Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Keraguan


__ADS_3

"Tuan.. Tuan apakah anda juga mau memesan kamar" ucap pelayan tersebut yang terus memanggil Xhin.


"Aku Sudah dari tadi mencari penginapan dan hanya penginapan ini yang masih tersedia, positif thinking saja dia itu bukan Fanny" batin Xhin.


"Tuan... Tuan"


"Eh... Maaf Nona, aku juga mau memesan satu kamar, tetapi aku mau kamar terbagus yang tidak terganggu dengan kebisingan" ucap Xhin.


"Baiklah, tuan dan nona tunggu sebentar" ucap pelayan tersebut lalu berjalan pergi.


Saat tinggal mereka berdua, Xhin sesekali mencuri pandang ke perempuan di sebelahnya itu, beberapa saat kemudian pelayan tadi telah kembali.


"Mohon maaf Tuan dan Nona, kamar kami yang tersedia hanya tinggal satu dan kamar itu adalah kamar mewah yang sangat mahal" ucap pelayan tersebut.


"Aku ingin mengambil kamar itu" ucap keduanya secara bersamaan dan keduanya lansung saling menatap.


"Tidak-tidak aku Yang akan mengambil kamar itu" balas Xhin.


"Apakah kamu bodoh! aku yang memesan pertama jadi aku yang berhak mengambilnya" ucap perempuan tersebut.


"Tidak bisa Nona, kamu memesan pertama tapi aku yang memesan kamar mewah itu" ucap Xhin.


Ingin sekali Xhin menyerahkan kamar itu kepada perempuan di sampingnya ini, akan tetapi Xhin telah lelah karena sedari tadi dia berjalan mencari penginapan dan tidak menemukan satupun.


"Tidak bisakah kamu mengalah kepada perempuan, apa semua lelaki itu egois" ucap perempuan tersebut.


"Hmm... Anda salah besar Nona, aku berbeda dengan lelaki pada umumnya, aku tidak egois tetapi Hampir semua penginapan di kota super besar ini telah penuh dan juga sekarang telah larut malam, jadi aku yakin tidak akan menemukan penginapan lain selain penginapan ini" jawab Xhin.


Melihat kedua pengunjung sedang ribut, pelayan tersebut lansung berinisiatif untuk memberikan solusi.


"Tuan dan Nona, dari pada kalian terus ribut dan mengganggu pengunjung yang lain, aku sarankan kalian untuk berbagi kamar" ucap pelayan tersebut.


"Ide yang sangat bagus" ucap Xhin.


Mendengar ucapan pelayan tersebut, Xhin dengan sangat cepat tanpa berpikir panjang lansung mengiyakannya.


"Tidak bisa" ucap perempuan itu menolaknya.


Xhin memang menerima usulan tersebut tetapi berbeda dengan perempuan itu, dia menolak usulan pelayanan penginapan karena bagai manapun dia tidak terbiasa tidur sekamar dengan seorang pria.


"Kalau kamu menolaknya tidak apa-apa, pelayan berapa harga untuk semalam" ucap Xhin kepada mereka berdua secara bergantian.


"Kamar itu sangat mewah dan tidak sembarang orang bisa mengambilnya, jadi harga kamar mewah itu untuk semalam yaitu 500 Batu Roh kualitas tinggi" ucao pelayan tersebut.


Mendengar harganya, perempuan yang mirip dengan Fanny lansung terdiam, dia tidak menyangka kamar itu akan sangat mahal dan dia juga tidak mampu untuk mengambilnya walau hanya untuk semalam.

__ADS_1


Walaupun dia adalah seorang putri bangsawan, tetapi 500 batu Roh kualitas tinggi itu bukan perkara mudah, apalagi dia telah berada di luar kerajaan dalam waktu yang sangat lama, dan dia hanya memiliki 300 batu Roh kualitas tinggi yang tersisa dan itu tidak akan cukup.


Harga untuk menginap di kamar mewah itu 300 batu Roh semalam, dia juga tidak bisa mengambilnya, karena kalau dia mengambilnya maka dia akan kehabisan Batu roh.


"Ini, dua ribu lima ratus batu Roh untuk lima hari" ucap Xhin memberikan sebuah cincin penyimpanan yang berisi seratus batu Roh kualitas tinggi.


Melihat Xhin memberikan 2500 batu roh dengan sangat gampang, kedua wanita di depannya lansung terdiam.


Mereka tidak menyangka ada orang yang bisa mengeluarkan ribuan batu roh dengan sangat mudah seperti seorang bangsawan.


"Dari mana asal Pemuda ini, apakah dia juga seorang bangsawan. tapi dia dari kerajaan mana" batin perempuan yang mirip dengan Fanny.


"Dari mana asal pria ini, mungkinkah dia adalah seorang pangeran dari salah satu diantara 5 kerajaan besar lainnya" batin pelayan perempuan tersebut.


"Percuma aku berada di sini, lebih baik aku pergi" batin perempuan yang mirip Fanny.


Karena tidak ada lagi harapan, perempuan itu lansung berjalan keluar, Xhin hanya menatap punggung perempuan itu dengan perasan yang bercampur aduk.


Xhin lansung diantarkan ke kamarnya yang berada di lantai terakhir, setelah tiba di sana Xhin lansung masuk ke dalam kamar yang dia pesan, saat membaringkan tubuhnya Xhin merasakan tempat tidur itu sangat empuk.


"Berapa banyak bulu domba yang mereka pakai sehingga membuat tempat tidur seempuk Spring bed di bumi" batin Xhin.


Xhin langsung memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya, akan tetapi sedari tadi berusaha untuk tidur, dia tidak bisa tertidur karena perasaannya tidak enak dan pikirannya terus menghawatirkan wanita tadi.


"Sial-sial!! kelemahan ku yang satu ini bisa membuatku hancur" ucap Xhin yang merasa kesal.


Setelah itu Xhin lansung mencari keberadaan perempuan tadi, Xhin langsung menyebarkan kesadarannya Sejauh mungkin.


Lama berfokus untuk mencari, kini Xhin terlihat senyum kecil di wajahnya, dia telah menemukan perempuan tersebut sedang tertidur pulas di bawah pohon yang tidak jauh dari tempatnya.


Xhin langsung melesat ke tempat perempuan itu, tidak butuh waktu lama untuk Xhin sampai ke tempat perempuan yang mirip dengan Fanny, setibanya di sana terlihat perempuan tersebut sedang tidur bersandar di bawah pohon.


"Wajah ini... apakah kamu itu benar-benar Fanny yang bereinkarnasi ataukah kamu hanya mirip dengannya" batin Xhin.


Untuk sesaat Xhin menatap wajah perempuan itu, Xhin bisa mengingat dengan sangat jelas wajah Fanny sewaktu tertidur.


"Hei.. Nona, Hei... bangun" ucap Xhin menggoyangkan kaki perempuan itu untuk membangunkannya.


Saat perempuan itu membuka matanya, terlihat seorang pria bertopeng di depannya, pria yang tidak lain dia temukan di penginapan tadi.


"Apa yang kamu lakukan" ucap perempuan itu sambil merapatkan kedua lututnya sambil tangan Kanannya memegang pedangnya.


"Jangan takut aku tidak bermaksud jahat, aku hany-" ucap Xhin.


"Apakah kamu bodoh, mana ada penjahat yang mau mengakui kejahatannya" jawab perempuan itu memotong ucapan Xhin.

__ADS_1


"Apa wajahku seperti seorang penjahat, aku hanya berniat baik untukmu karena tidak tega melihat kamu tertidur di tengah dinginnya malam" jawab Xhin.


"Bagiamana aku tahu wajahmu kalau kamu saja menutupinya" ucap perempuan tersebut sambil menunjuk kain hitam yang menutupi wajah Xhin.


Seketika Xhin lansung tersadar kalau wajahnya masih tertutup kain yang dia bentuk seperti masker.


"Maaf.. kelupaan" ucap Xhin lalu menurunkan maskernya.


Di tengah langit malam yang di Sinari rembulan yang sangat terang, perempuan itu lansung ternganga saat melihat wajah milik Xhin yang sangat tampan, wajah Xhin sangat terlihat dengan jelas walaupun hanya sedikit tersinari cahaya rembulan.


Dengan wajah memerah, perempuan tersebut lansung membalikkan pandangannya karena ketahuan menatap wajah Xhin dengan waktu yang cukup lama.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2