Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
KEKALAHAN KETIGA MASTER SAKTE


__ADS_3

"Sial!! Tua bangka itu akan ku buat dia cacat, tendangannya itu jikalau aku sama seperti kultivator lain maka dapat di pastikan aku sudah tidak bernyawa" batin Xhin yang sedang menahan sakit akibat beberapa tulang rusuknya telah patah, tetapi Xhin tidak menunjukkan rasa sakit yang dia rasakan sama sekali.


"Apakah kamu tidak merasakan sakitnya atau kamu memang sudah mati rasa" ucap master Ang yang terlihat bingung karena Xhin tidak berteriak ataupun menunjukkan ekspresi kesakitan sama sekali.


"Hahahaha... Hahahaha... Apa kalian pikir dengan kekuatan sekecil itu dapat menekanku!!! Aku seorang Xhin tidak akan bisa dikalahkan oleh kalian tanpa seizin dariku" ucap Xhin yang sudah tidak lagi berpura-pura.


Tatapan mata Xhin seketika berubah, sorot mata Xhin sangat tajam memancarkan nafsu membunuh yang sangat besar.


Shuuuss!!!


Tekanan energi spirit yang keluar dari tubuh Xhin sangat besar, langkah kaki kedua sesepuh itu seketika terhenti, tidak lama berselang ledakan aura kematian yang sangat pekat juga keluar dari tubuh Xhin.


Tangan kiri Xhin yang tadinya terputus kini kembali beregenerasi, mata kedua sesepuh itu seketika melebar seolah akan lepas dari tempatnya.


"Apa yang terjadi, kenapa tangannya bisa tumbuh kembali dan juga bukannya energi spiritualnya sudah tidak tersisa lagi... Kenapa dia masih bisa mengeluarkan tekanan sekuat ini" ucap master Byuo yang terlihat kebingungan.


"Apakah dia hanya mempermainkan kita" ucap master Ang kepada master Byuo yang juga terlihat menahan rasa sakit akibat tekanan aura kematian dan energi spirit yang sangat kuat.


Xhin lansung mencabut pedang kembar yang tertancap di kedua pahanya itu, dengan sekali kebasan tangan Xhin menyimpan pedang itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


"Bocah!! Kembalikan pedangku!!" teriak master Ang walaupun dia sangat kesulitan menahan tekanan yang di keluarkan oleh Xhin.


"Hahahaha!! Pedangmu!! Apa yang sudah berada di tanganku berarti itu milikku" balas Xhin.


Kedua pahanya juga telah kembali beregenerasi, Xhin dengan gerakan yang sangat cepat melesat ke arah kedua sesepuh itu.


Xhin mengangkat kaki kanannya lalu menendang perut master Byuo hingga terpental sangat jauh, pedang milik Master Byuo lansung terlepas dari tangannya saat menerima tendangan dari Xhin.


Xhin melihat pedang milik Master Byuo tertancap di tanah tidak jauh di depannya, Xhin melirik ke arah master Ang yang berada tidak jauh darinya, dia kemudian mengumpulkan energi spirit yang sangat besar di kedua kepalan tangannya.


Baaamm!!


Bamm!!


Xhin menghujani tubuh master Ang dengan pukulan hingga terlempar mundur kebelakang tetapi Xhin terus melancarkan pukulan ke tubuh sesepuh itu, Xhin memukul kedua lengan dan paha master Ang bertubi-tubi hingga cipratan darah merembes keluar dari bagian tubuh yang terkena pukulan Xhin.


Krakk!!

__ADS_1


Krakk!!


Kraakkk!!!


Tulang-tulang master Ang kini patah, Xhin lansung mencekik leher master Ang lalu melesat naik beberapa meter ke atas langit, setelah dirasanya telah pas Xhin lansung melemparkan tubuh master Ang ke bawah.


Tubuh master Ang melesat turun dengan sangat cepat, Xhin tiba-tiba berteleportasi di atas tubuh master Ang lalu menendang dada master Ang sehingga kecepatan turun master Ang menjadi sangat cepat.


BAAAAMMM!!!


Tubuh master Ang lansung menghantam tanah hingga menciptakan kawah besar di tengah kota Jiang yang telah hancur akibat pertempuran itu.


Master Sakte Petir Langit yang tadinya telah pasrah kepada Xhin kini menjadi terbengong melihat Xhin yang tiba-tiba membalikkan keadaan lalu menghajar kedua master Sakte Pedang Api dan Sakte Angin Musim Semi itu hingga tak berdaya.


Terlihat tubuh master Ang sangat mengenaskan, dengan tubuh di penuhi lumuran darah. Xhin yang berada di atas langit lansung berteleportasi ke depan master Byuo yang ingin melarikan diri setelah melihat master Ang yang sudah di ambang kematian.


"Ehhemm... Apakah master Byuo yang terhormat ingin melarikan diri" ucap Xhin mengagetkan master Byuo.


"Ehh... Tidak-tidak, Xhin aku mohon ampuni aku, kamu telah membuat dantianku retak dan juga beberapa tulang rusukku juga sudah patah, apakah bisa kita sudahi sampai di sini saja" ucap master Byuo yang wajahnya telah dibanjiri keringat dingin.


"Bisa sih... Tapi tidak gratis" ucap Xhin saat melihat cincin penyimpanan milik Master Byuo.


"Xhin... Bagaimana kalau aku memberikan separuh saja kare-"


"Hahahaha... Baru pernah aku mendapati orang sepertimu yang masih tawar-menawar soal nyawa, apakah nyawamu itu sebegitu pentingnya dari harta" ucap Xhin memotong ucapan master Byuo.


"Tidak-tidak bukan begitu"


Slash!!!


Xhin lansung menebas kelima jari tangan kiri milik master Byuo hingga semuanya menjadi rata dengan menggunakan tangannya yang di lapisi dengan aura pedang.


Ahhrrkkk!!!


Melihat jari tengah master Byuo yang terdapat cincin penyimpanan telah terlepas dari tangannya, Xhin langsung menangkap jari itu lalu mengambil cincin penyimpanan yang terdapat di jarinya itu.


"Xhin!!! Kamu sudah sangat keterlaluan!!" Ucap master Byuo yang melepaskan seluruh energi spirit miliknya.

__ADS_1


"Tapak Badai Darah"


Master Byuo lansung melancarkan serangan tapak badai darah ke arah Xhin, sedangkan Xhin hanya mengarahkan satu jarinya ke arah master byu yang sudah di aliri aura pedang dan energi spirit dalam jumlah besar.


Baaamm!!!


Tercipta ledakan fluktuasi energi yang sangat besar, ledakan gelombang kejut sangat kuat tercipta dari serangan mereka berdua.


Setelah kabut asap menghilang terlihat telapak tangan kanan master Byuo berlubang akibat menerima serangan dari Xhin, sedangkan jari tangan Xhin terlihat tetesan darah yang terjatuh ke tanah, darah itu tidak lain milik master Byuo yang tangan di lubangi oleh Xhin.


"Bagimana bisa... Bagimana bisa aku kalah dari bocah bau kencur seperti mu!!" Teriak master Byuo yang tidak terima akan kekalahannya.


"Seharusnya kamu merasa bangga dikalahkan olehku bandot tua!! Aku tidak akan membunuh kalian bertiga kali ini tetapi tidak di pertarungan berikutnya" ucap Xhin memutar badannya lalu berjalan meninggalkan master Byuo yang sedang berlutut.


Xhin berjalan tidak lain ke arah pedang milik Master Byuo yang masih tertancap di tanah, setibanya Xhin di dekat pedang itu dia langsung mengebaskan tangannya untuk menyimpan pedang milik Master Byuo ke cincin penyimpanan miliknya.


Setelah kekalahan ketiga Master Sakte urutan teratas, walikota Jiang lansung memberikan hadiah kepada pemenang lomba Alam Maut kepada master Sakte Petir Langit, sedangkan Xhin juga di berikan seratus ribu batu roh kualitas menengah dan juga setangkai bunga tulip Hitam.


Bunga tulip Hitam berkhasiat untuk mengobati Jiwa yang terluka, bahkan jika jiwa itu telah hancur dan hanya tersisa potongan kecil sekalipun masih bisa di sembuhkan jika berada di tangan seorang alkemis hebat yang dapat mengolahnya menjadi eleksir tingkat tinggi.


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


|


^^^BERSAMBUNG...^^^


__ADS_2