Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Memasuki Alam Maut


__ADS_3

"Aku rasa itu tidak perlu di jelaskan... Benarkan Master Sakte" balas telepati Xhin tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya... Tapi kamu jangan menganggap remeh musuh, kebanyakan hal seperti itulah yang dapat membuat kita mudah untuk terjatuh" balas telepati master Sakte.


"Baik Master Sakte" jawab Xhin.


"Perhatian!! Peserta perlombaan Alam Maut silahkan ambil token peserta di kotak itu, dan setelah itu kalian diharapkan untuk segera memasuki arena, karena perlombaan akan segera dimulai" teriak salah seorang yang merupakan pemimpin kota Jiang.


Mendengar itu mereka semua lansung menuju kotak kayu, di dekat arena yang berbentuk lingkaran besar untuk mengambil token peserta perlombaan Alam Maut, setelah mengambil Token peserta perlombaan Alam Maut, setiap tim lansung memasuki arena yang berbentuk lingkaran yang sangat besar itu, lingkaran tersebut bisa menampung ribuan orang yang ada di tempat itu.


Xhin juga langsung berjalan pergi bersama anggota timnya untuk mengambil token peserta lomba Alam Maut, setelah itu mereka memasuki arena bersama peserta lainnya.


Sama seperti Xhin, Shan Dro juga memimpin timnya untuk mengambil token peserta lomba Alam Maut, setelah itu mereka semua lansung memasuki arena dan berdiri di dekat


"Hei... nama saya Xhin, apakah aku boleh tahu nama Kalian berdua" ucap Xhin karena dia tidak mengetahui dua anggota tim lainnya.


"Saya Zui Bo, aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik" ucap salah Seorang murid yang terlihat sangat culun.


"Saya Jixi, hanya Jixi" ucap salah seorang anggota tim dengan sikap dingin.


"Namaku Chi Cheng, aku rasa kamu sudah mengetahui namaku" ucap Chi Cheng sambil menunjuk dadanya sendiri dengan jempol kanannya.


"Tidak perlu aku beritahu karena aku yakin kamu masih mengingat namaku bukan" ucap Yeu Fan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Baiklah, aku harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik" ucap Xhin.


Setelah beberapa saat menunggu, pemimpin kota Jiang langsung memberitahukan bahwa dia mengaktifkan portal dimensi ke Alam maut.


"Para peserta, salah satu dari kalian harus menyelimuti tubuh anggota timnya dengan energi spirit, untuk mencegah agar kalian tidak terpisah dengan anggota tim saat di teleportasikan ke alam maut" jelas pemimpin Kota.


Mendengar ucapan pemimpin kota, setiap ketua tim lansung menyelimuti tubuh anggota timnya dengan energi spirit, begitu juga dengan Xhin.


Setelah semuanya telah selesai, pemimpin kota Jiang langsung membentuk segel tangan dengan sangat cepat untuk mengaktifkan portal dimensi ke Alam maut.


"Terbuka"


Seketika dari bawah kaki mereka tercipta lingkaran portal yang menghisap mereka semua, dalam sekejap mereka semua yang berada di dalam arena tarung berbentuk lingkaran besar itu telah menghilang dari pandangan mata semua orang, mereka semua lansung muncul secara terpisah di tempat acak alam maut.


terlihat sebuah daratan yang yang tidak memiliki satupun tumbuh-tumbuhan, bahkan tanah di tempat itu sangat tandus bagaikan tidak ada satu pun makhluk hidup yang hidup di daratan tersebut, dan yang terlihat hanyalah tulang belulang beast monster maupun manusia yang berada di permukaan tanah.


"Xhin, karena kamu di sini sebagai pemimpin Tim, maka kamu saja yang memandu kita semua dan kita juga harus bekerja sama dengan mendengar apa yang Xhin perintahkan" ucap Yeu Fan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Yeu Fan, Xhin lansung melihat mereka satu persatu dan pada saat pandangan Xhin tertuju ke mereka, mereka juga membalasnya dengan anggukan kecil.


"Setuju" jawab Jixi


"Baiklah" jawab Zui Bo


"Hmm" ucap Chi Cheng menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, tunggu sebentar" ucap Xhin.


Xhin Kemudian mengalirkan kesadarannya sejauh mungkin, beberapa saat kemudian Xhin terdiam sejenak karena tidak menemukan satu pun beast monster.


Xhin kemudian mengeluarkan peta daratan Alam Maut, yang diberikan oleh master Sakte kepadanya sewaktu di dalam penginapan.


Setelah beberapa saat membaca peta, Xhin telah memutuskan untuk pergi ke tempat akhir dari tahap pertama dengan berjalan kaki, karena dia berpikir dengan berjalan kaki dapat memancing beast monster keluar mengejar mereka.


"Kita lebih baik ke arah sana, tapi kita tidak terbang melainkan hanya berjalan kaki" ucap Xhin menunjuk kearah pegunungan yang dilihatnya dari kejauhan.


"Baiklah ayo kita pergi" ucap mereka semua.


Mereka berlima kemudian berjalan mengikuti jalur yang ditunjukkan di peta.


"Xhin, ini sudah berapa lama kita berjalan tapi mana ada beast monster yang muncul dan kita juga Hampir mendekati lembah itu" ucap Chi Cheng mengeluh, tetapi tidak dihiraukan oleh Xhin yang terus berjalan di depan mereka.


Saat ini mereka telah tibah di depan sebuah lembah yang cukup besar, lembah itu berada di antara dinding tebing tinggi, Xhin berhenti sejenak lalu melihat ke kiri dan kanan atas tebing tinggi.


"Ayok kita pergi" ucap Xhin


Xhin kemudian lanjut melangkahkan kakinya berjalan memasuki lembah tersebut.


Saat berada di pertengahan jalan, Xhin mengangkat tangannya untuk berhenti, tetapi tidak dihiraukan oleh Chi Cheng yang terus berjalan sambil menendang batu kerikil.


Tanpa sengaja Chi Cheng lansung menendang sebuah batu kecil yang bungkus dengan menggunakan kertas Rune yang sudah di lapisi oleh Rune.


Tlak!


Swuusssss!


Baru kecil yang dia tendang tadi lansung mengeluarkan asap tebal berwarna merah yang menutupi arah pandangan mereka.


"Chi Cheng!! Kamu itu cuman bisa buat onar saja, makanannya dengarin apa yang Xhin katakan" bentak Yeu Fan.

__ADS_1


"Menghindar!!!" Teriak Xhin melompat mundur.


Mendengar itu mereka semua melakukan hal yang sama dengan Xhin, begitu juga dengan Chi Cheng.


Setelah mereka melompat mundur, tiba-tiba ribuan belati tajam melesat di tempat yang tadi mereka berdiri.


"Siapa kalian? Jangan jadi pengecut... Sini keluar" teriak Jixi.


"Hahaha... Tidak aku sangka akan sangat cepat aku bertemu dengan para murid dari Sakte Petir Langit. Lebih baik kalian serahkan token peserta milik kalian, dari pada kalian semua mati konyol di sini" ucap orang tersebut dan tiba-tiba muncul empat orang lainnya yang tidak lain adalah teman orang tersebut.


"Xhin.. bagimana ini, apakah kita harus melawan" ucap Jixi.


"Lakukanlah apa yang harus kamu lakukan, aku pun akan melakukannya hal yang sama" ucap Xhin sambil menunjuk smile eyes kepada Jixi.


"Hei... Kalau masih ingin selamat, cepat serahkan token peserta kalian atau aku akan mengambilnya sendiri dari mayat kalian" ucap salah seorang dari mereka yang menghadap Xhin dan teman-temannya.


"Kalau bisa sih... Aku saranin kalian ambil sendiri dari mayat kita, kalian juga bisa mengambil harta berharga lainnya.." ucap Yeu Fan sambil sedikit mengangkat belahan pakaian bagian bawah memperlihatkan paha jenjang miliknya.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^Bersambung... ;)^^^

__ADS_1


__ADS_2