
Akan tetapi Liu Gao tertawa terbahak-bahak mendengar cemoohan mereka kepada Xhin.
"Aku ingin melihat ekspresi wajah kalian setelah mengetahui kekuatan Xhin yang sebenarnya" ucap Liu Gao.
Master Sakte Pedang Suci juga tidak kalah terkejutnya saat mendengar berita tantangan yang di ajukan oleh Xhin, dia tidak menyangka Xhin akan menantang murid elite peringatan pertama yang tidak pernah kalah sekali pun.
***
Di sisi lain kediaman murid elite.
"Bos, aku akan memberinya pelajaran karena dia berani menantang mu" ucap Ru Shu.
Ru Shu merupakan anak buah Xo Chen yang paling kuat, Ru Shu juga menempati peringkat kedua murid elite.
"Hahaha, jangan begitu Ru Shu, aku akan tetap melawannya karena dia telah menantang ku" jawab Xo Chen.
"Bos, si sampah itu tidak tahu diri sekali, apakah bos akan membiarkannya merebut popularitas mu" ucap Ru Shu.
"Setiap murid di Sakte Pedang Suci mempunyai hak untuk menantang murid lain, jadi biarkan saja dan juga sudah lama aku tidak menerima tantangan dari siapapun" Jawab Xo Chen.
"Bos, kamu itu terlalu baik jadi mereka tidak menghargai mu" batin Ru Shu.
****
Kediaman Xiao Xhie di Sakte Pedang Suci.
Xiao Xhie saat ini sedang berkultivasi menyerap Pill Liliang tingkat tinggi yang Xhin berikan, akan tetapi dia tiba-tiba berhenti berkultivasi saat mendengar kakaknya menantang murid elite peringkat pertama.
"Kakak sudah kembali, aku harus pergi mencarinya"
Xiao Xhie lalu melesat pergi ke kediaman Liu Gao, dia tahu pasti Xhin berada di sana.
****
Xhin saat ini berada di kediaman Liu Gao, lebih tepatnya berada di dalam kamarnya, sedangkan Liu Gao telah dipanggil ke kediaman Master sakte saat mendengar tantangan yang diajukan oleh Xhin.
Xhin lalu mengebaskan tangannya untuk mengeluarkan baja semesta yang dia ambil di hutan Gelap, sebelumnya Xhin sudah memasang array pelindung untuk melindunginya.
Saat baja semesta dikeluarkan, perlahan energi dalam ruangan itu menjadi kasar.
Baja semesta sangat besar bahkan hampir memenuhi kamar Xhin, untungnya rumah Liu Gao sedikit besar sehingga bisa menampungnya.
"Benda ini sangat keras, mungkin.. bahkan pedang Rebellion juga tidak bisa membelahnya" ucap Xhin
"Roh Naga, apakah baja semesta ini bisa di tempa menjadi sebuah senjata" ucap Xhin bertanya.
__ADS_1
"Tuan, bahkan orang bodoh pun pasti tahu benda ini sangat bagus untuk membuat senjata, tetapi saranku lebih baik tuan menggunakannya untuk menempa pedang Rebellion dan kedua senjata lainnya ke tingkat semesta" ucap Roh Naga.
"Aku sempat berpikir seperti itu, tetapi bagaimana caranya agar aku bisa menempanya" jawab Xhin.
"Tuan, aku akan memberitahu sebuah harta berharga yang bisa anda gunakan, tetapi sebelum itu tuan harus tetap pada tujuan utama untuk mendapatkan air suci terlebih dahulu" ucap Roh Naga.
"Iya... Tapi benda apa yang sangat berharga bagiku itu" ucap Xhin yang kesal karena penasaran.
"Benda itu adalah Tungku Dewa Kuno, tungku itu dibuat dengan bahan yang sama yaitu baja semesta, Tungku Dewa Kuno bisa digunakan untuk membuat Pill ataupun untuk membuat senjata, tapi..." jawab Roh Naga.
"Tungku Dewa Kuno telah lama hilang dari peradaban para dewa dan juga Tungku itu hanya bisa diaktifkan pertama kali dengan menggunakan api Semesta dan tuan harus mengikat Tungku Dewa Kuno dengan jiwa tuan, tuan hanya perlu mencari inti api Qilin lalu menggabungkan semua api hingga menjadi api semesta" ucap Roh Naga.
"Tapi dari mana aku bisa mendapatkan inti Api Qilin" ucap Xhin bertanya.
"Apakah tuan masih ingat dengan sebuah token giok berukiran Beast Monster, token giok itu tuan dapatkan di daratan misterius tempo hari" ucap Roh Naga.
"Iya saya ingat, Token itu saya dapatkan di ruang rahasia" ucap Xhin.
Xhin lalu mengeluarkan token giok tersebut dari dunia verden, Xhin sebelumnya menyimpannya di dunia Verden bersama tumpukan emas dan Batu Roh di dalam dunia Verden.
"Benar, tuan hanya Perlu meneteskan darah tuan untuk membuka mengaktifkannya" ucap Roh Naga.
Tok... Tok... Tok...
Setelah itu Xhin menghilangkan Array lalu berjalan menuju ke pintu kamar.
Cleek...
"Xhie'er!" Ucap Xhin.
"Kakak, apakah kakak menantang Xo Chen" ucap Xiao Xhie bertanya.
"Iya, memangnya kenapa?" ucap Xhin dengan tatapan menyelidik.
"Tidak, hanya saja kakak membuat seisi Sakte menjadi heboh" jawab Xiao Xhie.
"Oh... Xhie'er, kakak ingin pergi ke suatu tempat, apakah kamu mau ikut" ucap Xhin bertanya sambil tersenyum.
"Ikut kak, aku juga sangat bosan di sini, tapi memangnya kita akan kemana" ucap Xiao Xhie bertanya.
"Kakak akan mengantarmu pulang ke rumah karena kamu itu sudah menganggu latihan kakak" ucap Xhin dengan wajah kesal lalu menutup pintu kamarnya.
"Huu... Setelah menjadi kakakku dia sangat sombong" ucap Xiao Xhie kesal.
Di dalam kamarnya, Xhin lalu meneteskan Darahnya ke token giok yang dia keluarkan.
__ADS_1
Setelah itu Xhin lalu membuka portal dimensi ke dunia yang tidak dia ketahui.
Setelah pintu dimensi terbuka, Xhin lalu melangkahkan kakinya memasuki portal dimensi tersebut.
Xhin lansung muncul di pasir pantai, terlihat pemandangan pasir pantai sangat indah.
Xhin lalu menyebarkan kesadarannya sejauh mungkin, dari yang dia lihat terdapat jutaan makhluk hidup, ada juga manusia yang berada di Dunia tersebut.
"Roh naga, kemana aku akan mencari beast suci Qilin"
"Aku tidak tahu tuan, yang aku tahu cuman dunia tempatnya berada" jawab Roh Naga.
"Hah! Ini bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami" jawab Xhin.
Xhin lalu terbang menuju salah satu kota yang dia lihat saat menyebarkan kesadarannya, Xhin melesat dengan sangat cepat.
Sepanjang perjalanan Xhin melihat banyak sekali beast monster tingkat Spirit Langit dan bumi jadi dia tidak menghiraukannya, ada juga tumbuhan spirit tetapi Xhin juga tidak peduli karena di dunia Naga lebih banyak tumbuhan spirit yang memiliki usia lebih dari 1 juta tahun.
Setibanya di pintu gerbang kota, Xhin dihadang oleh Penjaga gerbang "tuan tolong tunjukkan identitas anda" ucap penjaga gerbang.
"Apakah di dunia ini semua orang itu lemah, sedari tadi aku tidak merasakan adanya beast monster ataupun manusia yang berada di tingkat Extreme ke atas" batin Xhin.
"Maaf, aku dirampok oleh beberapa bandit jadi aku kehilang bukti identitasku" jawab Xhin.
"Tuan hanya perlu membayar 100 koin perunggu untuk biaya masuk karena tidak memiliki indentitas" ucap penjaga gerbang.
Xhin mengeluarkan 1 koin Emas lalu diberikan kepada penjaga gerbang tersebut, akan tetapi mata mereka ternganga saat melihat koin Emas yang diberikan Xhin.
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung... :)^^^
__ADS_1