Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Pedang Pemberontakan


__ADS_3

Akan tetapi sebelum serangan itu menyentuh Xhin, dia sudah menghilang dengan cepat untuk menghindari tebasan pedang Shan Dhi.


"Kamu begitu agresif, tapi karena kamu melawanku dengan pedang, maka aku juga akan mengeluarkan pedangku" ucap Xhin yang muncul di tempat Shan Dhi sebelumnya.


"Rebellion"


Swuuss!!!


Seketika suasana di dalam arena menjadi mencengkeram, terlihat kabut hitam yang muncul secara bersama dengan munculnya sebuah pedang di tangan Xhin.


Pedang yang tidak lain dan tidak bukan yaitu pedang Rebellion, Pedang Dewa Kematian, pedang pemberontakan.


Pedang Rebellion telah menyerap Aura kematian dan jiwa setiap manusia maupun beast monster yang dibunuh oleh Xhin, saat ini kekuatan pedang Rebellion telah sepenuhnya pulih.


Sama seperti di kehidupan keduanya, saat kekuatan pedang Rebellion telah pulih sepenuhnya, maka Skill utamanya akan keluar. Skill yang tidak lain yaitu menyerap kultivasi lawan yang terkena tebasan pedang Rebellion.


"Pedang apa itu, kenapa aura yang dikeluarkannya sangat mengerikan" Batin Shan Dian yang merasakan kengerian Aura kematian yang dikeluarkan Pedang Rebellion, bahkan dia tidak sadar lelehan darah mengalir turun dari hidungnya.


"Brengsek... dari mana asal kucing kurap ini, kenapa dia sangat beruntung baik itu memiliki jenis tubuh, kekuatan dan bahkan senjatanya saja aku merasakan berada di atas tingkat Dewa" lanjutnya menyeka darah yang keluar dari hidungnya.


***


Di sisi lain kediaman master Sakte.


"Aura ini... apakah milik Dewa Iblis, siapa yang sudah membangkitkannya dan juga bagimana mungkin dia datang ke Sakte ini" ucap master Sakte


Karena rasa penasaran dan takut yang sangat besar, Master Sakte lansung memperlengkap dirinya dengan armor dewa Tingkat menengah, dan tombak senjata Dewa kelas bawah miliknya hanya untuk berjaga-jaga siapa tahu akan terjadi pertumpahan darah, Master Sakte lansung melesat menelusuri asal aura kematian tersebut.


Bukan saja Shan Dian atau murid-murid yang berada di tempat tersebut merasakannya, master Sakte yang berada di kediamannya juga merasakan aura kematian yang sangat besar tersebut.


****


Di sisi lain tempat pelatihan murid bagian dalam.


"Apakah berlebihan jika aku menggunakan pedang Rebellion, tapi kalau aku menggunakan tombak Hyperion Fury, aku juga tidak memiliki satu jurus tombak" batin Xhin.


Xiang Yu seketika lansung mendapatkan potongan ingatan kehidupan sebelumnya, setelah melihat Xhin mengeluarkan pedang Rebellion.


"Pedang ini.. aku ingat, di kehidupan sebelumnya Xhin... Tidak Damse menggunakannya, tapi bagiamana mungkin dia tetap memilikinya di kehidupan ini" batin Xiang Yu.


Xiang Yu juga mengingat tentang pembantaian yang dilakukan oleh Xhin di kehidupan sebelumnya saat menggunakan pedang Rebellion.


Xiang Yu dapat melihat dengan jelas saat Xhin menumpahkan darah jutaan Monster di berbagai portal.


"Apakah kamu mau melihat kengerian pedangku ini... Aku akan menunjukannya dengan satu jurus" ucap Xhin sambil mengalirkan energi spirit ke Pedang Rebellion.

__ADS_1


"Tebasan bayangan"


Xhin lansung Melakukan Tebasan memutar ke arah Shan Dhi.


Seketika muncul delapan siluet bulan sabit berwarna merah kehitaman melesat dengan sangat cepat kearah Shan Dhi.


Traangg!!!


Tranggg!!!


Shan Dhi yang terkejut dengan serangan Xhin tersebut, lansung dengan refleks menangkis ke dua dari delapan siluet bulan sabit itu.


Baaammm!!!


Shan Dhi lansung terlempar menghantam dinding pelindung formasi.


Akan tetapi keenam siluet bulan sabit yang tersisa lansung melesat keatas, karena Xhin telah merencanakannya sebelumnya.


Booomm!!!


Kraakkk!!!


Seketika keenam siluet bulan sabit tersebut menghantam dinding formasi, akibatnya dinding formasi lansung hancur seketika.


Mata semua orang lansung ternganga, mereka tidak menyangka serangan Xhin barusan bisa menghancurkan dinding formasi tingkat enam dengan sangat mudah dan ini adalah kali pertama mereka melihat formasi tingkat enam hancur begitu saja.


Xhin lalu kembali menyimpan pedang Rebellion kedalam jiwanya setelah melancarkan serangannya tadi.


"Terlalu berlebihan jika untuk melawan kamu menggunakan Pedangku yang sangat berharga itu, aku hanya perlu menggunakan tangan kosong untuk mengalahkan kamu" ucap Xhin lalu menghilang dari pandangan mereka semua.


Dalam sepersekian detik berikutnya Xhin telah muncul di depan Shan Dhi yang sedang tertunduk dengan menggunakan salah satu pedangnya sebagai tongkat untuk menopang tubuhnya.


Kemunculan Xhin kali ini sungguh membuat semua laki-laki sakit hati bagimana mereka tidak sakit hati, Wajah Xhin yang sedari tadi tertutup kain hitam sekarang telah terbuka sehingga wajah tampannya membuat kaum hawa menjadi histeris.


"Elemen milikmu adalah elemen petir kan, tetapi pemahaman mu dalam elemen petir sangat dangkal, aku akan menunjukan kepadamu apa itu petir yang sesungguhnya" ucap Xhin lalu menyelimuti tangannya dengan elemen Petir merah.


Dreettt... Dreeett... Dreettt...


Mata semua orang lansung terbalak saat melihat kemunculan Petir merah di tangan Xhin, Shan Dro yang merupakan Putra mahkota juga tidak kalah terkejut saat melihat kekuatan Xhin tersebut.


"Bagaimana bisa dia mencapai pemahaman tertinggi elemen Petir seperti ayah" ucap Shan Dro yang seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Master Sakte yang baru tiba juga tidak kalah terkejutnya saat melihat Petir merah di tangan Xhin.


"Hehehe... Apa jadinya jika Petir Merah ini menembus tubuhmu" ucap Xhin dengan senyuman yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Kurasa ini masih kurang" ucap Xhin lalu memunculkan api Ungu di Takan kirinya.


Srrubb!!!


Seketika udara di sekitar menjadi sangat panas, intensitas api Ungu sangatlah panas dari api lainnya dan hanya berada satu tingkat di bawah api bintang atau api gabungan.


Api ungu juga sudah terkenal lama sebagai api terpanas di semesta, akan tetapi semua orang tidak mengetahui tentang satu lagi api yang berada di tingkat puncak.


Dan wajar saja mereka semua dapat merasakan panasnya api ungu yang sangat menyiksa, karena formasi pelindung sebelumnya juga telah hancur akibat serangan yang dilancarkan oleh Xhin.


"Ap.. api Ungu!! Bagimana dia mencapai pemahaman puncak elemen, dan dua elemen sekaligus dan juga api ungu tidak bisa di miliki hanya dengan mencapai pemahaman puncak elemen api, bagimana dia bisa memilikinya" batin master Sakte dengan raut wajah tampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Xhin lalu menghilang kedua elemen tersebut, setelah itu dia meraih kerak baju Shan Dhi lalu mengangkatnya ke atas.


"Aku peringatkan sekali lagi kepadamu, jangan pernah mendekati atau sampai menyakiti istriku. bukan saja untuk dia tetapi kalian semua, Jika sampai aku mengetahuinya maka kalian akan menyesal untuk hidup dan kematian adalah hal terindah bagi kalian" ucap Xhin lalu membanting Shan Dhi dengan kerasa ke atas tanah.


Baamm!!!


Seketika kabut tebal tercipta setelah tubuh Shan Dhi membentur tanah dengan sangat keras, Xhin tidak ingin membunuhnya karena dia saat ini belum bisa berhadapan dengan Dewa Petir.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


^^^Bersambung... ;)^^^

__ADS_1


__ADS_2