Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Menaklukkan Dinasti Ling


__ADS_3

"Ibu, apakah ibu tahu cara pergi ke dunia Dewa" ucap Xhin kemudian.


Semua orang lansung balik menatap kearahnya, mereka tahu Xhin akan pergi meninggalkan dunia tengah, tetapi mereka tidak tahu kapan dia akan pergi.


"Ibu pernah mendengar cerita tentang portal dimensi menuju ke dunia Dewa, dan portal itu berada di Daerah Utara Dinasti Ling, lebih tepatnya di kerajaan Shi yang sudah menjadi salah satu daerah kekuasaan dinasti Ling" jawab Ratu Hong Yi Min.


"Terima kasih Bu, kalian semua mungkin aku tidak akan lama lagi di dunia tengah, aku akan pergi setelah memperbaiki portal dimensi ke dunia Dewa, entah kapan akan kembali yang pastinya akan sangat lama dan mungkin saja kepergian ku adalah saat-saat terakhir dengan kalian, aku tidak tahu akan kembali dengan selamat atau mati melawan musuh bebuyutan ku" ucap Xhin sambil menatap ke segala arah.


"Adik Ju, tolong panggil Zhu Lian dan Mao Zhu, di Benua tengah" ucap Xhin.


"Baik kakak Xhin, aku pergi" ucap Long Ju.


Xhin lansung mengeluarkan tungku dewa dari dunia verden, dia juga mengeluarkan jutaan tumbuh spirit berbagai macam jenis.


Tunggu dewa sangatlah besar dan Hampir memenuhi ruang makan, Xhin lansung memasukan 100 jahe yang berusia 1 juta tahun, 100 Ginseng yang berusia 1 juta tahun, 100 tangkai Bunga anggrek api, 100 rebung petir berusia 1 juta tahun, 50 jamur Ice yang berusia 1 ribu tahun, 100 tangkai Lily air berusia 100 ribu tahun.


Xhin lalu memasukkan semua bahan-bahan, setelah bahan-bahan yang dimasukkan telah melebur Xhin lalu memisahkan esensi dari kotoran.


Mereka bingung kenapa Xhin tiba-tiba membuat Pill, mereka kembali berpikir bahwa waktu Xhin di dunia tengah tidak lama lagi.


Esensi yang dipisahkan oleh Xhin lansung dibentuk menjadi ratusan Pill Liliang tingkat tinggi dengan khasiat 50% sampai 80%.


Xhin lansung memerintahkan para pelayan yang ada untuk memasukkan semua Pill kedalam botol yang sudah dia siapkan.


Malam itu Xhin membuat jutaan Pill berbagai jenis dengan menggunakan semua tanaman spirit yang dia miliki.


Puluhan cincin penyimpanan telah terisi dengan jutaan Pill.


Xhin membagikan kepada mereka semua, dan Pill yang berkhasiat 50% sampai 70% digunakan untuk dijual.


Hanya dalam kurun waktu dua jam Xhin menyelesaikan semuanya, setelah itu dia lansung pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


Sesampainya di kamar, dia melihat Lou Rin dan Zhu Lian sedang berbaring, tidak menunggu lama Xhin lansung menerkam keduanya secara bergantian.


Malam itu mereka bertiga kembali melakukannya secara bersamaan, mereka melakukan aktivitas berkeringat sampai menjelang pagi.


Setelah keduanya tertidur, Xhin lansung pergi ke kamar lainnya untuk menemui anaknya yang dilahirkan Lou Rin.


Terlihat bayi mungil sedang tertidur pulas dengan kakaknya Mao Zhu, Xhin dengan hati-hati mengendong anaknya itu, pagi itu Xhin tidur bersama kedua anaknya.


akan tetapi belum lama tertidur , Xhin dibangunkan oleh tangisan bayi kecilnya itu, saat membuka matanya Xhin melihat Lou Rin sedangkan berusaha menenangkan bayinya itu.


Xhin langsung bangun, dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi Xhin kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Lou Rin juga berjalan memasuki kamar mengikuti Xhin sambil menggendong bayi mereka.


"Xhin, aku mau kamu yang memberikan nama buat bayi kita" ucap Lou Rin.


"Nama?, Apakah kamu belum menamai anak kita selama ini?" Ucap Xhin bertanya.


"Iya selama ini aku belum memberikan nama buat bayi kita, karena aku ingin kamu yang menamainya" ucap Lou Rin.


"Karena anakku laki-laki, maka aku akan menamainya Xiao Ri Xhi" ucap Xhin.


"Jaga anak kita baik-baik kalau aku pergi" ucap Xhin.


"Baiklah suamiku, aku dan kakak Lian akan selalu menunggumu" ucap Lou Rin.


"Tidak-tidak, aku tidak pergi untuk sekarang jadi jangan mengucapkan perpisahan dulu" ucap Xhin mengusap kepala Lou Rin.


Setelah selesai berpakaian, Xhin lansung berteleportasi ke wilayah bagian Utara kerajaan Xiaoqing.


Setibanya di sana dia melihat pasukan telah bersiap untuk pergi menaklukkan dinasti Ling.


Pasukan kerajaan Xiaoqing lansung pergi menuju ibukota Dinasti Ling, yaitu kota Lingchi, mereka melakukan perjalanan selama dua bulan lamanya.


Saat melakukan perjalanan menuju ke ibu kota dinasti Ling, mereka telah menaklukkan hampir 5 kerajaan besar yang berada di bawah kekuasaan dinasti Ling.


Setibanya di ibu kota dinasti Ling, Xhin lansung menghancurkan gerbang kota, sisa prajurit Dinasti Ling lansung menyerang Xhin.


Hanya dalam hitungan jam Xhin membuat mereka semua bertekuk lutut, dan yang tidak ingin tunduk kepada kerajaan Xiaoqing maka langsung di eksekusi mati di tempat.


"Cepat, bawa keluarga dan pewaris Dinasti Ling ke sini" ucao Xhin.


"Yang mulia Putra Mahkota, keluarga kerajaan mengurung diri di ruang rahasia dan kami tidak bisa membuka pintunya" ucap salah seorang prajurit.


"Kamu tolong antarkan aku ke tempat itu, aku sendiri yang akan membuka pintunya" ucap Xhin.


"Silahkan yang mulia ikuti aku" jawab prajurit tersebut.


"Ayah, aku akan pergi dan ayah urus sisanya" ucao Xhin melesat pergi mengikuti prajurit tersebut.


Mereka berdua menelusuri sebuah bangunan tua di samping istana kerajaan, mereka berjalan menuruni tangga ke ruang bawah tanah.


Lama berjalan menelusuri anak tangga Xhin merasakan getaran-getaran besar, akan tetapi dia hanya menghiraukannya.


Lama berjalan akhirnya mereka berdua telah tiba di sebuah ruangan, terlihat ada beberapa prajurit yang mencoba menghancurkan pintu tersebut tetapi tidak hasilnya nihil.

__ADS_1


"Kalian semua mundur kebelakang" ucap Xhin.


"1000 sisik Naga"


Saat tinjunya hampir menyentuh pintu batu itu, Xhin lansung menghentikan niatnya, dia kembali berpikir kalau dia menghancurkan pintunya maka dapat dipastikan tempat tersebut akan roboh.


"Hukum Ruang"


Xhin lansung membuat pintu dimensi menembus pintu batu tersebut, dari luar terlihat beberapa anak kecil bersama-sama lima orang wanita.


"Kalian semua! Bawa mereka ke atas" ucap Xhin.


"Tuan, tolong jangan sakiti kami!!"


"Ampun tuan!!!"


"Huaa... Hiks.. hiks..."


Terdengar suara dari dalam ruangan tersebut saat para prajurit dengan paksa membawa mereka, saat satu persatu dari mereka keluar mata Xhin tiba-tiba tertuju pada seorang wanita cantik.


"Cantiknya, tapi sayang sebentar lagi akan mati" ucap Xhin pelan tetapi dapat didengar mereka.


Setibanya di atas, Xhin lansung berbicara dengan ayahnya saat Raja Xiao Dong ingin melepaskan mereka.


Akan tetapi Xhin menolaknya, dia tidak ingin suatu saat mereka akan melakukan balas dendam, jadi Xhin menyarankan untuk mengeksekusi mereka semua, dan sarannya diterima oleh Raja Xiao Dong dengan berat hati.


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... :)^^^


__ADS_2