
"Anak ini, kalau ada maunya pasti bersikap baik" batin Xhin sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah selesai makan, Xhin langsung berdiri, dia langsung mengajak Xiao Yuan ke taman belakang.
"Apakah kamu sudah siap Yuan'er, ingat ini sangat menyakitkan dan kamu harus bertahan kalau tidak kamu bisa mati Yuan'er" ucap Xhin.
"Aku sudah siap kakak" ucap Xiao Yuan.
"Baiklah..." Ucap Xhin lalu membentuk jarinya seperti pistol lalu menempelkan jari telunjuk di kepala Xiao Yuan.
"Tenso"
ARRRHKKK!!!!
Xiao Yuan berteriak kesakitan, dia tidak menyangka rasa sakitnya akan semengerikan ini.
Terlihat urat-urat menjalar di lehernya, Xhin lansung menyelimuti tubuh Xiao Yuan dengan Api Emas untuk mengurangi rasa sakit yang dia rasakan.
Mendengar teriakkan Xiao Yuan, semua orang lansung datang melihatnya, termasuk para pelayan dan prajurit.
"Kalian tenang saja, Yuan'er tidak apa-apa" ucap Xhin.
Terlihat darah mulai keluar dari hidung Xiao Yuan, kepalanya terasa mau pecah saat menerima ingatan tentang pemahaman ilmu Alkimia yang sangat banyak.
Beberapa saat kemudian kini dia tidak lagi berteriak, tubuhnya sangat lemah.
Xhin lansung mengeluarkan eleksir penyembuhan lalu membantu Xiao Yuan untuk menelan Eleksir penyembuhan itu, setelah di meneguk sekali seketika tubuhnya perlahan pulih, tenaganya juga telah kembali.
"Satu lagi, kakak akan membagikan inti api Roh kepadamu" ucao Xhin lalu mengeluarkan inti api Roh.
Xhin lalu mengeluarkan sedikit inti api Roh atau api biru di telapak tangannya, Xhin lalu menyempurnakan inti api Roh tersebut, setelah itu Xhin lansung memberikan inti api tersebut kepada Xiao Yuan.
Xiao Yuan sangat kagum dengan api biru di tangannya itu, tidak menunggu perintah Xiao Yuan lansung duduk bersila untuk menyerap inti api Roh tersebut.
"Tenangkan hati dan pikiran, dengan begitu kamu akan berada di dunia jiwamu, setelah itu satukan inti api Roh dengan jiwamu dengan cara menyerapnya masuk ke dalam dunia jiwamu" ucap Xhin memandu adiknya.
Terlihat inti api Roh perlahan di serap masuk ke dalam kepalanya, beberapa saat kemudian Xiao Yuan telah membukakan matanya.
"Berhasil!! Kakak aku berhasil!!" Ucap Xiao Yuan yang sangat kegirangan.
"Baiklah, kamu selanjutnya berusaha sendiri, kakak akan pergi dulu" ucap Xhin.
Dalam satu Minggu ini Xhin telah banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya, Zhu Lian dan Lou Rin hampir tidak mampu mengimbangi Xhin dalam permainan ranjang, Xhin juga bermain bersama kedua anaknya itu.
Xiao Zhu Terkadang meminta Xhin untuk membawanya terbang saat sore hari.
__ADS_1
Xhin juga menghabiskan waktu bersama Mao Le dan yang lainnya selama dua hari di benua tengah.
Saat ini Xhin sedang berpamitan bersama kedua istri dan anaknya, Xhin juga berpamitan kepada kedua orang tua dan adiknya.
"Rin'er, Lian'er aku akan pergi hari ini, kalian berdua jaga anak kita baik-baik" ucap Xhin mengusap kepala keduanya, lalu mengecup kening mereka berdua secara bergantian.
"Zhu'er, ayah akan pergi untuk waktu yang sangat lama, jadi ayah minta jaga adikmu baik-baik, kamu harus taat kepada kedua ibumu" ucap Xhin lalu mengecup pipi kiri dan kanan Xiao Zhu secara bergantian.
"Xhin lalu mengambil si kecil Xiao Ri Xhi dari Seorang Pelayan wanita yang sedang menggendong bayi kecil tersebut.
"Hai... Bayi kecil ayah, kamu sangat imut" ucap Xhin mengecup pipi Xiao Ri Xhi, Xhin juga memberikan tanda jiwanya kepada bayi kecilnya itu.
Setelah itu Xhin kembali memberikan Xiao Ri Xhi kepada pelayan tadi, dia lalu berjalan kearah Xiao Yuan yang sudah sangat tidak sanggup membendung air matanya.
"Dasar cengeng, kamu sudah besar tapi masih saja cengeng" ucap Xhin kepada Xiao Yuan.
"kakak, aku belum lama bertemu dengan mu terus kamu sudah mau pergi lagi, aku tidak ingin menjadi kaisar, itu tugas kakak bukan aku" ucap Xiao Yuan sambil menangis.
Bukkk!!!
"Dasar bodoh, orang lain ingin menjadi kaisar atau setidaknya orang yang paling berkuasa di benua ini, tapi kamu malah tidak ingin menjadi seperti itu. Kalau begitu kakak memberimu tugas untuk menggantikan kakak menjadi kaisar, kalau sudah waktunya untuk memerintahkan Dinasti ini menggantikan ayah. setelah Xiao Ri Xhi sudah besar, kamu bisa memberikan tugas itu kepadanya" ucap Xhin.
"Baik.. aku akan menerima tugas darimu kakak" ucap Xiao Yuan.
"Heheh... maaf ayah aku sudah berubah pikiran kok, kalau ayah mau memberi tugas kepadaku, ayah berikan saja dan tidak perlu sungkan" ucap Xiao Yuan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu Xiao Xhie, kakak harap setelah kakak kembali kamu sudah harus menemukan jodohmu" ucap Xhin lalu memeluk adik perempuannya itu.
"Long Ju juga tampan dan sangat baik loh, kalau kamu berminat kakak akan mengurusnya" ucap Xhin berbisik di telinga Xiao Xhie.
Seketika wajah Xiao Xhie menjadi merah, dia tidak menyangka Xhin akan berbicara seperti itu kepadanya.
"Tidak, siapa suamiku nantinya aku akan mengurusnya sendiri" ucap Xiao Xhie Seketika semua orang tertawa.
Xhin melepaskan pelukannya dari Xiao Xhie lalu berjalan kearah Ratu Hong Yi Min atau ibunya itu.
"Ibu, aku akan sangat merindukan ibu nantinya" ucap Xhin memeluk Ratu Hong Yi Min.
"Nak, jaga dirimu baik-baik di Dunia Dewa, ibu tahu kamu sangat kuat, tetapi para Kultivator di dunia dewa sangat tangguh dan tidak seperti para Kultivator di dunia tengah" ucap Ratu Hong Yi Min.
"Baik Bu, aku akan menjaga diri baik-baik agar bisa kembali pulang dan berkumpul dengan kalian semua" ucap Xhin.
Walaupun Ratu Hong Yi Min adalah ibu kandung dari pemilik tubuh yang di tumpangi Damse atau Xhin, Xhin juga sudah menganggap Ratu Hong Yi Min sebagai Ibunya sendiri.
Beberapa saat berpelukan, Xhin melepaskan pelukan dari ibunya itu lalu berjalan ke arah Raja Xiao Dong.
__ADS_1
"Ayah aku akan kembali, dan di saat aku kembali maka namaku juga telah sangat terkenal di kedua alam lainnya" Ucap Xhin.
"Ayah sangat bangga kepadamu nak, jaga dirimu baik-baik" ucap Raja Xiao Dong mengusap kepala Xhin.
Raja Xiao Dong tidak tahu mau menasihati atau memberikan saran apa kepada Xhin, dia sadar anaknya itu sangat kuat melebihi dia.
Setelah selesai berpamitan dengan mereka semua, Xhin lansung berjalan keluar dari istana kediamannya. Xhin lalu menatap mereka semua secara bergantian.
Tidak menunggu lama Xhin lansung menghilang dari pandangan mereka semua, Xhin berteleportasi ke provinsi Shi, dia lansung ke pegunungan tempat gerbang dimensi yang telah diperbaikinya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung... :)^^^
__ADS_1