Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Peperangan Puncak


__ADS_3

"kakak Le, aku bukan orang bodoh yang akan bertaruh untuk kekalahan" jawab Long Ju yang masih sibuk membersihkan pasir di rambutnya.


Setelah itu Xhin lansung melesat ke arah wilayah barat laut untuk menghabisi pasukan dinasti Ling yang tersisa.


Hanya dalam waktu setengah jam Xhin telah sampai ke wilayah bagian barat laut, setibanya di sana terlihat pasukan dinasti Ling telah menyerang pasukan kerajaan Xiaoqing, mereka menyerang saat array raksasa milik Xhin pecah.


"Rebellion"


Setelah pedang Rebellion dikeluarkan, Xhin langsung dengan sangat cepat melesat menebas tubuh pesukan dinasti Ling, Xhin bisa membedakan kedua pasukan dari warna baju zirah yang dipakai.


Baju zirah kerajaan Xiaoqing berwarna biru dan baju zirah dinasti Ling berwarna coklat dengan corak merah.


Xhin membantai pasukan dinasti Ling dengan sangat cepat, setelah pasukan gelombang pertama telah habis, Xhin lansung mengumpulkan energi spirit dalam jumlah besar di pedang Rebellion.


"Tebasan bayangan"


Xhin dengan cepat melakukan Delapan kali tebasan.


Slash!!


Slash!!


Slash!!


Seketika muncul delapan siluet bulan sabit besar melesat ke arah ratusan ribu pasukan dinasti Ling, setiap kali siluet bulan sabit melewati tubuh pasukan dinasti Ling.


Di saat yang bersamaan pula tubuh mereka lansung terputus secara rapi, pedang Rebellion terus menyerap kultivasi prajurit dinasti Ling yang ditebas olehnya.


Energi spirit milik Xhin dengan sendirinya beregenerasi akibat efek dari pedang Rebellion.


Xhin membantai ratusan ribu pasukan Dinasti Ling dengan sangat cepat dan hanya menyisakan pasukan kerajaan Xiaoqing.


Setelah itu Xhin lansung berteleportasi ke wilayah bagian barat yang tidak lain adalah wilayah tempat Sakte Pedang Suci.


Setibanya di sana terlihat pasukan kerajaan Xiaoqing bersama murid-murid sakte pedang suci sedang bertarung.


Banyak korban jiwa yang telah berjatuhan dari kedua belah pihak, terlihat cipratan darah dan mayat yang berserakan dimana-mana.


Xhin melihat master Sakte pedang suci sedang bertarung sedang seorang pria paruh baya, dengan tingkat kultivasi yang sama keduanya bertarung secara seimbang.


Pertarungan keduanya banyak membuat orang lain yang sedang bertarung juga terkena dampaknya.


"Lama, aku harus segera beresin" ucap Xhin.


Xhin lansung menyebarkan kesadarannya, beberapa saat kemudian Xhin telah mengetahui jumlah musuh dan posisi mereka masing-masing.


"Ice Queen"

__ADS_1


Sraakkk!!!


Seketika tubuh bagian bawah seluruh prajurit dinasti Ling menjadi beku dan tidak bisa bergerak, kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh prajurit kerajaan Xiaoqing dan murid sakte pedang suci.


Dalam sekejap, mereka lansung menebas dan ada juga yang membakar prajurit dinasti Ling, peperangan telah selesai dengan cepat dan dimenangkan oleh kerajaan Xiaoqing.


Tentu saja kunci kemenangan mereka berada pada Xhin, jikalau tidak ada Xhin maka tidak perlu diragukan lagi kalau kerajaan Xiaoqing akan musnah dalam sekejap.


Peperangan besar antara kerajaan Xiaoqing dan Dinasti Ling tidak berselang lama, persiapan yang dilakukan oleh dinasti Ling selama tiga bulan sia-sia, hanya dalam sehari Xhin menaklukkan mereka semua.


Xhin lansung mengeluarkan Pipe dan Weed, setelah dimasukkan Weed kedalam Pipe, Xhin langsung menunjukkan api kecil di cari telunjuknya.


Huusss.... Fhuuusss...


"Nikmatnya"


Saat keasikan merokok, Raja Xiao Dong datang kepada Xhin.


"Anakku, selanjutnya apa yang harus kita lakukan" ucap Raja Xiao Dong.


"Ayah, aku sarankan besok ayah memimpin pasukan untuk menaklukkan seluruh tanah dinasti Ling, kita harus melakukannya besok.


Untuk sekarang ayah lebih baik perintah para pasukan untuk merampas harta milik pasukan Dinasti Ling" ucap Xhin.


Mendengar usulan anaknya, Raja Xiao Dong lansung memerintahkan seluruh prajuritnya untuk menjarah harta yang di miliki oleh para pasukan dinasti Ling yang telah mati.


Karena hari telah menjelang malam, Xhin mengeluarkan puluhan beast monster berukuran raksasa untuk diberikan kepada para prajurit, Para prajurit memanggang daging beast monster yang diberikan oleh Xhin.


Tidak sadar, kini hari semakin larut malam, Terlihat Xhin sedang menikmati Weed sambil tiduran di atas kursi Santai yang dia buat menggunakan elemen ice.


"Xhin, kamu sedang apa di sini, Lou Rin dari tadi nyariin kamu loh" ucap Mao Le yang baru datang.


"Mao Le... terus dimana dia?"


"Kayaknya masih di kamarmu, tapi benda apa yang kamu hisap dari tadi " ucao Mao Le.


"Oh... Ini obat buatku, karena pertarungan tadi aku harus memakainya" jawab Xhin berbohong.


"Baiklah aku pergi dulu" ucap Xhin yang terbang meninggalkan Mao Le.


Xhin terbang melewati tenda-tenda yang dibuat oleh para prajurit, terlihat mereka sedang asik berbicara di depan perapian.


Xhin mendengar pembicaraan mereka, mereka tidak lain adalah membicarakan tentang kehebatan Xhin, saat sedang terbang matanya lansung teralihkan pada seratus Golem yang sedang di kerumuni oleh prajurit.


Xhin lansung terbang menuju Golem yang diciptakannya itu, setibanya di sana semua prajurit dan Golem lansung berlutut.


"Hormat kami Yang Mulia Putra mahkota" teriak mereka serempak.

__ADS_1


"Apakah kalian sudah makan, ambil ini" ucap Xhin mengeluarkan beberapa beast monster.


"Terima kasih tuan" ucap mereka semua.


Xhin kembali terbang menuju istana kerajaan Xiaoqing, Xhin tidak ingin berteleportasi tetapi dia hanya ingin terbang menikmati indahnya langit malam.


Tidak berselang lama kemudian Xhin telah sampai di istana kerajaan, disana dia melihat Ratu Hong Yi Min bersama yang lainnya sedang makan bersama.


"Ibu, aku pulang" ucap Xhin yang di ikuti dengan tatapan tajam oleh Ratu Hong Yi Min.


"Xhin, kemana kamu selama beberapa bulan ini, kamu itu istri mau melahirkan malah pergi menghilang" ucap Ratu Hong Yi Min sambil menjewer telinga Xhin.


"Idih... Maaf Bu, aku sebenarnya melakukan pelatihan tertutup, aku juga tidak tahu akan selama itu" ucap Xhin.


Xhin kemudian menyebarkan pandangannya, dia melihat Lou Rin yang sedang menundukkan wajahnya, Xhin lansung berjalan menghampirinya.


"Rin'er, maafkan aku sayang, aku tidak tahu akan selama itu" ucap Xhin memeluk istrinya.


"Tidak apa-apa suamiku, yang penting kamu pulang dengan selamat" ucap Lou Rin membalas pelukan Xhin.


"Kakak, kenapa matamu seperti itu, apakah aku juga bisa memilikinya" ucap Xiao Yuan.


Platak...


"Bodoh, rasa sakit yang kakak rasakan saja sangat sakit yang tidak bisa dibayangkan, seluruh tubuh kakak meleleh melebur dengan darah Naga, kalau itu kamu maka akan mati saat itu juga" ucap Xhin.


"Apa sesakit itu, mendengarnya saja aku sudah merinding" jawab Xiao Yuan.


"Ibu, apakah ibu tahu cara pergi ke dunia Dewa" ucap Xhin kemudian.


Semua orang lansung balik menatap kearahnya, mereka tahu Xhin akan pergi meninggalkan dunia tengah, tetapi mereka tidak tahu kapan dia akan pergi.


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


|


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2