
"Tidak perlu, aku sudah menguasainya jadi lebih baik kalian simpan saja atau bisa di kasih ke Master Sakte" ucap Xhin.
"Ayok lebih baik kita sekarang keluar dari sini, aku sudah tidak sabar lagi ingin pulang" sahut Chi Cheng kepada Xhin dan Shan Dro.
Mereka semua lansung masuk kembali ke portal yang tadi mereka masuki, karena hanya ada satu portal maka mereka harus kembali ke level lima dulu, setelah tiba di level lima mereka lansung berjalan memasuki portal untuk keluar dari tempat perlombaan Alam Maut.
Swuuss!!!
Swuuss!!!
Swuuss!!!
Satu persatu dari mereka keluar dari portal perlombaan Alam Maut, orang yang pertama keluar yaitu Xhin, kemudian di susul oleh Shan Dro dan yang lainnya.
Tidak lama saat Xhin dan teman-temannya keluar, Kai Loon dan Sei Xoji keluar dari portal di belakang Xhin dan teman-temannya.
"Tidak disangka kalau Sakte Petir Langit bakalan menjadi pemenang lomba Alam Maut kali ini"
"Sakte Petir Langit kembali menunjukkan kemampuan sebagai Sakte nomor satu di alam Dewa"
"Tidak heran kalau mereka menjadi pemenang, mereka memiliki sejarah jutaan tahun sebagai Sakte nomor satu, jadi wajar saja kalau mereka bisa keluar sebagai pemenang, dan juga murid-murid mereka semuanya merupakan jenius beladiri di antara kultivator tingkat Dewa"
Terdengar suara dari para penonton yang telah menunggu hasil dari perlombaan Alam Maut yang telah berlangsung selama beberapa hari.
"Apakah kalian lihat pria yang sana" ucap seorang wanita yang menunjuk ke arah Xhin.
"Demi Kaisar Langit! Dia sangat tampan!"
"Aku harap dia belum belum mempunyai istri, kalau sudah pun aku tidak keberatan menjadi selirnya"
"Jangan bermimpi, perempuan seperti kamu tidak akan bisa mendapatkannya"
Terdengar suara gaduh dari arah kanan para penonton, mereka tidak lain yaitu para wanita yang tergila-gila pada Xhin.
"Apakah mereka memperebutkan aku, aku tidak menyangka kalau wajahku terlalu tampan sampai-sampai mereka menggila" ucap Chi Cheng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha!!... Chi Cheng kamu terlalu percaya diri, mereka itu sedang memperebutkan Xhin dan Shan Dro bukan kamu, dasar kendi arak" ucap Jin Ton yang terlihat kesal akan kepercayaan diri Chi Cheng.
"Cih... Bisakah sekali saja kamu mendukungku, wajahku tidak terlalu buruk, bahkan lebih tampan dari kamu" balas Chi Cheng terkekeh.
__ADS_1
"Kamu-"
"Sudah-sudah, kalian itu kenapa sih ribut terus" ucap Shan Dro karena melihat pemimpin kota Jiang yang berjalan ke arah mereka.
"Selamat atas keberhasilan kalian para peserta dari Sakte Petir Langit yang menempati posisi pertama dan juga peserta dari Sakte Pedang Api yang menempati posisi kedua, kalian beristirahatlah dulu sambil menunggu peserta yang menempati posisi ke tiga untuk acara penyerahan hadiah" ucap walikota Jiang.
"Kalian semua, aku sangat berterima kasih atas kerja keras yang kalian lakukan" ucap Master Sakte Petir Langit yang muncul dari tengah kerumunan.
"Master Kwi Dao, Selamat atas keberhasilan para murid anda" ucap walikota Jiang saat menyadari kedatangan Master Sakte Petir Langit.
"Terima kasih Walikota Jiang" balas Master Sakte Petir Langit.
"Master Sakte Petir Langit, Master Sakte Pedang Api, izinkan saya walikota Jiang menjamu kalian selagi menunggu peserta lomba yang lain" ucap walikota Jiang.
"Terima kasih atas kebaikannya walikota Jiang" ucap master Sakte Petir Langit dan master Sakte Pedang Api.
"Kedua master Sakte silahkan kita ke meja perjamuan terlebih dahulu" ucap walikota Jiang.
Saat melihat walikota Jiang, master Sakte Petir Langit dan master Sakte Pedang Api pergi, Shan Dro yang sedari tadi berdiam langsung membuka suaranya.
"Walikota mohon maaf sebelumnya, tapi sebaiknya tidak usah menunggu peserta yang lainnya, karena mereka semua telah menjadi mayat" ucap Shan Dro kepada walikota Jiang yang hendak melangkah pergi bersama kedua master Sakte.
"Jika mereka semua mati kenapa kalian tidak, mana mungkin mereka semua mati hanya melawan para beast monster itu, aku yakin kalian semua tidak memiliki kemampuan untuk menghabisi semua murid kami" ucap Master Sakte Api Dewa.
Walikota Jiang membalikkan badannya lalu menatap ke sumber suara yang tidak lain adalah Xhin, walikota Jiang juga menatap pemuda yang berada di samping Xhin.
"Apakah kamu pangeran mahkota kerajaan Shandian?" Tanya walikota Jiang
"Memang benar walikota Jiang, saya adalah anak dari Dewa Petir, dan kalau kalian ingin tahu kami memiliki kemampuan atau tidak, kalian bisa bertarung dengan kami untuk menunjukkan kemampuan kami" ucap Shan Dro.
Mendengar ucapan Shan Dro, Xhin lansung menatapnya dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Hahaha!!... Lancang kamu berbicara seperti itu, apakah kamu sudah bosan hidup, kalian berlima pun belum tentu mampu melawanku, pemimpin Sakte kalian saja masih terjebak di tingkat Kaisar Dewa selama ribuan tahun tetapi kalian begitu sombong" ucap Master Sakte angin musim semi.
"Kerajaan Dewa Shandian telah lama mengucilkan diri dari dunia dewa, jadi kalian semua tidak tau seberapa jauh perkembangan kultivator dewa di tanah dewa ini. para kultivator dari kerajaan dewa lain sudah tidak sama seperti beberapa ratus tahun yang lalu, kita semua telah menemukan cara berkultivasi untuk menembus tingkatan Heavenly Immortal dan juga kalaupun murid-muridku mati, maka kalian semua akan mati juga di sini!!"
Whuuusss!!!
Master Sakte Angin Musim Semi lansung mengeluarkan Aura membunuh yang sangat pekat, Aura membunuh yang dia miliki diperoleh sejak ribuan tahun yang lalu, baik itu manusia atau beast monster semuanya dia bunuh untuk memiliki Aura membunuh yang sangat mengerikan, tidak hanya Aura membunuh yang dia keluarkan tetapi dia juga mengeluarkan Aura intimidasi tingkat Heavenly Immortal 3.
__ADS_1
Suasana di tempat tersebut seketika menjadi sangat mencengkeram, para kultivator yang memiliki tingkatan pelatihan rendah yang berada di bawah tingkat Kaisar Dewa seketika merasakan tubuhnya menjadi sangat berat, Aura membunuh yang sangat pekat juga seakan mencekik para kultivator yang berada di tingkat Dewa alam kebawah.
"Hahaha!! Jangan pikir kamu akan bersenang-senang sendirian" Ucap Master Sakte Api Dewa.
Whuuusss!!!
Master Sakte Api Dewa lansung mengeluarkan aura penindasan tingkat Heavenly Immortal 3.
"Apakah kalian berdua berpikir bahwa kalian berdua saja yang sudah melangkah ke tingkat Heavenly Immortal? Aku juga bahkan telah sampai ke tingkat 4" ucap master Sakte Tanah illahi.
Lomba beradu tekanan Aura spirit pun dilakukan oleh ketiga orang tersebut, puluhan penonton yang memiliki tingkat kultivasi yang berada di tingkat Dewa hitam mulai berjatuhan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1