
Saat asik berjalan, tiba-tiba mereka dihadang oleh ratusan beast monster tikus merah yang sedang memakan daging seekor beast monster serigala, saking banyaknya sampai-sampai jelan yang akan dilewati Xhin dan Mao Le menjadi tertutup.
Caarrkkk!!!
Caarrkkk!!!
Caarrkkk!!
Tikus-tikus merah tersebut saling berebut daging beast monster serigala yang mereka makan, dalam sekejap hanya tersisa tulang-tulang beast monster serigala.
Karena sudah menyadari kehadiran Xhin dan Mao Le, kawanan beast monster tikus merah pun menyerang mereka.
Beast monster tikus merah menyerang Xhin dan Mao Le, beast monster tikus memiliki tinggi sekitar 47 cm, dengan memiliki tubuh yang sangat besar dengan kaki yang panjang, beast monster tikus merah berada di tingkat Holly Dao.
"Mao Le mundur, biar aku saja yang mengatasinya!!" teriak Xhin.
beast monster tikus merah bergerak sangat cepat, akan tetapi Mao Le sudah duluan melompat mundur jauh kebelakang.
"Hukum waktu"
Xhin melambatkan waktu menjadi 100x lebih lambat.
"Tebasan Ruang"
Dengan daun yang berada di tangan, Xhin melancarkan teknik tebasan ruang miliknya.
Slash!
Slash!
Slash!
Xhin menebas beberapa beast monster, karena terlalu banyak Xhin kemudian mengeluarkan pedang yang diberikan oleh Ratu Nuwa, pedang tersebut adalah sebuah Katana dengan sarung dan pegangan berwarna hitam.
"Tebasan ruang"
Slash!
Slash!
Slash!
Darah beast monster tikus merah seketika membanjiri jalan tersebut, tanpa rasa jijik Xhin mengambil semua inti Beast monster tikus merah yang berada di bagian tubuh yang telah terpotong, bagian tubuh beast monster tikus merah terendam di genangan darah.
Setelah selesai mengumpulkan inti beast monster, Xhin kemudian memberikan semuanya kepada Mao Le.
Karena tubuhnya penuh dengan darah, Xhin akhirnya berinisiatif untuk mencari air untuk membersihkan tubuhnya, Xhin menyebabkan kesadarannya Sejauh mungkin.
Kini dia telah menemukan genangan air yang berada tidak jauh dari mereka, genangan air itu juga merupakan salah satu jalur untuk pergi ke tempat tujuan mereka.
Mereka berdua langsung menuju ke barisan pepohonan untuk pergi ke genangan air tersebut.
__ADS_1
Mereka berdua langsung menuju ke barisan pepohonan untuk pergi ke genangan air tersebut.
Setelah Mereka berdua berjalan ke arah pepohonan, lama berjalan kini mereka sampai di genangan air.
"Xhin jalan ini sangat berbahaya, dulunya banyak sekali murid sakte yang mati di sini dan tidak ada yang mengetahui penyebab kematian mereka" ucap Mao Le.
"kita akan jalan memutar ketika aku selesai membersihkan tubuhku, tetapi jalan ini juga begitu dekat ke kuil itu dan ke tempat ini juga sudah sangat jauh, tidak mungkin kita akan kembali ke jalan tadi, lebih baik kita lewati saja jalan ini" ucap Xhin.
Ucap Xhin yang lansung membersihkan tubuhnya, saat darah telah dibersihkan dari tubuh Xhin.
Mereka berdua langsung berjalan masuk ke genangan air tersebut, genangan air tingginya sebatas dada mereka berdua, tetapi mereka tetap melanjutkan perjalanan karena mereka sudah memutuskan untuk menelusuri jalan tersebut.
Tanpa di sadari, sesosok makhluk yang sangat besar dengan memiliki bentuk seperti naga, akan tetapi makhluk tersebut memiliki lima kepala.
Makhluk tersebut adalah beast monster Hydra, karena sewaktu Xhin membersihkan darah beast monster tikus merah ditubuhnya, jadi beast monster Hydra keluar dari persembunyiannya akibat mencium bau darah.
GGGOOOAAARRR!!!!
Beast monster Hydra berteriak dengan sangat kencang, gelombang angin yang tercipta dari teriakan Hydra sangat kuat.
"Xhin, itu beast monster apaan? telingaku serasa mau pecah!!" teriak Mao Le sambil menutup telinganya.
SRUUBB!!!
Hydra menyerang mereka berdua dengan semburan racun "Bahaya.. Mao Le cepat keluar dari air, sini...!" Xhin memegang baju Mao Le kemudian melemparkannya menjauh dari tempat tersebut".
Setelah melemparkan Mao Le, Xhin mengeluarkan pedang yang dia ambil dari Pagoda Lotus.
Xhin kemudian menyerang salah satu kepala milik Hydra, akan tetapi Salah satu kepala Hydra yang lain menyerang menyerang Xhin yang ingin menebas salah satu kepala lainnya.
Blaarr!!!
Boomm!!
Xhin terhempas menabrak pohon yang berada di belakangnya hingga memuntahkan seteguk darah.
"Sial! Hydra itu memiliki terlalu banyak kepala, dengan tingkat Expert monster itu akan memakanku hidup-hidup" ucap Xhin sambil memegang dadanya yang terasa sakit akibat terkena serangan petir.
Xhin kemudian berdiri dan kembali menyerang Hydra, Xhin melesat dengan sangat cepat untuk mencoba menyerang salah satu kepalanya, akan tetapi salah satu kepala Hydra lainnya ingin menggigit Xhin.
Xhin telah menyadari serangan tersebut dan lansung berbelok di udara menggunakan pohon sebagai tolakan, Xhin kemudian melancarkan serangannya kearah kepala Hydra yang menyerangnya.
Slash!
"Satu jatuh kurang emp- pat"
Ucapan Xhin terhenti tiba-tiba setelah salah satu Kepala Hydra terjatuh, akan tetapi kepala yang telah terputus kini kembali bertumbuh dan tidak hanya satu melainkan dua kepala yang bertambah.
"Apa!!, kenapa kepalanya tumbuh kembali dan bukan hanya satu tetapi dua kepala sekaligus" ucap Xhin yang terkagetkkan dengan pemandangan menakutkan tersebut.
"Fhuu.. Melawan dewa iblis saja aku mampu, apalagi untuk berhadapan denganmu kadal besar" ucap Xhin
__ADS_1
Xhin kemudian mengumpulkan energi spiritual dalam jumlah besar di pedangnya, Xhin kemudian melesat kearah beast monster Hydra.
"Tebasan bayangan"
Xhin menebas dari jarak menengah, muncul delapan siluet bulan sabit mengarah ke arah Hydra.
Slash!
Slash!
Slash!
Empat kepala Hydra terpotong-potong, akan tetapi kepala hydra yang putus kembali tumbuh sebanyak delapan kepala jadi kini total kepalanya sudah menjadi sepuluh kepala.
Xhin terus-menerus memotong kepalanya akan tetapi kepala hydra semakin menjadi banyak.
"Sial... di balik keberuntunganku yang sangat bagus kenapa terdapat banyak halangan besar yang selalu menantiku, aku harap ini segera berakhir" ucap Xhin yang terlihat kesal.
"Hujan Pedang"
Muncul ribuan pedang besar di langit, kemudian menghujani Hydra.
Baamm!!
Baamm!!
Baamm!!
"Jurus ini memang ba- gus"
"Aku mungkin akan kembali mati" ucap Xhin karena dia melihat Hydra yang kembali beregenerasi dengan jumlah kepala yang sangat banyak.
GGOOAARR!!!
SRUUBB!!
Bang!!
Bang!!
Xhin begitu kewalahan menghindari puluhan kepala hydra yang menyerangnya secara bertubi-tubi.
"Energi spiritku terkuras sangat Banyak, tetapi mengapa kepalanya terus-menerus bertumbuh" batin Xhin
"Mao Le, menjauhlah sebisa mungkin" ucap Xhin di sela-sela pertarungan.
"Tapi kamu-"
"Aku tidak akan mati, tetapi kamu harus menjauh dari sini, atau jiwamu menjadi rusak bahkan hancur" ucap Xhin memotong
"Baiklah.. tapi kamu harus mengalahkannya, kalau tidak kamu harus bisa melarikan diri." ucap Mao Le melesat menjauh, setelah Mao Le pergi.
__ADS_1
Xhin lansung ingin mengeluarkan pedang Rebellion, alasannya karena tidak ingin aura kematian yang di keluarkan pedang Rebellion menghancurkan jiwa Mao Le.