palingan keluarga ku sudah tidak mengingat ku apalagi mengenaliku" ucap Xhin.


"Baiklah tetapi aku akan mencobanya, bisnis keluarga kamu begitu terkenal di banyak tempat di berbagai benua ini, jadi aku akan dengan mudah mencari keluarga mu" ucap Lou Rin.


"Terserah kamu saja jikalau kamu memaksa" ucap Xhin.


"Ayo kita pergi ke perpustakaan, di sana terdapat banyak jurus-jurus yang bisa kamu pelajari" Lou Rin mengajak mereka bertiga


"Ok.. tetapi bagi mana dengan pagoda Lotus, apakah kamu tidak mengurusnya" Xhin bertanya.


"Tidak perlu Kawatir, selama ini aku hanya mengawasi dan sisanya di kerjakan oleh para tetua dan anggota keluarga.


"Baiklah, Ayok jalan" ucap Xhin.


"Kita lansung saja ke lantai 5, di sana lebih bagus dari lantai 4 ke bawah" ucap Wu Jie.


Mereka langsung menuju ke lantai lima, setibanya di sana Xhin melihat begitu banyak Buku jurus yang terdapat pada rak-rak buku.


Kamu ingin memilih jurus apa?" Lou Rin bertanya.


"Aku lebih senang menggunakan Pedang" ucap Xhin yang membentuk sebuah pedang dengan energi spiritualnya.


"Bagimana bisa, apakah kamu sudah mencapai teknik berpedang tertinggi" ucap Wu Jie.


"Tidak kok.. aku masih pemula" ucap Xhin.

__ADS_1


"Xhin kamu jangan membohongi ku, tidak ada seorang pemula yang dapat membentuk pedang menggunakan energi spiritual, aku mengetahuinya karena aku juga merupakan pendekar Pedang" ucap Wu Jie.


"Kalau kamu tidak percaya kamu bisa bertanya kepada Mao Le, aku baru belajar beberapa Minggu yang lalu" ucap Xhin.


"Benar aku juga baru belajar bersama Xhin beberapa Minggu yang lalu, tetapi aku tidak sehebat Xhin" ucap Mao Le.


"Apa? Jadi yang Rin ceritakan itu semuanya tidak benar" Wu Jie balik menatap Lou Rin.


"Hehehe.. itu semua aku lakukan supaya ayahku mau menerima mereka berdua untuk masuk kedalam Sakte, tetapi kamu sudah lihat kan kehebatan mereka" ucap Lou Rin.


"Iya sih.. tetapi kamu adalah orang paling jenius yang baru pertama ku temui, aku tidak menyangka hanya beberapa Minggu belajar kamu sudah sehebat ini" ucap Wu Jie.


"Xhin ini mempunyai rahasia begitu dalam, tetapi tidak masalah kalau dia tidak mau memberitahu ku" batin Wu Jie.


Mereka kemudian memilih beberapa buku jurus, akan tetapi Xhin belum memilih apapun karena dia merasa tidak ada yang cocok untuknya.


Lama mencari tiba-tiba pandangan teralihkan pada sebuah buku yang telah usang berdebu, buku tersebut berada di rak paling bawah.


"Buku apa ini, kayaknya buku ini begitu bagus" batin Xhin yang mengambil buku tersebut.


"Xhin, apakah kamu sudah memilih buku jurus" ucap Lou Rin yang membuat Xhin terkejut.


"Belum sih, tapi aku rasa buku ini begitu menarik" ucap Xhin menunjukkan buku yang dia pegang.


"Buku ini tidak ada yang mau mempelajarinya, karena buku ini tidak begitu lengkap dan juga bahasanya tidak ada orang yang bisa menerjemahkan" ucap Lou Rin.


"Aku akan melihatnya sebentar" ucap Xhin.


"Baiklah, aku akan pergi melihat-lihat buku-buku yang lain" ucap Lou Rin.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2