Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Yun Xue


__ADS_3

Selama berjam-jam akhirnya Notifikasi sistem berakhir.


Hadiah dari portal tersebut berupa sebuah Peti tetapi Damse tidak lansung memeriksa isinya melainkan langsung disimpan di inventori sistem.


"Ayo kita keluar" ucap Damse


Setelah mereka keluar betapa kagumnya orang-orang yang sedang menunggu mereka keluar, karena mereka berdua adalah orang pertama yang menyelesaikan portal Hollow Rank SSS+ tidak sampai satu hari.


Kaisar menjamu mereka berdua, dikesempatan ini pula, putri Yun Xue mencari perhatian Damse.


Disaat jamuan sedang berlangsung, Damse meminta waktu sebentar untuk dengan alasan dia ingin menenangkan pikirannya sebentar, tetapi alasan yang sebenarnya adalah dia sedang menyelidiki kristal jiwa tempo hari yang dia dapat dari Portal Hollow Rank SSS+ tempat Mammon.


Keasikan melihat layar sistem tiba-tiba putri Yun Xue datang menghampiri Damse.


"Hay.. jagoan kenapa kamu keluar terlalu lama, apakah kamu tidak merasa nyaman di dalam sana?" ucap putri Yun Xue.


"Ti- tidak.. cuman hanya ingin mencari udara segar kok" Damse beralasan.


"Tuan Damse, saya ingin bertanya sesuatu apakah boleh?" Ucap putri Yun Xue


"Silahkan tuan putri bertanya, apapun itu selama aku bisa menjawab maka akan ku jawab" Damse


"Menurut mu tuan Damse, jikalau saya mencintai seseorang, apakah saya pantas mencintainya walaupun jurang pemisah antara aku dan dia terlalu besar" ucap putri Yun Xue


"Menurut saya tuan Putri Yun Xue sangatlah cantik, siapapun pria yang mampu membuat tuan putri jatuh hati pasti dia adalah seorang pria tampan yang memiliki pengaruh besar terhadap kerajaan maupun hidup tuan putri, saya rasa tuan putri pantas memperjuangkan pria tersebut" Damse menjawab


"Walaupun dia telah memiliki seorang istri sekalipun, pantaskah aku mencintainya?" putri Yun Xue kembali bertanya.


Damse terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan tersebut.


"Entahlah tuan putri, tetapi jikalau saya yang berada di posisi itu maka saya tetap akan berusaha mengungkapkan perasaan tersebut, apapun hasilnya hanya orang yang dimaksud yang bisa menjawabnya, dari pada memendamnya sendiri hanya akan membuat diri kita menjadi tersiksa" Damse menjawab.


"Benarkah? Dan saya rasa orang tersebut berada di depan saya, saya sangat mencintainya, saya tau saya telah salah karena mencintai pria yang sudah mempunyai istri, tetapi apakah ada sebuah kesempatan untukku" putri Yun Xue

__ADS_1


Damse terdiam dan tidak menyangka akan pertanyaan tersebut" tuan putri apa maksudmu" Damse bertanya


"Maksud saya adalah kamu, kamu pria yang saya cintai dan apa jawabanmu, meskipun saya sudah menduga jawabannya sejak awal, tetapi saya ingin mendengar sebuah jawaban lain dari bibir mulutmu apakah bisa" putri Yun Xue.


"Maafkan aku tuan putri, kita saling mencintai pada waktu yang salah, aku juga menyukai tuan putri sejak lama sebelum aku menjadi seperti sekarang, tetapi aku telah menikah dan aku adalah seorang yang pantang menyakiti hati kekasihku, mungkin inilah jawaban yang telah tuan putri duga sebelumnya, maaf tuan putri" ucap Damse.


Setelah mendengar jawaban dari Damse, mata putri Yun Xue begitu berkaca-kaca "apakah saya bisa memelukmu sekali saja"


"Boleh tuan putri" setelah mendengar ucapan Damse putri Yun Xue lansung memeluk erat tubuh Damse sambil menangis.


"Ini adalah pelukan terakhir saya di kehidupan ini dan biarlah pelukan menjadi pelukan terakhir penghantar kepergian hidupku, entah besok masih bisa bernafas atau tidak tetapi malam ini saya sangat bahagia" ucap tuan putri kemudian melepaskan pelukannya dan berlari masuk menuju kamarnya.


Damse yang mendengar perkataan putri Yun Xue lansung panik seketika dan lansung mengejar putri Yun Xue, dan menarik tangan kedalam pelukannya.


"Tuan putri saya harap tuan putri jangan bertindak sembarangan yang dapat membuat nyawa tuan putri terancam, mungkin di kehidupan ini, kita tidak saling memiliki, tetapi akan beda ceritanya jika di kehidupan berikutnya" Damse lansung menghapus semua ingatan tentang hari ini dan perasaan putri Yun Xue kepadanya, setelah putri Yun Xue pingsan Damse kemudian memanggil pembantu kerajaan untuk menunjukan kamar putri Yun Xue.


"Tuan.. Apa yang terjadi dengan tuan putri" pembantu perempuan bertanya.


"Tuan putri Hanya mabuk, cepat tunjukan kamar tuan putri" ucap Damse


Setibanya di rumah, Damse lansung di sambut dengan pelukan dan pelayanan liar dari Fanny.


Keduanya menyerang cukup lama Damse mulai melepaskan satu persatu pakaiannya dan Fanny.


Damse mendaki bukit indah begitu lama, Damse kemudian melakukan ritual bercocok tanam.


******* dan erangan terdengar begitu bergema di dalam kamar, tempat kedua insan menyalurkan hasrat percintaannya, untungnya kamar tersebut telah di pasangkan Array jikalau tidak maka kedua orang tua Fanny akan begitu gelisah, saat mendengar suara rintihan pertempuran Akbar tersebut.


Setelah melewati pertemuan suci tersebut, Damse terbangun di keesokan harinya dengan Fanny yang masih terlelap dalam pelukannya.


Siangnya Damse sedang berada di tempat santai di lantai tiga rumahnya, Damse sedang membuka shop sistem.


"Nana beli Busur Velrion"

__ADS_1


[Selamat tuan telah membeli Busur Velrion (spc) senjata tingkat Dewa*²]


"Nana beli Tombak Hyperion Fury"


[Selamat tuan telah membeli Tombak Hyperion Fury (spc) senjata tingkat Dewa*²]


"Nana bagimana saya bisa masuk ke dalam dunia verden"


[Tuan hanya perlu meditasi dan memasuki dunia Spiritual tuan, maka tuan akan menemukan kristal jiwa tersebut]


Damse kemudian duduk bersila untuk meditasi, setelah memasuki Spiritual Damse melihat sebuah kristal hijau mengambang di tengah lautan spiritualnya.


Damse memegang kristal hijau tersebut seketika Damse telah berada di sebuah dunia seperti Ruang hampa tetapi dunia tersebut memiliki aura berwarna biru, di sana Damse melihat sebuah buku yang memancarkan aura berwarna Emas, sampul buku tersebut tertulis (Jurus pedang semesta).


Damse membuka Buku tersebut, di lembaran pertama tertulis, "pedang tidak memiliki mata tetapi pedang memiliki jiwa, Rambutmu adalah pedang, jari-jarimu adalah pedang, ranting dan daun pohon juga merupakan sebuah pedang, itulah yang di sebut tubuh pedang"


Damse kemudian memejamkan matanya untuk berusaha memahami makna dari kalimat tersebut.


"Jikalau begitu kalimat tersebut mengandung pemahaman berpedang, apakah seluruh bagian tubuh dan semua benda dapat di jadikan pedang" ucap Damse seketika buku tersebut mengeluarkan cahayanya Emas dan lembaran berikut dari buku tersebut terbuka dengan sendirinya,


muncul tulisan-tulisan berwarna Emas yang keluar dari buku tersebut dan gambaran langkah-langkah teknik berpedang.


Bab I


Jurus Pedang Hitam


Teknik pertama, Tebasan bayangan


Teknik kedua, Hujan Pedang


Teknik Ketiga, Kegelapan tak berujung


Damse telah mempelajari Jurus pedang Hitam sangat lama tak terasa sudah 10 tahun sudah terlewati, kini Damse telah menguasai teknik pedang hitam tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2