Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Puncak Pemahaman Pedang


__ADS_3

Terlihat genangan darah mulai mengalir menutupi tempat tersebut, tidak ada yang dapat melarikan diri dari kematian yang Xhin janjikan.


Bauh amis darah juga telah tercium di tempat tersebut, Shan Dro dan yang lainnya terutama Yeu Fan tidak menyangka bahwa Xhin akan sangat liar dalam menghabisi lawannya.


Hanya dalam waktu satu menit, Xhin telah meninggal kepala ratusan orang, dan Pedang Rebellion terus menyerap kultivasi milik mereka semua.


Bang!


Terdengar suara ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin yang menandakan bahwa dia kembali naik tingkatan.


[Selamat, tuan telah naik ke Ranah Kaisar Dewa 7]


Xhin mulai menggila saat membantai satu persatu dari mereka tanpa perlawanan, mereka tidak dapat melihat pergerakan Xhin jadi mereka hanya berdiri menunggu giliran mereka untuk berpindah alam.


Jleeebb!


Xhin langsung menancapkan pedang Rebellion tepat di dada salah seorang yang tersisa dari ratusan peserta yang melawan Xhin dan teman-temannya.


Saat Xhin mencabut pedangnya dari tubuh orang tersebut, tubuh orang itu lansung jatuh terbaring di tanah dan disaat bersamaan, Shan Dro dan yang lainnya melihat pedang Rebellion menghilang dari tangan Xhin entah kemana.


"Huh... Maaf sudah membuat kalian menunggu aku terlalu lama" ucap Xhin sambil menyeka cipratan darah di wajahnya.


Sesaat Xhin terlihat sangat tampan dan sangat menyeramkan di waktu yang bersamaan, saat wajahnya terdapat darah.


Wajahnya yang putih bersih dan bibir merah merona terlihat sangat Menggoda para wanita, bahkan Yeu Fan hampir tidak kuat menahan diri untuk mengecup pipi Xhin.


"Apakah ini Gunung Pedang, tapi bagaimana cara meningkatkan pemahaman berpedang" ucap Xhin bertanya untuk memecah keheningan.


"Uhm... Itu" ucap Chi Cheng sambil menunjuk sebuah batu besar terdapat ukiran tiga kalimat di tengahnya.


Xhin juga langsung melihat kearah yang ditunjukkan oleh Chi Cheng, melihat itu Xhin kemudian berjalan mendekati batu tersebut.


"Untuk mencapai puncak pemahaman dalam berpedang, kita harus menyatukan hati, pikiran dan pedang. saat ke tiga telah menyatuh maka akan tercipta hawa pedang atau niat pedang, saat kita telah memiliki niat pedang maka segala sesuatu bisa di jadikan pedang, jika sudah memiliki niat pedang maka kita telah selangkah mendekati puncak pemahaman ilmu berpedang, itulah Kenyataan Tanpa Pedang" ucap Xhin membaca kalimat pertama yang berada di bagian atas.


"Setiap ayunan pedang memiliki perasaan, hilangkan perasaan yang ada untuk mencabut nyawa lawan kalian maka pedang akan terasa lebih tajam." ucap Xhin membaca kalimat kedua yang berada di tengah


"Inti Pedang, inti pedang adalah sebuah keyakinan terhadap pedangnya sendiri, inti pedang akan terbentuk jika seorang kultivator telah melewati ribuan pertempuran dengan pedangnya, sehingga dia dapat memahami pedang itu sendiri" ucap Xhin membaca kalimat yang ketiga.


Setelah membaca ketiga kalimat itu, Xhin lansung duduk bersemedi mencerna kalimat-kalimat tersebut.


"Keyakinan... Keyakinan! Aku mengerti, tidak pernah meragukan kemampuan pedangnya tetapi selalu percaya... tidak ada yang tidak bisa ditebas dengan pedang kita sendiri" batin Xhin yang sedang bersemedi.


Xhin langsung masuk kedalam dunia verden, bukan tubuhnya yang masuk melainkan hanya kesadarannya.


Xhin langsung membuka buku yang terdapat di atas altar tersebut, Xhin kembali membaca tulisan yang tertulis di bab kedua buku tersebut.


Bab II

__ADS_1


Teknik pedang cahaya.


I. Tubuh pedang.


II. Tebasan Ruang.


III. Tebasan semesta.


I. Tubuh pedang.


Teknik Tubuh pedang perupakan teknik yang membuat seluruh bagian tubuh menjadi tajam seperti pedang.


II. Tebasan ruang


Teknik tebasan ruang merupakan sebuah teknik pedang yang dapat membuat pengguna memunculkan sebuah ruang seperti area bertarung, orang yang berada di dalam ruang tersebut akan terpotong-potong sesuai keinginan pengguna.


III.


Tebasan semesta


Teknik ini merupakan teknik berpedang terkuat, teknik ini mempu membuat pengguna memotong apapun termasuk sebuah dunia hanya dalam sekali tebasan.


Syarat untuk menggunakan Teknik tebasan semesta yaitu seseorang harus memahami Pedang itu sendiri, dan tidak pernah meragukan pedangnya, baik pedang itu tumpul sekalipun akan menjadi tajam saat seseorang memahami inti Pedang.


Xhin lansung berfokus pada bagian ke tiga dari teknik berpedang "benar... Tidak salah lagi, keyakinan adalah segalanya" ucap Xhin.


Setelah itu Xhin lansung menciptakan sebuah dunia yang sangat besar dan dirinya seperti berada di luar angkasa.


"Keyakinan kepada pedang... Aku tidak pernah meragukanmu Rebellion" ucap Xhin.


Seketika pedang Rebellion mengeluarkan energi yang sangat besar, tangan Xhin yang sedang memegang gagang pedang Rebellion lansung terasa bergetar hebat.


Tiba-tiba pedang Rebellion lansung di selimuti oleh Aura berwarna merah kehitaman, ditengah bilah pedang Rebellion lansung tercipta sebuah garis di sisi kiri dan kanan.


***


Di dunia realitas


Mereka semua sedang melihat Xhin yang sedang duduk bersemedi tiba-tiba dikagetkan dengan kemunculan pedang milik Xhin.


Terlihat Pedang milik Xhin tersebut mengambang tiga kaki di atas udara depan Xhin yang sedang bersemedi, mereka semua lansung terkejut dan merasa kengerian Aura kematian yang tiba-tiba menyelimuti pedang Rebellion dengan sendirinya.


"Apa yang terjadi, kenapa pedangnya tiba-tiba seperti itu" ucap Jixi.


"Kalian semua! Menjauh lah!! Teriak Shan Dro yang mulai merasakan Niat pedang yang sangat tinggi keluar dari tubuh Xhin.


Mendengar teriakkan Shan Dro, seketika mereka semua melesat menjauh dari tempat tersebut.

__ADS_1


Niat pedang milik Xhin menebas apapun yang berada di dekatnya, bahkan di permukaan tanah dan pepohonan kering yang berada di situ semuanya hancur ditebas, sedangkan di permukaan tanah tercipta banyak sekali goresan seperti di tebas pedang.


****


Dunia Verden.


Xhin kini memegang gagang pedang Rebellion dengan kedua tangannya, dengan satu gerakan menebas, Xhin memajukan kaki kanannya lalu menebas dunia yang dia ciptakan tersebut.


"Tebasan Semesta"


SLASH!!!


BOOOMMMM!!!


Seketika dunia yang dia ciptakan tersebut lansung terbelah menjadi dua, dan juga di susuli dengan sebuah ledakan dahsyat yang terjadi di luar angkasa.


terlihat cincin api yang sangat besar tercipta dari ledakan besar tersebut.


"Sewaktu aku membelah Dunia Qilin kenapa tidak terjadi ledakan besar seperti ini" ucap Xhin kebingungan saat melihat ledakan besar yang tercipta akibat serangannya tadi.


"Energi spirit milikku juga terkuras sangat banyak, ini sangat aneh tidak seperti sebelum-sebelumnya" ucap Xhin lalu menghilangkan simulasi latihan di dunia Verden.


Setelah Xhin menggunakan jurus tersebut, dia merasakan energi Spirit miliknya terkuras setengah, padahal tidak seperti biasanya jika berlatih di dunia Verden karena tidak menggunakan energi spirit, kali ini entah kenapa sangat berbeda.


Setelah itu Xhin lalu keluar dari dunia verden dan berhenti bermeditasi, saat dia membukakan matanya di saat itu juga pedang Rebellion menghilang.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^Bersambung... :)^^^

__ADS_1


__ADS_2