
"Aku seorang penggelana yang hanya mempir untuk menginap, aku juga ingin membeli persediaan" ucap Xhin mendahului salah seorang prajurit yang hendak melontarkan pertanyaan untuknya.
"Ini seratus batu roh kualitas menengah" Xhin memberikan sekantong batu roh ke pada kedua prajurit penjaga gerbang sebelum mereka kembali berbicara.
"Tampaknya kamu sudah seringkali di periksa di gerbang kota jadi kamu dapat menebak ucapan ku" ucap salah satu prajurit yang berjaga.
"Aku sudah memasuki banyak sekali gerbang kota jadi aku tau semua kata-kata yang akan kamu ucapkan, sama seperti di gerbang kota sebelumnya dan sebelumnya lagi ucapan kalian semuanya sama walaupun berbeda tempat" jawab Xhin.
"Cepat masuklah, jangan membuat orang-orang menunggu lama" ucapan teman si prajurit tadi.
Xhin kemudian berjalan memasuki gerbang kota, "aku harus mencari Huo Zinsi, aku ingat Kai Loon dan Sei Xoji mengatakan kalau dialah yang memimpin kubuh pemberontak, tapi di mana sekte Pedang Api" batin Xhin.
Xhin kemudian menghampiri sebuah restoran yang berada tidak jauh di depannya, restoran itu tidak terlalu mewah tetapi sangat terkenal jadi cukup banyak pengunjung yang datang ke restoran tersebut.
Xhin lansung duduk di salah satu meja yang berdekatan dengan beberapa orang yang berada di meja belakangnya.
"Tolong bawakan aku sup iga daging beast monster kelinci tulang lunak, daging beast monster bison panggang, Beast Monster Bebek api dan Arak Dewa Yang" ucap Xhin sambil melihat daftar menu yang berada di dinding kedai.
Banyak pasang mata menatap ke arah Xhin setelah mendengar makanan yang dia pesan, harga dari makanan yang Xhin pesan lebih dari 10 ribu batu roh kualitas menengah, jadi tidak heran semua orang menatap ke arah Xhin.
"Baik tuan, tolong tunggu sebentar pesanan tuan akan di buat" ucap salah seorang pelayan wanita.
Xhin kemudian melihat ke meja di sampingnya, di meja itu Xhin melihat ada tiga orang sedang duduk menikmati makanan mereka, Xhin kemudian mengeluarkan pipe yang telah di isi dengan weed, Xhin memunculkan api kecil di ujung jarinya untuk menyalakan pipe sambil menarik dalam-dalam.
Fhusss!!
"Nikmatnya"
Fhuuu!!
Beberapa saat menunggu, tiga orang pelayan menghampiri meja Xhin sibuk membawakan makanan yang dia pesan.
"Pesanannya tuan" ucap pelayanan perempuan lalu meletakkan makanan yang Xhin pesan.
Xhin kemudian menyantap makanan yang dia pesan itu, saat lagi menyantap makanannya tiba-tiba Xhin melihat sekelompok kultivator yang menggunakan seragam sekte mereka, Xhin dapat mengenali seragam yang mereka pakai itu.
"Baguslah mereka sendiri yang datang jadi aku tidak perlu mencari mereka lagi" batin Xhin.
Sekelompok orang itu duduk di beberapa meja, Xhin terus memakan makanannya dengan sangat lahap sambil sesekali meneguk arak yang telah dia tuangkan ke dalam gelas.
"Apa kalian mengenal Murid elite dari Sekte Pedang Api yang bersama Kai Loon dan Sei Xoji?" Ucap Xhin membuat sekelompok murid Sekte Pedang Api menatapnya.
"Senior, kami mengenal nama orang yang senior bilang tadi, mereka berdua merupakan senior kami" jawab salah seorang murid Sekte Pedang Api yang berada paling dekat dengan Xhin.
__ADS_1
"Kalau ada dari kalian yang menginginkan 100 batu roh kualitas menengah maka pergilah sekarang dan katakan kalau Xhin sang pembantai di alam maut menunggunya di sini" ucap Xhin seketika membuat mereka semua mematung.
"Kenapa kalian semua diam? Apakah masih kurang, kalau begitu 500 batu roh kualitas menengah bagi orang yang bersedia pergi" Xhin kembali menaikkan jumlah batu roh, tetapi Xhin masih melihat sekelompok murid Sekte Pedang Api masih terdiam mematung, tubuh mereka mengeluarkan keringat sebesar biji jagung.
"Ada apa dengan kalian, baiklah kalau kalian tidak ada yang bersedia untuk pergi jadi katakan saja di mana lokasi Sekte Pedang Api berada" ucap Xhin berdiri.
Melihat Xhin berdiri dari tempat duduknya, salah satu dari mereka lansung membuka suara, "mohon maaf senior, bukannya kamu tidak bersedia untuk pergi, tapi mendengar nama yang senior ucapkan itu membuat kami ketakutan, kalau senior ingin pergi saya bisa mengantar senior ke Sekte Pedang Api" ucap salah satu murid dengan suara yang terdengar gemetar.
"Baiklah, ini hadiah untukmu" Xhin melemparkan sekantong batu roh kualitas menengah tetapi di kembalikan oleh murid tersebut.
"Aku tidak berani untuk menerima ini tuan, bisa mengantarmu saja kamu sudah senang jadi tidak usah memberikan upah" jawab murid tadi mengembangkan kantong penyimpanan yang Xhin kasih tadi.
"Ambil saja, tidak usah memikirkan apapun, anggap saja hadiah dari pemimpin baru kalian" ucap Xhin mengembalikan kantong penyimpanan itu.
"Kalau mau kalian bisa berbagi isi kantong itu tapi jangan lupa untuk mengantarku ke kediaman Kai Loon" ucap Xhin berjalan keluar dan di ikuti oleh semua murid yang masuk tadi.
Sebelum pergi Xhin membayar makanan yang dia pesan, sedangkan pesanan sekelompok murid Sekte Pedang Api itu dibatalkan tapi Xhin tetap membayarnya.
"Senior Kai Loon telah memproyeksikan ingatannya saat berada di perlombaan alam maut, semua murid Sakte Pedang Api termasuk kami juga telah menyaksikan pembantaian sadis yang anda lakukan kepada murid-murid dari Sekte negara dewa yang lain, kami Murid Sekte Pedang Api takut mendengar nama Xhin sang pembantai, tidak hanya rasa takut tetapi kami juga sangat menghormati karena senior Xhin dan teman-teman sangat baik dan bersedia menolong murid elite dari Sekte Pedang Api yang sudah sekarat" ucap pemimpin dari kelompok itu mencoba mencairkan suasana canggung.
"Jujur saja kami yang terbiasa membunuh beast monster dan kultivator dewa, tapi setelah kami melihat proyeksi ingatan dari kedua senior akan pertempuran sang pembantai, banyak murid Sekte termasuk kamu juga menjadi ketakutan saat melihatnya, terutama perempuan yang tidak terbiasa membunuh, ada juga teman-teman kami yang lain kini menjadi trauma karena genangan darah dari musuh-musuh yang senior bunuh itu sangat banyak bahkan sampai mengalir seperti sungai kecil" sahut salah satu temannya.
"Hmm.. Sepertinya kalian terlalu melebih-lebihkan, tapi tidak usah memikirkan hal itu karena aku hanya ingin kalian mengantarku bertemu Kai Loon atau Sei Xoji" ucap Xhin.
Mereka berjalan melewati lorong-lorong kecil di antara bangunan-bangunan, mereka kemudian menaiki tangga ke tempat formasi Transisi.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG...^^^