
"Kakak, terima kasih karena sudah memperdulikan aku yang hanya orang miskin ini, kakak pergi saja dari pada mereka semua melukaimu" ucap pemuda yang dihajar sampai babak belur.
"Hu... Sudah aku peringati" Ucap Pemimpin dari para pemuda tersebut.
Pemimpin dari para pemuda itu lansung melesat ke arah Xhin yang sedang melayang di atas mereka.
"Matilah"
Baamm!!!
Pemimpin pemimpin itu langsung melancarkan tinjunya kearah Xhin, akan tetapi Xhin menahan tinju orang itu hanya dengan satu jari.
"Ba- bagimana bisa"
"Sudah aku bilang sebelumnya" ucap Xhin.
Bamm!!
Xhin langsung menangkap tangan kanan orang itu lalu melemparkannya ke atas tanah.
Swuuss!!
Xhin lalu mengeluarkan Aura membunuh untuk mengintimidasi mereka semua.
Seketika wajah mereka menjadi pucat, mereka tidak bisa bergerak sama sekali, bahkan untuk bernafas saja mereka sangat kesulitan.
Xhin tiba-tiba menghilang dan muncul seketika di hadapan mereka semua, dengan gerakan yang sangat cepat Xhin memukul tangan dan kaki mereka.
Kragg!!
Kragg!!
Kragg!!
Bunyi retakan kasar terdengar yang menandakan tulang tangan dan kaki mereka semua patah dari Xhin.
Arhkkk!!!
Teriak mereka semua Secara bersamaan, mereka semua meringis kesakitan di atas tanah.
"Apakah kamu tidak apa-apa" ucap Xhin bertanya.
"T- terima kasih tuan karena sudah mau membantuku" ucap pemuda yang dihajar.
Xhin lalu mengalirkan api emas menyelimuti tubuh pemuda tersebut, saat Xhin mengeluarkan api Emas, wajahnya tiba-tiba menjadi panik.
Akan tetapi dia seketika terdiam saat dia merasa hangat dan luka-luka di tubuhnya mulai pulih saat api Emas menyelimuti tubuhnya.
"Sekali lagi terima kasih tuan" ucap pemuda tersebut.
Kruruggg!!!
__ADS_1
Terdengar bunyi perut pemuda itu yang tandanya dia sudah sangat lapar.
"Yuan'er sini turun, kita mampir ke desa ini sebentar" ucap Xhin.
Mendengar panggilan dari Xhin, Xiao Yuan lansung terbang turun secara perlahan, mata pemuda itu seketika melebar.
Dia tidak menyangka ada pangeran Xiao Yuan yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Hormat saya pangeran" ucap pemuda tersebut sambil berlutut.
Sedangkan para pemuda yang lainnya seketika terdiam dan tidak lagi terdengar suara jeritan kesakitan.
"Bangunlah, apakah kamu tidak hormat kepada putra mahkota" ucap Xiao Yuan yang membuat pemuda tersebut menjadi bingung.
"Sudahlah, mungkin dia tidak tahu" ucap Xhin.
Mendengar itu pemuda tersebut lansung balik menatap kearah Xhin, dia lansung mengerti maksud dari pangeran Xiao Yuan.
"Maafkan aku Yang mulia" ucap pemuda tersebut sambil berlutut.
"Tidak usah seperti itu, ayo kita cari untuk makan, aku juga sudah lapar" ucap Xhin.
Mereka bertiga lansung berjalan meninggalkan segerombolan pemuda yang kaki dan tangan mereka dipatahkan oleh Xhin.
Mereka langsung menuju ke sebuah kedai yang terdapat di desa kecil itu.
"Siapa nama kamu" ucap Xhin bertanya.
"Namaku Mu Dai Yang Mulia, aku tinggal di dekat ujung desa yang berdekatan dengan hutan Gelap" lanjutnya.
Mereka berjalan sambil bercerita, Xhin juga menanyakan tentang orang tuanya, akan tetapi dia Seketika termenung.
Dengan suara berat dia menjawab bahwa ibunya telah mati tiga tahun lalu akibat serangan terakhir beast monster, sedangkan ayahnya mati 17 tahun yang lalu sebelum dia lahir.
Dia hanya mengetahui bahwa ayahnya pergi mencari batu meteor yang di katakan jatuh di dalam hutan beberapa ribu tahun yang lalu, tapi dia tidak kembali.
Xhin juga mengetahui tentang asal mula hutan Gelap, awalnya hutan itu hanya seperti hutan bisa.
Akan tetapi beberapa ribu tahun yang lalu sebuah meteor jatuh ke dalam hutan tersebut yang mengakibatkan tanah dan pohon-pohon berubah warna menjadi hitam.
Dan lama kelamaan para beast monster yang berada di hutan tersebut menjadi sangat kuat akibat menyerap energi dari Batur meteor tersebut, bahkan ada beberapa dari beast monster yang telah berevolusi setelah menyerap energi yang di keluarkan oleh batu meteor.
Akan tetapi selama ini tidak ada satu pun kultivator yang mampu mengambil batu meteor tersebut.
Masalahnya hanya terdapat pada jutaan Beast Monster yang melindungi batu meteor tersebut.
Lama berjalan, kini mereka bertiga telah masuk kedalam sebuah kedai yang berada di desa kecil tersebut.
Saat mereka bertiga masuk ke dalam Kedai, tiba-tiba semua orang lansung berlutut saat melihat Xiao Yuan, mereka tidak mengenal Xhin karena sewaktu perayaan kembalinya Xhin, para rakyat kerajaan Xiaoqing yang berada di pelosok atau pedalaman tidak mendapatkan informasi.
"Bangunlah, kalian tidak usah keluar dari sini, kami hanya makan sebentar" ucap Xiao Yuan.
__ADS_1
"Pelayan, tolong berikan makanan yang terbaik disini dan juga seguci arak yang berkualitas tinggi" ucap Xhin.
"Baik tuan, Harap tunggu sebentar kami akan menyiapkannya" jawab pelayan tersebut.
Tidak berselang lama, kini pelayan tersebut telah membawakan makanan yang dipesan oleh Xhin.
Mu Dai seketika melebarkan matanya, saat merasakan makanan tersebut, dia tidak menyangka bisa merasakan makanan yang sangat enak seperti ini.
Xhin hanya tersenyum melihat itu, dia merasa pernah mengalami hal yang sama, dia sangat senang bisa menolong Mu Dai.
Tidak heran kenapa Xhin merasa senang, karena dulunya dia dan Mao Le juga bereaksi seperti itu saat pertama kali makan makanan enak.
"Terima kasih kakak Xhin atas apa yang diberikan padaku hari ini, aku sangat merasa senang" ucap Mu Dai lalu terus melanjutkan makan.
Xhin dan Xiao Yuan juga menyantap makanan mereka sambil sesekali meneguk arak, beberapa saat kemudian mereka bertiga telah selesai makan.
Xhin lalu memberikan lencana Emas miliknya kepada Mu Dai dan sekantong Emas, Xhin menyuruhnya untuk pergi ke ibukota kerajaan dan mencari adiknya yang bernama Putri Xiao Xhie untuk diberikan pekerjaan.
Setelah itu mereka berdua langsung terbang melesat ke arah hutan Gelap, sedangkan Mu Dai lansung pergi menyewa kereta kuda sebagai transportasi untuk mengantarnya ke ibukota kerajaan.
Saat memasuki wilayah hutan Gelap, Xhin merasakan energi yang sangat kuat.
"Energi ini, apakah benda ini berada di tingkat semesta, tapi energi ini sangat kasar" batin Xhin.
Energi tersebut setara dengan Qi semesta, hanya saja energi ini sangat kasar seperti energi Hampa.
Saat baru berjalan beberapa meter kedalam hutan Gelap, Xhin merasakan adanya Aura membunuh yang sangat kuat yang di arahkan kepadanya, begitu juga dengan Xiao Yuan yang merasakan hal yang sama.
Akan tetapi wajah Xiao Yuan Seketika memucat, tubuhnya gemetar karena ketakutan akibat Aura membunuh yang menerpa tubuhnya.
Swuuss!!
Xhin yang melihat adiknya sedang kesulitan, dia lansung melindungi Xiao Yuan dengan Aura spirit Immortal God.
Xiao Yuan seketika lansung kembali normal, dia tidak lagi ketakutan karena Aura tingkat Immortal God yang melindunginya.
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1