Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Level Lima Alam Maut IV


__ADS_3

"Jika ada seorang kultivator sekuat Dewa cahaya ingin membantu mu balas dendam atas apa yang terjadi kepada ayahmu, apakah kamu mau?" ucap Xhin bertanya.!!


"Jikalau kultivator yang kamu maksud benar-benar ada, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menerimanya dan pada saat itu juga aku bersedia menjadi budaknya, asalkan bayarannya adalah kematian Dewa cahaya" ucap Shan Dro.


"Karena dendam seekor kelinci juga bisa menjadi buas seperti singa" batin Xhin saat mendengar ucapan Shan Dro.


"Kau telah berteman dengan orang itu tanpa kamu ketahui, berilah kesempatan bagiku selama beberapa tahun untuk bisa sampai ke tingkat puncak kultivator, maka aku akan mempersembahkan kematian dewa cahaya kepadamu" ucap Xhin menatap Shan Dro dengan serius.


"Xhin... Apakah kamu bercanda, butuh jutaan tahun agar bisa sampai ke tingkat puncak kultivator, tetapi kamu bilang hanya beberapa tahun?" ucap Jin Ton yang merasa mustahil dengan ucapan Xhin.


"Apakah kalian lupa atau tidak tahu, awal aku memasuki sakte Petir Langit tingkat kultivasiku berada di tingkat Dewa Alam 5 dan hanya butuh beberapa bulan bagiku untuk sampai di tingkat Heavenly Immortal 4" ucap Xhin sambil menatap mereka semua.


Mendengar ucapan Xhin, mereka semua seketika terdiam sejenak, setelah itu Shan Dro membuka suaranya, "Benar, waktu itu kamu berada di tingkat Dewa Alam 5, tapi kamu barusan mengatakan kamu telah sampai di tingkat Heavenly Immortal 4, apakah kamu tidak bercanda Xhin" ucap Shan Dro seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Xhin.


"Apakah aku pernah bercanda..? Dan juga aku memiliki pedang tingkat Semesta, aku juga memiliki enam elemen utama dan satu elemen tambahan, ketujuh elemen milikku berada di tingkat puncak. Apakah aku sedang bercanda sekarang" ucap Xhin berdiri dari tempat duduknya.


"Xhin... Apakah kamu itu monster? Bagimana kamu bisa memiliki semuanya itu... Berapa lama kamu menghabiskan waktu untuk mencapai penguasaan setiap elemen tingkat puncak" ucap Chi Cheng.


"Kalian bebas menganggapku apa pun... Tujuanku selama ini hanya satu yaitu membunuh Raja Neraka yang sekarang... Dante Von Vegelion" ucap Xhin sambil melepaskan sedikit tekanan Aura Heavenly Immortal 4.


Sesaat udara di sekitar mereka menjadi sangat sesak, tekanan yang mereka rasakan sangat mengerikan tetapi mereka tidak terluka sama sekali, karena Xhin hanya mengeluarkan tekanan besar itu hanya sementara dan. berlangsung sekitar dua detik tapi bagi orang lain tekanan itu seperti dua jam mereka rasakan.


Setelah Xhin menghilangkan tekanan Aura Heavenly Immortal miliknya, mereka semua kembali bisa bernafas dengan sangat legah, tetapi Shan Dro tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.


Mereka semua yang berada di situ terkejut saat melihat Shan Dro berdiri menghadap kearah Xhin, begitu juga dengan Xhin.


Dia sempat terkejut saat melihat Shan Dro berdiri, akan tetapi Xhin sudah menebaknya kalau Shan Dro ingin bersedia bergabung dengannya.


"Xhin... Jika kamu serius dengan perkataan mu tadi, maka aku pangeran mahkota kerajaan Shandian, sekaligus putra dari Dewa Petir bersumpah setia menjadi pengikutmu" ucap Shan Dro kemudian berlutut kepada Xhin.

__ADS_1


Melihat itu Xhin kemudian berjalan ke arah Shan Dro yang sedang berlutut, Xhin kemudian duduk di depan Shan Dro dengan menumpu pada kedua kaki.


"Kamu tenang saja temanku, aku akan memberikan kematian yang paling istimewa bagi musuh-musumu" ucap Xhin memegang bahu kanan Shan Dro.


Xhin kemudian berdiri lalu berjalan menuju ke tempat duduknya, Shan Dro juga Xhin perintahkan untuk berdiri.


"Xhin, rata-rata para kultivator di daratan dewa hanya mencapai tingkat Heavenly Immortal dan juga batas itu merupakan batas yang bisa di capai dari semua ras dewa di kerajaan dewa manapun. jika ada yang bisa menembus tingkat Heavenly Immortal King maka dia harus dipaksa meninggalkan daratan dewa dan menuju ke Kekaisaran Langit, hanya dewa dewa tertinggi saja yang bisa sesuka hati keluar masuk tanah Kekaisaran Langit, seperti ayahku. ayahku juga pernah bercerita kalau tanah kekaisaran langit bahkan lebih besar dari tanah di daratan dewa dan rata-rata tingkat kultivasi mereka berada di tingkat Heavenly Immortal King, bahkan ayahku saja hanya berada di tingkat Heavenly Immortal King pincak dan tidak pernah lagi naik tingkatan selama ribuan tahun" ucap Shan Dro menjelaskan.


"apakah mereka sangat kuat?" balas Xhin bertanya.


"jikalau kamu menanyakan hal itu maka aku akan berkata kalau para dewa yang berada di Kekaisaran Langit sangat kuat, bahkan kekuatan seorang dari mereka mampu meratakan sebuah Sakte besar di daratan dewa" jawab Shan Dro.


"Kalian beristirahatlah, karena besok kita akan membantai ketiga Sakte itu" ucap Xhin saat kembali teringat dengan apa yang terjadi pada kaki Loon dan Sei Xoji.


Malam itu mereka semua tidak tertidur, mereka terjaga sampai pagi karena memikirkan akan membantai ketiga Sakte yang di incar Xhin saat ini.


Sebenarnya mereka tidak takut Jikalau hanya untuk bertarung, tetapi perasaan mereka seperti tidak tega untuk membunuh orang dalam jumlah banyak.


Mereka semua melesat dengan kecepatan penuh kecuali Xhin, jika Xhin melesat dengan kecepatan penuh maka mereka semua akan tertinggal jauh di belakangnya, jadi Xhin hanya menyesuaikan kecepatannya dengan kecepatan pergerakan yang lainnya.


Dari kejauhan mereka mendengar suara dentingan pedang dan bauh amis darah tercium.


"Mereka sedang melakukan pertempuran, ayo kita masuk sebagai orang ketiga dalam pertempuran mereka" ucap Xhin.


Mendengar ucapan Xhin, mereka semua lansung terbang melesat berusaha mengikuti Xhin yang mulai menjauh.


Tidak butuh waktu lama bagi Xhin untuk sampai di tempat pertempuran, tidak lama kemudian satu persatu teman-temannya telah muncul.


Xhin dapat melihat dengan jelas lima belas peserta dari tiga Sakte berbeda sedang bekerja sama membantai ratusan orang peserta dari tim lain.

__ADS_1


"Apakah kalian ingin bersenang-senang? Jika kalian mau maka aku akan membiarkan kalian bersenang-senang dengan mereka terlebih dahulu" ucap Xhin mengeluarkan Pipe miliknya yang sudah terisi dengan weed.


Mendengar ucapan Xhin, Shan Dro lansung mengeluarkan pedangnya, terlihat pedang shan Dro memiliki bilah kecil tetapi memiliki ukuran yang sangat panjang.


Begitu juga yang lainnya, Chi Cheng mengeluarkan Tongkat miliknya, Jixi juga mengeluarkan Tombak miliknya, Zui Bo juga mengeluarkan Nucnchaku atau Double Stick.


Semua anggota tim Shan Dro mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


Shan Dro lansung melesat memasuki tempat pertempuran dan di ikuti oleh yang lainnya, kecuali Xhin yang sedang duduk menikmati Pipe miliknya di kursi yang terbuat dari elemen Es.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG... :)^^^


__ADS_2