Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Janji


__ADS_3

Baamm!!!


Seketika kabut tebal tercipta setelah tubuh Shan Dhi membentur tanah dengan sangat keras, Xhin tidak ingin membunuhnya karena dia saat ini belum bisa berhadapan dengan Dewa Petir.


Uhuk... Uhuk...


Shan Dhi lansung terbaring lemah lalu,


memuntahkan seteguk darah segar, jika itu manusia Fana maka dapat dipastikan tubuhnya lansung hancur saat dibanting oleh Xhin.


Xhin dengan santainya berjalan keluar


Dari arena latihan, sambil dilihat oleh ratusan pasang mata.


Sepanjang perjalanan Xhin mendengar para murid bergumam, mereka mengatakan bahwa.


"Xhin memang sangat berbakat super jenius, tetapi dia telah menyinggung orang yang salah. Dia telah menyinggung pangeran kerajaan Shandian secara langsung, aku yakin hidupnya tidak akan lama" itu yang Xhin dengar dari murid-murid tersebut.


"Mau putra mahkota, mau dewa Petir sekalipun aku tidak akan takut, apalagi kalau sudah menyangkut orang yang paling aku sayangi" batin Xhin.


Xhin lalu berjalan kearah Xiang Yu yang sedari tadi sedang menatapnya dari jauh.


"Ayok kita pergi" ucap Xhin tersenyum sambil menggenggam tangan Xiang Yu.


Xiang Yu hanya diam saat tangganya di genggam oleh Xhin dan berjalan mengikuti Xhin.


Mereka berdua lansung menuju ke kediaman murid elite, setibanya di kediaman Xhin, terlihat tempatnya sudah sangat bersih dan sangat rapih.


Taman bunga depan rumahnya juga telah di bersihkan sehingga terlihat tempat tersebut sangatlah indah, taman bunga milik Xhin juga terdapat beberapa pohon bunga persik yang sedang bermekaran, sehingga membuat taman bunganya menjadi sangat indah. Di tengah taman juga terdapat sebuah gazebo yang sangat bagus.


"Kediaman murid elite memang berbeda" ucap Xiang Yu.


Xhin langsung membawa masuk Xiang Yu kedalam rumah, setelah itu dia menunjukkan kamar milik Xiang Yu.


"Milikku adalah milikmu, jadi jangan sungkan-sungkan" ucap Xhin.


Xhin lalu berjalan keluar, dia menunju ke gazebo di tengah taman, setibanya di sana Xhin lalu duduk, dia juga mengeluarkan Pipe dan Weed.


Setelah di masukan Weed kedalam Pipe, Xhin lalu memunculkan api kecil di Jari telunjuk kanannya untuk menyalakan Pipe miliknya.


Huusshh.... Fhu....


"Melayang..." Ucap Xhin.

__ADS_1


Tiba-tiba Xiang Yu datang lalu duduk di samping Xhin.


"Xhin, berita tentang tubuh dua Galaxy milikku telah tersebar luas, aku takut para Dewa akan datang mencariku. Ayahku yang merupakan dewa laut telah berusaha menyembunyikan rahasia jenis tubuhku dengan Nyawanya dan kini akan hilang begitu saja" ucap Xiang Yu dengan wajah yang tampak murung.


"Hei.. lihat aku" ucap Xhin mengangkat dagu Xiang Yu.


"Di kehidupan sebelumnya aku telah kehilanganmu dibunuh oleh Dante, dan sekarang dendamku kepadanya belum terbalaskan. Aku bersumpah walaupun para dewa datang untuk membawamu maka... aku akan melawan seluruh dewa di alam dewa ini hanya untuk menyelamatkan mu" ucap Xhin sambil tangan kanannya mengusap pipi Xiang Yu.


Xiang Yu hanya terdiam sambil menatap mata Xhin dengan tangan kanannya memegang tangan Xhin yang mengusap pipinya.


"Terima kasih Xhin, aku juga harus menjadi lebih kuat untuk membalaskan dendam ayahku kepada dewa petir dan dewa cahaya" ucap Xiang Yu.


"Siapapun musuhmu, mereka juga adalah musuhku" ucap Xhin.


"Aku akan pergi ke tempat penempaan senjata untuk belajar menempa, kamu sebaiknya istirahat saja" ucap Xhin yang berdiri dari tempat duduknya.


Xhin kemudian membentuk sebuah segel tangan dengan sangat cepat.


"Array pelindung, aktif"


Seketika tercipta sebuah Array pelindung transparan yang melindungi seluruh bagian kediamannya.


"Aku pergi dulu" ucap Xhin melangkahkan kakinya.


Xhin lansung pergi menuju tempat penempaan senjata di bagian selatan Sakte Petir Langit, sepanjang perjalan terlihat begitu banyak murid yang berlalu lalang.


Xhin lansung menyebarkan kesadarannya sampai batas maksimal, Beberapa saat kemudian Xhin telah menemukan sebuah tempat yang bertuliskan, 'Kelas Penempa Senjata'.


"Di temukan" batin Xhin.


Xhin lalu berjalan dengan santai dengan ke arah tempat penempaan senjata.


Beberapa menit kemudian Xhin telah tiba di tempat penempaan senjata, terlihat bangunan yang tidak terlalu mewah dan banyak sekali asap keluar dari cerobong asap.


Xhin lalu melangkahkan kakinya memasuki tempat tersebut, sesampainya di dalam terlihat sebuah meja dan terdapat seorang lelaki tua yang duduk di tempat tersebut.


"Senior aku ingin belajar menempa senjata, apakah bisa saya mengikuti kelas ini" ucap Xhin.


"1000 batu roh kualitas menengah atau 1 batu roh kualitas tinggi untuk mendaftar di kelas penempaan dan untuk biaya perhari juga dikenakan tarif 100 batu roh kualitas menengah" ucap Pria tua tersebut.


Mendengar itu Xhin lansung mengeluarkan 2 batu Roh kualitas menengah dari cincin penyimpanannya.


"Ini, satu batu roh kualitas tinggi untuk biaya pendaftaran dan satu lagi untuk belajar selama 10 hari" ucap Xhin menyerahkan satu batu Roh kualitas menengah.

__ADS_1


"Tolong berikan token murid milikmu untuk di tandai" ucap pria tua tersebut.


Xhin lalu mengeluarkan token murid elite Sakte Petir Langit yang berwarna Ungu, Xhin lalu memberikan token miliknya itu kepada lelaki tua tersebut.


Mata lelaki tua itu lansung terbalak saat melihat token milik Xhin, dia tidak menyangka akan kedatangan murid elite di kelas penempaan.


"Anak muda, tolong maafkan aku yang sudah tua ini karena sebelumnya tidak bertanya terlebih dahulu" ucap lelaki tua tersebut menyodorkan kembali token milik Xhin dan lansung membungkuk meminta maaf.


"Untuk apa senior, senior tidak berbuat salah kepadaku" balas Xhin yang bingung saat melihat perubahan sikap yang sangat mendadak.


"Begini anak muda, di Sakte Petir Langit, Murid Elite bisa bebas memasuki semua tempat di dalam Sakte ini dengan sangat mudah dan tanpa biaya apapun, itu karena murid elite memiliki otoritas yang bahkan melebihi Seorang Master dan hanya berada di bawah master Sakte, karena dari dulu murid elite tidak pernah mengecewakan Sakte dalam mengikuti pertandingan apapun. Oleh karena itu master Sakte secara langsung mengumumkan bahwa murid elite memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari para master dan hanya berada satu tingkat di bawah master Sakte" Jelas lelaki tua tersebut.


"Tidak apa senior, karena dari pertama aku juga tidak mengungkapkan identitasku sebagai seorang murid elite" balas Xhin.


"Aku Pyo Du, Master yang bertugas sebagai pengajar dan juga sekaligus Pemimpin di kelas penempaan" ucap lelaki tua tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Xiao Xhin, master bisa memanggilku Xhin" ucap Xhin sambil menjabat tangan Pyu Du.


Pyu Du lansung membawa masuk Xhin ke dalam ruangan untuk belajar menempa senjata.


"Master kenapa tempat ini sangat sepi, kemana semua para murid di kelas penempaan" ucap Xhin bertanya.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... ;)^^^


__ADS_2