Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Alam Maut Level Pertama III


__ADS_3

"Cilaka!!" ucap Xhin menyilangkan kedua tangannya untuk menangkis serangan yang dilancarkan oleh beast monster kelabang raksasa.


Baamm!!!


Xhin langsung terlempar menghantam tumpukan beast monster yang menggunung.


"Cepat sekali, tapi lebih baik aku simpan dulu semua bangkai beast monster ini" batin Xhin.


Dengan sekali kebasan tangan Xhin lansung menyimpan semua tubuh beast monster yang telah dia bunuh, kedalam cincin penyimpanan di kesepuluh jarinya.


Mata semua orang seketika ternganga saat melihat Xhin menyimpan semua tubuh beast monster dengan sangat cepat, Xhin dapat melakukan dengan cepat karena dia juga menggunakan hukum Ruang untuk membantunya, kalau tidak maka tidak mungkin dia dapat menyimpan semuanya secepat itu.


"Semua telah beres maka aku akan mengamuk sesuka hati, tapi lebih baik aku sesekali menggunakan ilmu formasi" batin Xhin.


Xhin langsung membuat seratus lingkaran Rune formasi menggunakan pikiran, setelah itu Xhin lansung membentuk sebuah segel tangan dengan sangat cepat.


"Seratus lingkaran formasi"


Criing!!


Criiing!!


Criiing!!


Dalam sekejap Xhin langsung mengaktifkan seratus lingkaran formasi, yang terdiri dari satu lingkaran formasi utama dan sembilan puluh sembilan lainnya merupakan lingkaran formasi pendukung.


Dari kejauhan terlihat banyak sekali lingkaran formasi berwarna ungu yang muncul di atas langit.


Xhin langsung mengalirkan api hitam ke Rune formasi yang dia buat tersebut.


Saat melihat beast monster kelabang raksasa tersebut telah melesat untuk menyerangnya, Xhin lansung membentuk segel tangan untuk melancarkan serangannya.


"Raungan Macan Hitam"


Dari lingkaran formasi utama yang besar itu, muncul api hitam membentuk seekor macan hitam besar, dan sembilan puluh sembilan lingkaran formasi kecil menyalurkan energi yang sangat besar ke lingkaran formasi utama untuk memperbesar, serta memperkuat Macan Hitam yang dikeluarkan oleh lingkaran formasi utama.


Dua detik berikutnya Macan hitam itu lansung melesat selaras, Kearah Beast Monster kelabang raksasa.


Serangan formasi Xhin yang berbentuk Macan Hitam itu melesat dengan sangat cepat kearah Beast Monster kelabang raksasa, lalu keduanya lansung bertabrakan.


BOOOMMMM!!!


Seketika tercipta sebuah ledakan besar dan disertai dengan gelombang kejut yang sangat kuat, mengguncang tempat tersebut.


Bukan hanya beast monster kelabang saja yang terkena dampaknya, tetapi kesepuluh beast monster tingkat Kaisar Dewa juga terkena dampak dari ledakan besar tersebut.


Tetapi Beast Monster Elang yang berada di tingkat Heavenly Immortal tidak terkena dampaknya karena sedang terbang berputar di udara..


Crryyyaaaakkk!!!


Terdengar suara jeritan dari beast monster kelabang maupun kesepuluh beast monster tingkat Kaisar Dewa.

__ADS_1


Api hitam terus membakar tubuh dan jiwa beast monster kelabang dan kesepuluh beast monster tingkat Kaisar Dewa lainnya.


Kyyaakkk!!!


Beast monster Elang yang sedari tadi terbang di langit, lansung melesat turun dengan sangat cepat untuk menyerang Xhin.


Melihat itu Xhin tidak tinggal diam, dia langsung membentuk jarinya seperti pistol.


Xhin lalu menciptakan bola petir merah di ujung jarinya yang berbentuk pistol, bola Petir merah yang diciptakannya sebesar kelereng.


"Tembakan Pistol kematian"


Cupt!


Cupt!


Cupt!


Xhin menembak puluhan bola Petir merah kearah beast monster Elang yang melesat turun ke arahnya, akan tetapi semua serangan Xhin dapat dihindari dengan mudah oleh beast monster Elang.


Bola Petir merah yang Xhin tembakan tadi naik keatas mengarah ke beast monster Elang, akan tetapi karena dapat di hindari mengakibatkan bola Petir merah kembali turun ke tanah, lalu menghujani ratusan peserta lomba Alam Maut yang sedari tadi sedang menonton pertarungan Xhin.


Duaaarrtt!!!


Deerrrrttt!!!


Duaaarrtt!!!


Terdengar suara ledakan Petir Merah yang menghujani tanah, para peserta lomba Alam Maut langsung berlari menjauhi tempat tersebut.


Sedangkan Xhin lansung memanggil pedangnya yang tertancap tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Rebellion"


Xhin langsung menghilang dari tempatnya berdiri, kemudian muncul di atas punggung beast monster Elang tingkat Heavenly Immortal.


Seketika itu juga pedang Rebellion telah muncul di tangannya, Xhin langsung mengayunkan pedangnya secara vertikal dari atas, menusuk punggung beast monster Elang tersebut.


Jleeebb!!!


Kyyaakkk!!!


Pedang Rebellion lansung tertancap tepat di Inti Beast Monster Elang tersebut, seketika beast monster Elang meronta-ronta berputar di udara yang membuat Xhin terhempas dari punggungnya.


Pedang Rebellion lansung menyerap seluruh kultivasi beast monster Elang karena pedang Rebellion tertancap menembus Inti Beast Monster.


Braakkk!!!


Braakkk!!!


Beast monster Elang lansung menghantam tanah dan terus meronta-ronta sampai beberapa saat kemudian kini terdiam tak bernyawa.

__ADS_1


Sedangkan Xhin berjalan menuju ke tengah kobaran api hitam, Kobaran api hitam yang dikeluarkannya telah membakar sepuluh beast monster tingkat Kaisar Dewa dan satu beast monster kelabang yang berada di tingkat Heavenly Immortal, hingga menjadi debu meninggalkan inti beast monster di tengah kobaran api hitam yang tidak kunjung padam.


Xhin lalu mengambil inti beast monster yang seukuran bola futsal tersebut, sedangkan untuk Inti Beast Monster yang tingkat Heavenly Immortal memiliki ukuran lebih besar dari kesepuluh beast monster lainnya.


Xhin langsung menyimpan semuanya kedalam cincin penyimpanan miliknya, setelah itu Xhin lansung berteleportasi ke tubuh beast monster Elang.


Xhin lalu mencabut pedangnya dari tubuh beast monster Elang, tapi saat Xhin memegang gagang pedang Rebellion, seketika energi spirit dalam jumlah besar lansung mengalir masuk kedalam tubuhnya.


Bang!


Bang!


[Selamat, tuan telah naik ke Ranah Kaisar Dewa 8]


"Bagimana bisa! Pedang Rebellion lebih bagus jika digunakan untuk berkultivasi dari pada menyerap Inti Beast Monster secara langsung" batin Xhin.


"Xhin, apakah kamu baik-baik saja" ucap Yeu Fan menatap Xhin yang terlihat kelelahan.


"Aku baik-baik saja dan hanya butuh waktu untuk beristirahat" jawab Xhin.


"Xhin, serangan kamu tadi telah membuat banyak sekali peserta perlombaan Alam Maut mati, tampaknya mereka menyimpan dendam kepada kita, tapi kamu tenang saja kami bertiga cukup melawan mereka jika mereka menyerang kita" ucap Chi Cheng yang baru datang.


Tidak lama kemudian rombongan Shan Dro juga datang menemui Xhin dan Yang lainnya.


"Boss... Apakah kalian baik-baik saja" ucap Zui Bo bertanya kepada Shan Dro yang baru datang bersama rekan setimnya.


"Aku baik-baik saja..." Jawab Shan Dro kepada Zui Bo.


"Hei... Chi Cheng, aku kira kamu sudah mati" ucap Jin Ton memukul pelan dada Chi Cheng.


"Cih... Kamu kira aku selemah itu" belas Chi Cheng.


"Xhin... aku tadi melihat pertempuranmu tadi, selama ini aku mengira bahwa aku lebih kuat darimu, tapi setelah melihat pertempuran mu tadi... aku kini telah sadar bahwa kekuatanmu jauh melampaui kami semua, bahkan jika kami semua bergabung melawanmu belum tentu kami yang menang, kamu memang hebat Xhin. Aku harap kamu bisa menunjukkan kekuatan Sakte Petir Langit yang sebenarnya kepada seluruh Sakte" ucap Shan Dro.


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


|


^^^BERSAMBUNG... :)^^^


__ADS_2