Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Menyelamatkan Xiao Zhu


__ADS_3

Mendengar ajakan dari Simon, Xhin lansung mengiyakan ajakan tersebut, sebenarnya Xhin hanya ingin pamit sebelum pergi, tetapi untuk karena di ajak oleh Simon yang merupakan keturunan dari sepupunya sendiri di kehidupan sebelumnya, jadi Xhin tidak menolak ajakannya yang akan membuat malu keturunan keluarga Cullet itu.


Xhin di sambut dengan penuh hormat oleh orang-orang dunia Abbys, karena Xhin lah sampai mereka bisa kembali tinggal di permukaan dan bukan hanya itu saja, tetapi mereka juga menghormati Xhin sebagai leluhur keluarga Cullet di zaman modern kuno.


Setelah selesai acara jamuan itu, Xhin lansung memberitahu mereka semua kalau dia akan kembali ke tanah Dewa, Xhin juga memberikan senjata sihir kepada Simon Cullet, senjata sihir itu dapat di gunakan memakai energi Mana.


Senjata sihir yang Xhin berikan berupa Pedang yang bisa di gunakan untuk semua elemen, senjata sihir itu setara dengan senjata tingkat langit di dunia utama.


Untuk Sarvio William dan Andre Smith, Xhin memberikan busur dan pedang juga tapi dengan tingkat lebih rendah dari pedang yang di berikan kepada Simon Cullet.


Shhiiiuuupp!!


Xhin tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka semua dengan menggunakan teknik teleportasi, Xhin kini muncul di depan kediamannya di Sekte Petir Langit.


Kemunculan Xhin lansung di rasakan oleh semua orang karena Xhin lansung melepaskan Aura keberadaannya.


Xhin kemudian berjalan ke arah gazebo di samping kediamannya, Xhin tersenyum lebar saat mengetahui pasukan miliknya dapat meningkatkan kultivasi mereka sangat baik lewat kesadarannya.


Dug!


Jantung Xhin seketika berdetak kencang, dia merasakan seolah jiwanya dalam bahaya.


"Tanda jiwaku..." Xhin lansung memfokuskan pikirannya, dia menelusuri setiap tanda jiwa yang dia letakan di keluarganya di dunia manusia atau dunia tengah.


"Anakku!! Xiao Zhu... Dia dalam bahaya, tapi siapa yang bisa membuat nyawanya terancam bahkan memicu tanda jiwa milikku?" Batin Xhin.


"Kenapa tanganku terasa sangat gatal?" Ucap Xhin menyatukan kedua telapak tangannya lalu menggosok-gosok kedua telapak tangannya itu sampai dia merasa keenakan.


"Sudah sangat lama baru aku merasakan ulang seperti apa rasa gatal di tanganku" lanjutnya.


Shhiiiuuupp!!


Xhin lansung berteleportasi ke tempat tanda jiwa miliknya yang berada di jiwa Xiao Zhu yang tidak lain anaknya sendiri.


Bunuuh!!


Bunuuh!!!


Bunuuuh!!


Xhin kemudian muncul di tengah kerumunan, "Ras orc? Tempat apa ini, terus di man..." Xhin lansung terdiam saat pandangannya mengarah ke atas panggung.


"An.. Akk.. u" Ucap Xhin lirih, air mata Xhin tiba-tiba menetes tanpa dia sadari.


Orang tua mana yang tidak sedih saat melihat anaknya di pasung dengan tubuh penuh luka-luka, Xhin dapat melihat dengan jelas luka yang berada di tubuh Xiao Zhu berasal dari sabetan pedang, memar di pukul benda tumpul, dan luka cambuk.


Xhin juga melihat salah seorang algojo ras orc yang telah mengangkat kapak besar untuk mengeksekusi Xiao Zhu, algojo itu sama seperti ras orc lainnya, mereka memiliki kulit berwarna hijau dengan rantai tulang-tulang dan taring menghiasi tubuh mereka.


Shhiiiuuupp!!


Xhin yang berada di bawah panggung, di tengah kerumunan itu lansung berteleportasi ke atas panggung, "anakku.." ucap Xhin memegang wajah putranya itu.


Sorak-sorai yang terdengar menggelegar dari ratusan ribu pasukan org kini menjadi hening seketika kemunculan Xhin di atas panggung eksekusi.


"Ayah! Kau kah itu..." Ucap Xiao Zhu dengan suara yang terdengar sangat lemah, matanya juga di tutupi oleh bengkak di kelopak matanya.


"Sejak kapan orang ini muncul di depanku" batin algojo ras orc dengan tangan yang sedari tadi terangkat ke atas, dia sedari tadi bersiap mengayunkan kapaknya untuk mengeksekusi Xiao Zhu.


"Matttiiii!!"


Algojo ras orc itu lansung mengayunkan kapaknya dengan sangat cepat ke arah Xhin untuk menebasnya.


Traankk!!!


Xhin lansung mencengkeram kapak besar itu tangan kanannya, Xhin menghentikan laju ayunan kapak itu tanpa berpindah seinci pun dari tempat dia berdiri, tangan Xhin lansung mencengkeram keras bilah kapak penuh darah milik algojo orc dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Kraakk!!


Crriiingg!!


Bilah kapak besar itu seketika hancur oleh Xhin, "Mati.."


Sruubb!!


Ahhhrkkk!!!


Algojo orc itu seketika menjerit kencang saat api hitam menyelimuti tubuhnya.


Crraakk!


Crraakk!!


Crannkk!


Pasung yang memborgol tangan dan leher Xiao Zhu lansung terlepas, begitu juga dengan rantai yang mengikat tubuh Xiao Zhu juga terlepas.


Sruubb!!


Api emas di telapak tangan Xhin lansung menyelimuti tubuh Xiao Zhu, luka-luka di sekujur tubuhnya perlahan mulai menutup, mata Xiao Zhu yang tertutup bengkak juga kini terbuka.


Saat Xiao Zhu membuka matanya, dia melihat sesosok pria berambut perak bermata naga berdiri di depannya.


"Ayah.." Xiao Zhu lansung tersenyum lalu memeluk Xhin.


Dia tidak peduli dengan api emas yang sementara menyelimuti tubuhnya untuk meregenerasi tubuhnya itu, "hiikkss.. hiikkss... aku tau ayah tidak akan meninggalkan ku mati hiikkss..." Xiao Zhu lansung menangis saat memeluk Xhin.


"Kamu sudah besar Zhu'er, tinggi mu hampir menyamai ayah" ucap Xhin balas memeluk anaknya itu.


"KALIAN SEMUA!!! BUNUH MEREKA BERDUA!!!" Teriak salah seorang orc yang sedang duduk di singgasana yang terbuat dari tulang, orc itu memiliki ukuran badan sangat besar dari mereka yang ada di situ.


BUUNNNUHHH!!


Seketika ratusan ribu orc berlarian menerjang ke arah Xhin dan Xiao Zhu yang berada di atas panggung eksekusi.


"Ceritanya nanti saja, ayah bereskan mereka dulu" ucap Xhin.


Xhin menatap tajam ke arah ribuan orc yang berlarian ke arah mereka, tatapan tajam Xhin di sertai dengan aura kematian yang tiba-tiba meledak keluar dari tubuhnya.


Swuusshhh!!!


Satu persatu orc hijau mulai berjatuhan, tubuh mereka seketika hancur terkena ledakan aura kematian yang merembes keluar dari tubuh Xhin, sedangkan Xiao Zhu yang berada paling dekat dengannya di selimuti oleh energi spiritual milik Xhin dan lapisan perisai hukum ruang berlapis-lapis.


"Matilah kalian semua" ucap Xhin lalu mengebaskan tangannya.


BUUSSSHHHH!!!


Ledakan gelombang angin kencang seketika menghancurkan tubuh para pasukan orc hijau dari yang berada paling dekat dengan panggung eksekusi, tubuh mereka terus hencur seiring gelombang angin kencang yang menghantam tubuh mereka.


Raja Ras orc seketika memucat saat melihat ratusan ribu pasukannya mati dalam sekali kebasan tangan.


"Kamu raja dari ras orc?" Ucap Xhin dengan tatapan mata yang sangat menakutkan, Xiao Zhu juga menatap ke arah raja org itu.


"Bee.. n.. aarr tu"


Slash!!


Slash!!


Slash!!


Belum menyelesaikan ucapannya, tubuh raja orc lansung terpotong-potong, saat Xiao Zhu membalikkan tatapannya ke arah Xhin, dia melihat lelehan darah di ujung pedang berwarna kuning keemasan yang terbuat dari Qi, di tangan Xhin.

__ADS_1


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2