Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Xhin dan Xiao Xhie


__ADS_3

"Aku yakin suatu hari nanti kamu akan membawa perubahan besar pada dunia kultivator" ucap master Sakte sambil berdiri di balkon lantai dua denga menatap kearah tengah Sakte.


****


"Xhie'er, kita akan kemana" ucap Xhin yang sedari tadi tangannya di tarik.


"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, aku yakin kamu akan senang" ucap Xiao Xhie.


"Terserah kamu saja" jawab Xhin berjalan dibelakang Xiao Xhie sambil tangannya di tarik, mereka berdua berjalan menuju hutan belakang Sakte.


"Ayo kita naik ke atas" ajak Xiao Xhie sambil menunjuk ke atas.


"Ayok" singkat Xhin.


Kini mereka berdua terbang naik kepuncak gunung, gunung tersebut sangat tinggi tetapi tidak setinggi gunung Naga, mungkin sepertiga dari ukuran Gunung Naga.


Mereka berdua menuju kepuncak gunung, karena sudah sore hari Xiao Xhie ingin mengajak Xhin melihat matahari terbenam.


Mereka berdua terbang menembus awan, setelah tiba di puncak gunung terlihat sebuah pemandangan yang sangat indah.


Pemandangan matahari terbenam dengan langit berwarna orange kemerahan, dan juga lautan awan yang menambah keindahan pemandangan saat itu.


"Jadi kamu mengajakku melihat sunset" ucap Xhin.


"Sunset itu apa?" Xiao Xhie bertanya.


"Sunset itu matahari terbenam, dan kamu itu sama dengan sunset" ucap Xhin.


"Sama apanya" sahut Xiao Xhie.


Xhin lalu memajukan wajahnya mendekat telinga Xiao Xhie "sama-sama cantik" ucap Xhin berbisik.


Mendengar bisikan Xhin, wajah Xiao Xhie memerah, dia telah mendapatkan pujian dari banyak pria yang menyukainya tetapi dia sama sekali tidak merasa senang.


Berbeda dengan Xhin yang hanya mengucapkan kata-kata buayanya dan berhasil membuat Xiao Xhie Baper.


Mereka berdua duduk menikmati pemandangan sunset dengan Xiao Xhie yang menyandarkan kepalanya di bahu Xhin.


"Jikalau saja Rin'er dan Lian'er mengetahui aku sedang berduaan dengan perempuan lain, mungkin mereka akan marah besar" batin Xhin.


Selama ini Xhin tidak menyadari marga Xiao, entah kenapa dia tidak menyadarinya, mungkin dia hanya memikirkan air suci.

__ADS_1


"Xhin aku sungguh mencintaimu dan aku harap kamu jangan pernah meninggalkanku" ucap Xiao Xhie dengan suara pelan tetapi dapat didengar dengan jelas oleh Xhin.


Xhin lalu mengusap kepala Xiao Xhie sambil tersenyum, dia tidak menyangka Xiao Xhie benar-benar mencintainya.


"Tidak... aku tidak akan meninggalkanmu tetapi kamu yang akan meninggalkanku setelah mengetahui sebuah rahasia kecilku" ucap Xhin.


"Apapun itu aku tidak peduli, karena aku ingin bersamamu dan hanya memilikimu seorang tanpa harus berbagi dengan yang lain, aku akan pastikan jikalau ada wanita yang menyukaimu selain aku, maka dia akan aku buat hingga tidak mampu menatapmu" ucap Xiao Xhie dengan suara lembut yang terdengar seperti seorang psikopat.


"kalau saja kamu mengetahui aku sudah menikah dan memiliki dua istri dan seorang anak, maka aku dalam masalah besar" batin Xhin.


Setelah matahari terbenam tanpa menyisakan cahayanya, kedua insan itu kini kembali terbang menuju pedang suci.


Mereka berdua langsung menuju ke kediaman Xiao Xhie, setelah tiba disana Xiao Xhie menarik tangan Xhin untuk masuk.


Xhin juga hanya mengikutinya dan tidak bisa berbuat apapun.


"Hehehe... akan sangat menarik jika seorang pria dewasa berduaan dengan seorang wanita cantik di malam hari dalam satu rumah yang sepi" batin Xhin sambil tersenyum lucknut.


"Apa yang kamu pikirkan, aku ingin memasak untuk makan malam, jadi kamu tunggu yaa.. jangan pergi!!" ucap Xiao Xhie dengan tatapan tajam.


Melihat tatapan mata Xiao Xhie, Xhin menjadi merinding, dia seperti melihat ada yang lebih buruk dari sebuah pembantaian.


"Hmm.. baiklah tapi kamu harus membantuku untuk membersihkannya" ucap Xiao Xhie yang terlihat sedang berpikir.


"Siap Ratuku, aku akan membantumu memasak sebelum kita berdua berolahraga" ucap Xhin.


"Berolahraga itu apa?" Xiao Xhie bertanya.


"eh.. itu adalah suatu hal yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan tubuh, dan juga itu sulit dijelaskan dengan kata-kata tetapi lebih gampang dijelaskan kalau kita mempraktekkannya nanti" ucap Xhin lalu tersenyum lebar


"benarkah!! aku ingin kamu mengajariku setelah ini" jawab Xiao Xhie.


"Tentu saja aku akan mengajarimu" ucap Xhin.


"Hehehe... satu lagi ikan yang terpancing" batin Xhin.


Setelah itu mereka berdua langsung memesak, Xhin juga tidak menyangka Xiao Xhie yang merupakan putri Raja tapi dia bisa memasak.


Xhin berpikir setiap Putri bangsawan pasti sangat manja dan tidak bisa bekerja, tapi tidak dengan Xiao Xhie.


Setelah selesai memasak, mereka berdua langsung makan.

__ADS_1


"Enak juga masakanmu" ucap Xhin dengan makanan memenuhi mulut.


Xiao Xhie sangat senang mendengar ucapan Xhin, entah kenapa dia merasa bahagia saat mendengar Xhin memujinya.


Setelah selesai makan keduanya duduk di tempat santai depan rumah sambil menikmati pemandangan malam.


Mata Xhin tidak lepas dari bibir Xiao Xhie ketika berbicara, Xhin sudah terbawa suasana dan ingin lansung menerkam bibir Xiao Xhie.


"Xhin, ayo ajari aku cara berolahraga" ucap Xiao Xhie yang tidak tahu apa itu olahraga yang ada dipikirkan Xhin.


"Baiklah, aku akan lansung mengajarimu" ucap Xhin.


Xhin kemudian memajukan wajahnya mendekat, setelah itu Xhin lalu mengecup bibir Xiao Xhie, Xiao Xhie juga terkejut saat Xhin yang menciumnya tiba-tiba.


"Kenapa anak ini semakin berani menciumku" batin Xiao Xhie yang sedang dicium.


"Ini adalah olahraga yang akan aku ajarkan jadi kamu santai saja" ucap Xhin lalu melanjutkan aksinya


Xhin terus menciumi bibir Xiao Xhie dan berusaha untuk memasukkan lidahnya, Xiao


Perlahan Xiao Xhie membalas ciuman Xhin, lidah mereka berdua saling menyapu, tangan Xhin juga mulai aktif di bagian tertentu.


Xhin lalu menjilati telinga Xiao Xhie yang membuat Xiao Xhie tiba-tiba mendesah, tubuh Xiao Xhie tiba-tiba merinding, seolah dia merasakan sensasi yang sangat nikmat.


kini Xhin sudah terbawa ***** dan tidak memperdulikan apapun, keduanya saling melakukan perlawanan, Xhin lansung menggendong Xiao Xhie kedalam kamar.


Karena tidak tahan lagi Xhin lansung menanggalkan pakaian Xiao Xhie, mereka berdua terus berciuman.


Xhin lansung membuka pakaiannya, saat bibir keduanya terlepas, Xhin melihat tubuh Xiao Xhie begitu gemetar, dia tahu bahwa Xiao Xhie belum siap untuk melakukannya.


"aku tidak boleh gegabah, aku sangat membutuhkan air suci untuk menempa tubuhku, jikalau ayahnya mengetahui hal ini bisa-bisa rencanaku akan gagal" batin Xhin.


"Kita hentikan saja" ucap Xhin lansung menghentikan kegiatannya lalu berbaring di samping Lou Rin.


"Aku tahu kamu belum siap, jadi aku tidak akan melakukannya" ucap Xhin yang ingin memakai pakaiannya.


"Maaf Xhin" singkatnya.


Xiao Xhie lalu memeluk tubuh Xhin yang tidak lagi dilapisi dengan baju tetapi masih mengenakan celana.


"Aku minta maaf Xhin, entah kenapa tadi perasaanku menjadi tidak enak" batin Xiao Xhie.

__ADS_1


__ADS_2