
Lama perjalanan, mereka telah tiba di tengah laut, ombak dan badai besar menerpa kapal dan di tambah banyak monster burung maupun jenis kuda laut mulai mendekat ke arah kapal.
Para murid yang memiliki elemen angin, air dan es di perintahkan untuk mengatasi masalah tersebut.
Elemen angin memotong apa pun yang berada di udara, sedangkan elemen air dan es menyerang monster yang berada di dalam laut.
Empat hari berjalan, kini mereka yang menaiki kapal pertama telah menginjakkan kakinya di pantai pulau misterius, para murid sakte lansung melakukan penjelajahan.
Pulau misterius lumayan besar dengan diameter 500 mil, di dalam pulau misterius juga terdapat banyak jebakan yang di pasang oleh ras elf, sampai sekarang tidak ada satupun orang yang bisa menemukan ras elf yang berada di pulau misterius.
Xhin dan Mao Le keluar dari kapal, Mao Le mengantar jalan menuju goa misterius yang pernah dia temukan saat menyelinap dulu.
Akan tetapi Goa misterius tersebut sangatlah jauh dan berbahaya, dalam perjalanan, mereka menemukan berbagai jenis tumbuhan herbal untuk membuat Pill.
"Mao Le, tempat ini begitu kaya akan sumberdaya jadi jangan sia-siakan kesempatan sebagus ini, kita ambil sebisa mungkin" ucap Damse.
"Dante, dimana pun kamu berada, aku menemukan mu" Batin Xhin yang meremas kepalan tangannya.
GGGRRRR!!
GGOOAARR!!
Saat sedang berjalan, tiba-tiba seekor beast monster menghadang mereka, beast Monster tersebut tak lain yaitu seekor Singa yang memiliki ukuran yang sangat besar, tingginya hampir 3 meter dengan memiliki Surai api, wajah singa tersebut penuh dengan bekas luka, aura yang di keluarkan oleh singa tersebut begitu mendominasi area sekitar.
"Xhin apa yang akan kita lakukan, monster ini begitu kuat" ucap Mao Le yang sudah gemetar.
Singa api menyerang Xhin dan Mao Le dengan menebas cakarnya, terlihat tiga siluet bulan sabit melesat kearah Xhin dan Mao Le.
Mao berhasil menghindar serangan tersebut, saat siluet bulan sabit menyentuh Xhin, Xhin sudah menghilang dan muncul di atas kepala singa api tersebut.
"Tubuh pedang"
Boomm!!
Sebuah pukulan mendarat di atas kepala singa api, akan tetapi pukulan tersebut langsung melubangi kepala singa api tersebut.
Setelah membunuh beast monster singa api, Xhin kemudian mengambil inti monster dan menyimpan tubuhnya di cincin penyimpanan.
Setelah itu Mereka berdua berjalan ke arah pepohonan, setelah lama berjalan mereka sampai di sebuah hamparan Padang rumput.
"Xhin tempat apa ini, aku merasakan adanya bahaya besar yang sedang mengintai kita" ucap Mao Le.
"Apakah kita jalan memutar lagi, ini sudah sangat jauh jadi kita lewati saja jalan ini" ucap Xhin.
Mereka berdua langsung berjalan melewati hamparan Padang rumput tersebut.
Tanpa di sadari, sekawanan beast monster yang memiliki bentuk seperti seekor anjing, beast monster tersebut memiliki tinggi sekitar 2 meter akan tetapi pemimpin kawan atau alpha memiliki tinggi tubuh tiga meter.
"apakah itu Beast Monster Hiena, tetapi jumlah mereka sangat banyak dan juga mereka berada di tingkat Tyran, Mao Le kita berada dalam bahaya" teriak Xhin.
GGGOOOAAARRR!!!!
__ADS_1
sekawanan Beast monster Hiena menyerang mereka berdua dengan secara brutal, akan tetapi Xhin berhasil menghindar dari serangan beast monster Hiena.
"Bahaya.. Mao Le cepat pergi dari, sini...!" Xhin memegang baju Mao Le kemudian melemparkannya menjauh dari tempat tersebut, Mao Le terpental kearah barijan pepohonan.
Setelah melemparkan Mao Le, Xhin mengeluarkan pedang yang dia ambil dari Pagoda Lotus.
Xhin kemudian menghindari dari setiap serangan beast monster Hiena,
Xhin mengalirkan energi spirit ke pedangnya.
Xhin kemudian melesat ke salah satu beast monster Hiena yang sedang berdiri.
Slash!
Xhin menebas udara kosong, karena saat pedang Xhin hendak mengenai leher beast monster Hiena, beast monster Hiena sudah menghilang dari tempat tersebut.
"sial.. meleset" ucap Xhin yang kembali melesat mengimbangi kecepatan sekawan beast monster Hiena.
Slash!
Salah satu Kepala beast monster Hiena lansung terjatuh, akan tetapi sang Alpha sangat marah melihat bawahannya terbunuh.
Xhin terus-menerus memotong kepala salah satu beast monster Hiena yang lain.
Xhin begitu kewalahan melawan banyaknya beast monster Hiena yang menyerangnya.
tiba-tiba aura kematian begitu pekat menutupi tempat tersebut, kini tempat tersebut ditutupi kabut hitam yang tidak lain adalah aura kematian.
Slash!
Slash!
Slash!
setengah dari sekawan Hiena terpotong-potong menjadi bagian kecil-kecil.
Xhin yang sedari tadi terus bertarung sudah merasa sangat kelelahan dan juga energi Spiritnya banyak yang terkuras.
"Sial, jumlah terlalu banyak aku akan sangat kesulitan untuk mengalahkan mereka semua" ucap Xhin.
Xhin lalu melesat untuk memecahkan kawanan beast monster Hiena di dalam hutan, tetapi mereka semua masih tetap mengikuti Xhin.
Xhin kemudian melesat lurus kearah sebuah pohon besar.
tak!
Xhin menggunakan pohon tersebut sebagai tumpuan untuk melesat balik ke arah sekawan beast monster Hiena.
"Mati!"
Slash!!
__ADS_1
"satu tumbang kurang sembilan lagi" ucap Xhin.
Xhin berusaha sebisa mungkin menghemat energi spirit jadi dia tidak bisa menggunakan ke tujuh jenis api dan juga Petir.
Xhin kemudian membuat sebuah tombak menggunakan elemen ice, Xhin kemudian membalikkan badannya dan melempar tombak Ice tersebut.
"mati"
srakk!!
tubuh beast monster Hydra seketika tertancap tombak Ice dan tertanam di batang pohon.
"kurang delapan lagi"
Xhin kemudian kembali melesat ke arah Padang rumput, saat kedelapan beast monster Hiena telah berkumpul di Padang rumput Xhin lansung melancarkan serangan terakhirnya.
"Hujan Pedang"
Xhin mengayunkan tangannya ke arah sekawan beast monster Hiena.
bang!
bang!
bang!
ribuan pedang menghujani kedelapan ekor beast monster Hiena.
Xhin lansung ambruk di atas Padang rumput, Mao Le yang melihat Xhin telah selesai bertarung, ia langsung menuju ke Xhin yang sedang terbaring.
"kamu sangat hebat saudaraku" ucap Mao Le.
"Mao Le, kamu kumpulkan inti beast monster Hiena yang sudah aku bunuh, aku ingin mengembalikan energi spirit" ucap Xhin.
Mao Le lansung pergi mengumpulkan inti beast monster Hiena di dalam barisan pepohonan.
"Xhin begitu hebat, bisa mengalahkan anjing ini" ucap Mao Le.
"tombak Ice ini sangat kuat, bahkan bisa menancap di menembus beast monster anjing dan juga pohon ini" ucap Mao Le.
setelah mengumpulkan inti beast monster Hiena, Mao Le kembali ke tempat Xhin.
"ini Xhin, aku sudah mengumpulkan semuanya" ucap Mao Le.
totalnya ada tiga puluh inti beast monster Hiena yang terkumpul.
"kamu ambil lima belas dan aku lima belas untuk meningkatkan pelatihan" ucap Xhin.
hampir lima jam menyerap kini Xhin telah selesai menyerap seluruh inti beas monster, inti beast monster tidak hanya bisa memulihkan energi spiritnya.
Xhin melihat Mao Le yang masih menyerap inti beast monster, seharian menunggu kini Mao Le telah berhasil menyerap semua inti Beast monster Hiena.
__ADS_1
bersambung.