Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
X Vs B III


__ADS_3

Mereka tidak ingin terlibat perkelahian sebesar itu karena mereka tau kalau pertarungan itu di antara kultivator tingkat Heavenly Immortal, mereka juga sadar diri tidak bisa melawan kultivator ranah Heavenly Immortal, bahkan untuk Aura penindasan saja mereka akan sangat kesulitan untuk bergerak.


"Hujan Pedang"


Xhin yang masih berada di atas langit lansung memunculkan ribuan pedang yang tercipta oleh energi spiritual, dengan sekali lambaian tangannya ribuan pedang melesat turun menghujani jendral Wun Baie.


Melihat ribuan pedang melesat ke arahnya, jendral Wun Baie lansung membentuk pelindung elemen tanah yang berbentuk kubah berlapis.


Ribuan pedang milik Xhin menghujani kubah pelindung elemen tanah yang dibuat oleh jendral Wun Baie, lapisan pelindung elemen tanah yang telah hancur kini kembali muncul terus menerus melapisi permukaan yang tadinya hancur.


Melihat hujan pedang tidak efektif, Xhin kini memunculkan api bintang di telapak tangannya, api bintang di telapak tangannya kini membentuk bunga teratai 49 kelopak.


"Teratai Api Bintang"


Bunga teratai 49 sembilan kelopak utuh telah selesai di bentuk dengan menggunakan api bintang, Xhin lansung melepaskan serangan terkuatnya ke arah Jendral Wun Baie yang kini sedang menutupi dirinya dengan pelindung elemen tanah.


BOOOMMMMM!!!!


Ledakan yang sangat dahsyat tercipta saat Teratai api Bintang menghantam kubah pelindung elemen tanah milik jendral Wun Baie, ledakan besar itu menciptakan kawah besar di bawahnya.


Terlihat kubah besar tercipta oleh Teratai Api Bintang, gelombang angin kencang menghancurkan apapun yang berada dalam radius ledakan, api bintang kini membuat tanah di sekitar terlihat seperti di penuhi dengan lahar panas.


"Kekuatan macam apa ini, kenapa dari awal dia tidak mengeluarkannya, selama ini dia menahan diri" batin Jendral Wun Bae yang merasa seperti sedang di panggang hidup-hidup.


Beberapa saat kemudian terlihat jendral Wun Baie tidak lagi dalam perubahan wujud dewa, tubuhnya tergeletak di atas tanah dengan keadaan yang sangat mengenaskan, separuh bagian tubuhnya hancur menyisakan sebagiannya.


Xhin turun secara perlahan dari atas atas langit, dengan memegang pedang Rebellion di tangan kanannya, Xhin lansung menancapkan pedangnya ke perut jendral Wun Baie.


Pedang Rebellion menyerap Qi yang tersisa di dalam tubuh jendral Wun Baie, tingkat kultivasinya juga turun drastis sampai dantian miliknya hancur setelah selesai di serap oleh pedang Rebellion.


Jendral Wun Baie yang masih belum mati kini hanya di lihat Xhin dengan tatapan penuh kesenangan, tapi apalah daya kini harapan jendral Wun Baie telah musnah.


Xhin melihat cincin penyimpanan di jari jendral Wun, dengan sekali tebasan kelima jari tangan jendral Wun Baie lansung terputus tetapi jendral Wun Baie tidak menjerit kesakitan karena tenaganya telah habis, bahkan untuk bernafas saja dia masih sangat sulit.


Sebelumnya energi spiritual milik Xhin telah habis setelah dia menggunakan api bintang, untungnya energi spirit yang di serap pedang Rebellion sebelumnya sangatlah banyak sehingga kini energi spiritualnya pulih hingga 40%


Xhin mengalirkan energi spiritual ke dalam cincin penyimpanan milik jendral Wun Baie yang baru saja dia ambil.


"Wow... Nampaknya seorang Jenderal Wun sangatlah kaya ya guys ya" ucap Xhin sambil menampar-nampar pipi jendral Wun Baie yang sedang sekarat.

__ADS_1


"Lima juta batu roh kualitas tinggi, Jimat melarikan diri sekali pakai.. goblok ini orang, ada jimat sebagus ini kenapa tidak lari saat bertemu denganku" ucap Xhin sambil menatap heran mata jendral Wun.


"Ribuan Pedang dan tombak tingkat dewa kelas bawah, banyak juga ini armor prjurit miliknya... Baiklah karena kamu sudah mau mati jadi aku matiin aja cepat-cepat yah" ucap Xhin lalu mengayunkan pedang Rebellion ke leher jendral Wun Baie.


Slash!!


Cipratan darah berhamburan di atas tanah saat Xhin menebas putus kepala jendral Wun.


"Manipulasi Hukum Waktu, Reverse"


Xhin kembali memundurkan waktu di sekitar tubuh Jendral Wun Baie, kepala Jendral Wun Baie yang tadinya putus kini kembali bergerak mundur hingga tersambung seperti sedia kala.


"Bagaimana mungkin, bukankah aku telah mati" ucap Jendral Wun Baie karena peristiwa sebelum pedang Rebellion memisahkan kepala dari tubuhnya masih teringat jelas di ingatannya.


Xhin menyelimuti tubuh jendral Wun Baie dengan api Emas, api emas merekonstruksi ulang tubuh Jendral Wun Baie yang telah hancur, bahkan dantian miliknya telah di pulihkan tetapi tingkat kultivasinya kini berada di Ranah Pemula Tahap 1.


"kaku tahu kenapa aku repot-repot menyembuhkanmu?" Xhin bertanya sembari terus menyembuhkan tubuh Zuge Sha.


"..." mulut Jendral Wun Baie seakan membisu.


"Aku ingin menyiksa mu loh, tadi api bintang yang menghancurkan separuh tubuhmu bukan pedangku" ucap Xhin melirik ke pedang Rebellion yang dia tancapkan di samping kepala Jendral Wun Baie.


"Apa kamu takut?" Xhin kembali bertanya dengan suara pelan yang sangat mengintimidasi mental Jendral Wun Baie.


jendral Wun Baie hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, "ampun tuan, tolong ampuni aku" ucap Jendral Wun Baie saat tubuhnya selesai di sembuhkan oleh Xhin.


"Lihatlah wajahku dan kenali bahkan sampai seribu kehidupan, dan juga entah kenapa melihat kamu ketakutan merupakan kesenangan tersendiri bagiku, tapi itu masih belum cukup untuk membuatku bahagia, aku pingin melihat kamu tersiksa saat tubuhmu aku potong kecil-kecil hahah..." wajah Xhin saat tertawa terlihat seperti villain, Xhin kini mencabut pedang Rebellion yang tertanam di samping kepala Jendral Wun Baie.


"Hemp... mulai dari kaki dulu" ucap Xhin melapisi pedang Rebellion dengan bara api hitam.


Crikkk!!!


Arrhhkkk!!!!


Terdengar suara jeritan dari Jendral Wun Baie, Xhin tidak memotong tetapi dia mengiris kaki kanan Jendral Wun Baie sampai putus, api hitam yang menyelimuti pedang Rebellion menghanguskan daging Jendral Wun Baie sehingga tidak mengeluarkan banyak darah.


tidak hanya membakar daging Jendral Wun Baie tetapi jiwanya juga ikut di bakar jadi dia merasa sangat tersiksa, Xhin terusan mengiris kaki Jendral Wun Baie seperti sedangan mengiris bawang.


Suara jeritan terus terdengar hingga ke reruntuhan kota kiwi tempat Zuge Sha berada.

__ADS_1


"Suara itu... apa yang sedang anak lakukan terhadap Wun Baie, kenapa jeritannya terdengar sangat mengerikan" batin Zuge Sha yang lansung melepaskan kesadarannya sampai batas tertentu, Zuge Sha memfokuskan kesadarannya ke arah sumber suara Jendral Wun Baie.


"Sialan!! anak ini sangat mengerikan, dia bahkan tertawa sambil merobek perut Wun Baie, kedua kaki Wun Baie juga di potong tipis-tipis seakan ingin memasak dagingnya" ucap Zuge Sha merinding saat kesadarannya memvisualisasikan keadaan di tempat Xhin berada.


Zuge Sha terus melihat Xhin menyiksa Jendral Wun Baie, Xhin juga menyadari ada yang sedang memperhatikannya tetapi dia tidak menggiurkan kesadaran orang tersebut.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2