
"Aku harus membuat mereka berdua percaya diri dulu, setelah mereka mulai bergembira akan kemenangan baru aku hancurkan akan kesenangan mereka, terus aku bisa melihat tatapan wajah putus asa mereka berdua" batin Xhin lalu tersenyum.
Melihat Xhin yang sedang terpojok tetapi masih saja tersenyum, master Byuo lansung membentuk kuda-kuda dengan memegang pedangnya dengan kedua tangan.
"Tebasan badai pedang"
Master Byuo lansung menebas udara ke arah Xhin, seketika tercipta angin kencang yang mengarah ke arah Xhin, angin kencang itu mengandung ribuan bilah angin yang sangat tajam membelah apapun yang di lewatinya.
Menyadari itu Xhin langsung menangkis semua tebasan angin yang mengarah ke arahnya, karena banyaknya bilah angin Xhin lansung melompat mundur untuk menghindari serangan master Byuo, akan tetapi master Byuo tiba-tiba muncul di depan Xhin lalu mengayunkan pedangnya secara vertikal menebas Xhin.
"Tebasan angin musim semi"
Melihat master Byuo yang muncul tiba-tiba di depannya, Xhin lansung mengangkat Pedangnya untuk menangkis serangan master Byuo tersebut.
Trankkk!!!
Pedang Xhin seketika hancur begitu saja, serpihan bilah pedang yang hancur berhamburan ke segala arah, dari sepenggal serpihan pedang yang berterbangan Xhin dapat melihat dengan jelas bayangan master Ang yang melesat ke arahnya, tetapi Xhin tidak menghiraukan dia seolah olah Xhin tidak menyadari keberadaannya yang mulai mendekat ke arah Xhin.
Slaasshh!!!
Master Ang tiba-tiba muncul di belakang Xhin lalu menebas lengan kiri milik Xhin hingga terputus, darah Xhin mulai berceceran keluar dari lengannya yang putus.
"Sekeras apapun tubuhmu tapi tidak akan mampu menahan kekuatan penuh dari tebasan pedang kembarku" ucap master Ang menyeringai.
Xhin tidak lansung memulihkan lengannya tetapi dia mentotok lengannya yang putus agar sandiwaranya tidak diketahui oleh mereka berdua.
***
"Aku akui bahwa Xhin sangatlah kuat, tetapi untuk melawan Master Sakte dari ketiga Sakte besar sangatlah tidak mungkin, apalagi mereka bertiga sekaligus" ucap Chi Cheng.
"Master Sakte! Kita harus menolongnya.. jika Xhin mati di sini maka Sakte kita akan kehilangan murid berbakat seperti dia" ucap Shan Dro kepada master Sakte Petir Langit.
"Kita tidak mungkin bisa melawan mereka berdua yang sudah melangkah ke tingkat Heavenly Immortal, walaupun masuk ke mode perubahan Dewa pun kita tetap tidak bisa berbuat banyak dan hanya menyerahkan nyawa kita untuk di sembelih" jawab master Sakte Petir Langit.
__ADS_1
"Xhin... Lari lah kalau kamu tidak mampu, kenapa kamu harus sampai seperti ini" batin Yeu Fan.
***
Melihat Xhin yang melompat mundur sambil mentotok lengannya untuk menghentikan pendarahan, master Ang lansung melesat mengejar Xhin dan di ikuti oleh master
"Aku harus terlihat benar-benar dibuat tidak berdaya oleh mereka berdua, setelah dirasa cukup aku lansung membalikkan keadaan" batin Xhin.
Dalam hitungan detik master Ang dan master Byuo berhasil menyusul Xhin, Xhin sebenarnya telah memperlambat gerakannya agar bisa di susul kedua sesepuh itu dan juga supaya dia terlihat sudah mulai melemah.
"Apakah hanya segini kemampuan Heavenly Immortal empat!! Mulut besarmu tidak seperti kemampuanmu..." Ucap master Byuo mengejek Xhin yang sedang berusaha melarikan diri dari mereka berdua supaya sandiwaranya terlihat lebih sempurna.
"Memang kenapa kalau tingkat kultivasimu berada di Heavenly Immortal empat... Pondasi yang kamu bangun tidak sekuat pondasi kami yang sudah kami bangun selama ribuan tahun" ucap Master Ang yang juga sedang berusaha mengejar Xhin.
Master Byuo lansung menambah kecepatannya sampai batas maksimal, sehingga dia dengan sangat cepat melesat melewati Xhin. Setelah master Byuo berada di depan Xhin, master Byuo lansung mengayunkan pedangnya yang berada di tangan kanannya itu, dengan kaki kiri sebagai tumpuan untuk menghentikan tubuhnya yang melesat dengan kecepatan tinggi, master Byuo lansung melakukan tebasan memutar untuk menebas Xhin yang berada di belakangnya itu.
Xhin yang melihat gerakan master Byuo yang sangat cepat itu lansung menghindar dengan membuang badannya ke belakang untuk menghindari pedang Master Byuo, Xhin menjaga keseimbangannya lalu memutar tubuhnya ke kiri kemudian melesat melewati master Byuo.
Sebelum Xhin menghindari serangan master Byuo itu dia sudah melihat master Ang yang juga muncul di belakang master Byuo yang tidak lain di depannya tetapi master Ang tau bahwa dia berada di titik buta Xhin dan Xhin tidak dapat melihatnya.
Tebasan master Ang tersebut sangat mematikan sehingga membuat Xhin lansung terlempar cukup jauh ke belakang, yang Xhin tidak perhitungkan yaitu dia masih memakai Jubah Emas jadi serangan tersebut tidak berdampak sama sekali bagi Xhin walaupun dia terlempar cukup jauh.
"Apa kamu sudah siap untuk mati anak muda!! Kamu sebenarnya bisa memilih untuk bergabung bersama kami dari pada kamu terlihat menyedihkan seperti ini" ucap master Byuo.
"Walaupun sekarang kamu berlutut seratus tahun pun aku tidak akan mengampunimu, kamu yang sekarang tidak lebih dari sekedar kultivator cacat dengan sebelah tangan" ucap master Ang.
"Kesombonganmu itu membawa petaka bagimu, dan aku akan menyiksamu sampai kamu tahu bahwa kematian merupakan berkah terindah bagi kamu" ucap master Ang yang mengalirkan energi spirit sangat besar ke pedang miliknya itu.
Api di pedang kembar seketika berkobar sangat besar, terlihat bunga api berterbangan saat di tiup angin. Padang kembar miliknya lansung di tikam di kedua paha milik Xhin.
Cuuukk!!
Criiss!!
__ADS_1
Aroma daging panggang tercium dari kejauhan, aroma itu tidak lain berasal dari Xhin yang kakinya di di tusuk dengan pedang kembar yang sangat panas.
Teman-teman Xhin tidak kuat melihat siksaan yang di berikan kepada Xhin, mereka lebih memilih memalingkan wajah mereka untuk tidak melihat kondisi Xhin yang mengenaskan karena mereka tidak tahan.
Master Byuo tidak tinggal diam, dia melesat ke arah Xhin yang pahanya telah di tancap pedang kembar milik Master Ang, dengan kecepatan tinggi master Ang menarik kakinya ke belakang lalu menendang Xhin dengan sangat kencang.
Baaamm!!!
Master Ang yang sedang memegang gagang pedang kembar dengan kedua tangannya seketika kedua pedang itu terlepas dari tangan master Ang karena Xhin yang terpental akibat di tendang oleh Master Byuo.
Master Ang lalu mengangkat wajahnya menatap punggung master Byuo yang berada di depannya itu, "kenapa kamu menendangnya master Byuo, aku belum selesai memanggang tubuh anak itu" ucap master Ang kemudian berdiri
"Sial!! Tua bangka itu akan ku buat dia cacat, tendangannya itu jikalau aku sama seperti kultivator lain maka dapat di pastikan aku sudah tidak bernyawa" batin Xhin yang sedang menahan sakit akibat beberapa tulang rusuknya telah patah, tetapi Xhin tidak menunjukkan rasa sakit yang dia rasakan sama sekali.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^