
Lomba beradu tekanan Aura spirit pun dilakukan oleh ketiga orang tersebut, puluhan penonton yang memiliki tingkat kultivasi yang berada di tingkat Dewa hitam mulai berjatuhan.
Hanya dalam 10 detik tetapi siksaan dari aura penindasan tersebut serasa telah berlangsung selama berjam-jam, Master Sakte Pedang Api lansung melepaskan tekanan Aura spirit tingkat Heavenly Immortal 3 untuk meringankan beban yang di rasakan oleh walikota Jiang.
Sedangkan Master Sakte Petir Langit yang selama ini di anggap sebagai Master Sakte terkuat di antara para Master sekte yang lain, kini wajahnya seakan ditampar keras, dia tidak menyangka para pemimpin Sakte yang dulu tidak dipandang olehnya kini langsung menunjukkan taring mereka.
Sepak terjang Master Petir Langit telah dikenal luas di berbagai kerajaan dewa, dia dianggap sebagai jenius tidak tertandingi di angkatan mereka.
Dia juga di kenal sebagai Taring Biru karena setiap ayunan Pedangnya mengandung Petir yang memiliki intensitas tinggi untuk menebas lawan-lawannya, tidak banyak kultivator di dunia dewa yang selamat saat bertarung dengannya jadi Taring Biru sangat disegani, tetapi sekarang master Sakte Petir Langit itu merasa seperti katak di dalam sumur.
Semua orang di tempat tersebut merasa sangat tersiksa, kecuali Xhin yang hanya menatap ketiga Master Sakte yang sedang beradu tekanan Aura spirit.
Sesaat Xhin menatap teman-temannya yang berada di belakangnya, dia melihat raut wajah yang tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, tetapi mereka sangat tersiksa menahan tekanan energi spirit tingkat Heavenly Immortal tahap 4 yang tiba-tiba mendominasi tempat tersebut. terlihat urat-urat mulai bermunculan di leher dan sekitarnya pipi mereka semua, Shan Dro menatap Xhin sekilas dan seketika tubuhnya seperti dihantam gelombang kejut yang sangat kuat.
Whuuusss!!
Bhuusss!!!
Xhin langsung melepaskan tekanan Aura spirit Heavenly Immortal 4 dan Aura kematian secara bersamaan sehingga membuat Tekanan Aura spirit dan Aura membunuh dari ketiga Master Sakte lansung menghilang dan digantikan dengan tekanan kedua Aura intimidasi dari Xhin.
Kedua Aura intimidasi yang dikeluarkan oleh Xhin hanya berlangsung selama dua detik, tetapi dua detik itu Serasa telah berlangsung selama berjam-jam lamanya bagi orang lain tetapi tidak bagi master Sakte Tanah Ilahi yang juga berada di tingkatan yang sama.
"Siapa kamu sebenarnya, bagimana bisa bocah sepertimu memiliki tingkat kultivasi yang sangat tinggi di usia yang begitu muda, dan juga... Kenapa kamu bisa memiliki Aura kematian? Jangan bilang kamu berasal dari Ras iblis?" Ucap Master Sakte Api dewa.
Mendengar ucapan Master Sakte Api Dewa, semua orang yang masih sadar seketika lansung mewaspadai Xhin, sedangkan kedua Master Sakte lainnya lansung bersiap dengan kuda-kuda untuk menyerang.
__ADS_1
"Kelemahan membuat kalian bisa berpikir apapun tentang aku, bukan hanya Ras iblis yang mempunyai Aura Kematian tetapi aku juga,Aura kematian merupakan bentuk lanjutan dari Aura membunuh" jawab Xhin.
Master Sakte Petir Langit yang tadinya menyesali kelemahannya kini lansung tersenyum, wajah murungnya itu seketika menghilang digantikan dengan senyum lebar, perasaannya sangat senang karena tidak sia-sia dia menaruh harapan kepada Xhin.
"Akulah yang membunuh semua peserta yang tersisa, kecuali kedua orang itu yang berasal dari Sakte Pedang Api karena mereka berdua sekarang adalah temanku, jika ada dari kalian yang tidak senang majulah.. aku yang akan melayani kalian!" Ucap Xhin di akhiri dengan ledakan Aura Kematian yang sangat besar meluap-luap keluar dari tubuhnya.
"Saya berikan kesempatan bagi kalian yang tidak ingin terlibat pertarungan silahkan menjauh dari tempat ini" ucap Xhin yang bergema di telinga mereka semua.
Xhin kemudian menarik kembali Aura Kematian, dalam hitungan setengah batang dupa para kultivator yang berada di situ lansung melesat terbang menjauh, mereka semua tidak lansung pergi karena mereka akan menyaksikan pertarungan yang sangat jarang terjadi antara Sakte.
Kalau pertarungan hidup dan mati pada umumnya mereka biasa saksikan hanya pertarungan Colosseum, dalam sebuah perlombaan, atau saat para prajurit kerajaan bertarung melawan kultivator yang dianggap buronan atau penjahat, tetapi kali ini pertarungan antar Sakte dimana tidak ada aturan yang mengikat dan sangat jarang pertarungan antara Sakte seperti ini akan terjadi.
Kebanyakan dari mereka bersembunyi di balik awan untuk menonton dan ada beberapa yang juga tidak keluar dari kota Jiang, Master Sakte Petir Langit lansung pergi menjauh dari tempat tersebut bersama Shan Dro dan yang lainnya.
Awalnya Master Sakte Petir Langit tidak mau pergi, karena dia ingin membantu Xhin yang juga merupakan murid Sakte Petir Langit, tetapi dia juga menyadari akan keterbatasannya.
Shan Dro menjelaskan bahwa walaupun mereka bertiga menggabungkan kekuatan sekalipun tidak akan mampu mengalahkannya, karena mereka telah melihat dengan mata kepala mereka sendiri saat Xhin mengalahkan beast monster Hydra yang mana memiliki tingkat kultivasi berada jauh di atas Xhin yang saat ini dan Xhin mengalahkan beast monster itu saat tingkat kultivasinya berada di tingkat Kaisar Dewa.
Walikota Jiang dan juga Master Sakte Pedang Api juga meninggalkan tempat itu, mereka berdua Kai Loon dan Sei Xoji juga menjelaskan kalau sebaiknya master Sakte Pedang Api tidak terlibat dalam pertempuran yang akan terjadi itu karena kekuatan Xhin yang sangat menakutkan dan juga mereka berdua menjelaskan kalau Xhin berniat membantu Sakte Pedang Api melawan Sakte Api Dewa nantinya.
"Sekarang hanya tersisa kita berempat, apakah kalian bertiga masih bersikeras untuk melawanku?" Ucap Xhin sambil menatap tajam master Sakte angin musim semi.
Dengan sorot mata yang tajam dan juga mata Xhin yang sangat menakutkan, tubuh master Sakte Angin Musim Semi bergetar hebat tetapi master Sakte Angin Musim Semi lansung menenangkan dirinya.
"Anak muda! aku akui kamu sangat berbakat tetapi untuk melawan kita bertiga sekaligus bukan pilihan yang baik untukmu, aku memberimu kesempatan untukmu berlutut lalu memotong kedua tanganmu maka aku akan menganggap masalah ini tidak pernah terjadi" ucap Master Sakte Tanah illahi.
__ADS_1
"Hahaha!! Tua bangka, untuk berjalan saja kamu pasti sangat kesulitan tapi kamu masih bisa menyombongkan diri" ucap Xhin mengejek.
"Kurang ajar!! Kamu akan ku beri pelajaran untuk menghormati orang yang lebih tua dari mu!!" teriak Master Sakte Tanah illahi yang melesat ke arah Xhin dengan sangat cepat sambil menarik kepalan tangannya yang di selimuti energi spirit dalam jumlah besar.
Xhin yang melihat Master Sakte Tanah illahi melesat ke arahnya dia tidak tinggal diam, Xhin langsung menyelimuti kepalan tangannya dengan energi spirit, kemudian dia juga melesat ke arah master Sakte Tanah illahi.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG...^^^