Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Flashback


__ADS_3

"Ayo kita pergi" ucap Xhin.


Xhin menyelimuti tubuh Lou Fang dengan energi spiritnya lalu dia dan panther melesat pergi.


Kecepatan pergerakan mereka berdua sangat cepat, bahkan Lou Fang begitu terkagum-kagum dengan Xhin.


***


di sisi lain


"aku akan memberinya pelajaran setelah dia kembali, beraninya dia berbuat seperti itu" ucap Lou Rin setelah mendengar cerita dari Zhu Lian.


"aku juga awalnya ingin menghajarnya habis-habisan tapi itu sekarang tidak penting, yang sekarang aku sangat menghawatirkan Xhin" ucap Zhu Lian.


"adik Rin, apakah kamu tidak mengkhawatirkan Xhin yang sedang bertempur, aku takut Xhin aka-"


"tidak usah mengkhawatirkan suami kita, dia itu kuat, dan juga dia sudah sembuh, dengan tingkat pelatihan Extreme aku yakin dia akan baik-baik saja" ucap Lou Rin.


"Tetapi yang aku khawatirkan yaitu musuh-musuhnya, walaupun perbedaan tingkat pelatihan dua ranah di atas dia sekalipun tidak akan mampu mengalahkannya" lanjutnya.


"Iya sih, aku juga sudah melihatnya melawan Ras Elf Biru dan juga bagaimana caranya cara Xhin menyembuhkan Meridiannya yang terkunci" Zhu Lian bertanya.


Sebenarnya Zhu Lian sudah mengetahuinya dari Xhin, tetapi dia juga ingin mendengarkannya dari mulut Lou Rin.


"Itu.. sebenarnya Xhin saat itu kesakitan dan dia memerlukan seorang wanita yang memiliki tubuh Dua Galaxy untuk menyembuhkan dan kebetulan aku memiliki tipe tubuh Dua Galaxy dan aku lansung bersedia untuk menikah dengannya" jawab Lou Rin.


...Flashback...


Xhin dan Lou Rin kemudian di persiapkan untuk melangsungkan pernikahan, Xhin dengan setelan putih yang memiliki corak Phoenix berwarna Emas sedangkan Lou Rin menggunakan Gaun putih, mereka berdua terlihat sangat serasi.


Sore itu pernikahan mereka berdua berjalan dengan lancar, pernikahan mereka berdua cukup ramai dan hanya di hadiri oleh keluarga Lou, Jendral Ping Gai sebagai perwakilan dari kaisar Jing Dong, para pekerja di bisnis keluarga Lou, ada juga beberapa tetua sakte serigala malam dan tetua Liu Gao, Berbagai hadiah pernikahan mereka terima.


Jendral Ping Gai memberikan Xhin sebuah cincin penyimpanan yang penuh dengan batu energi murni, jumlah mencapai 1 juta dan satu lagi cincin penyimpanan yang berisi 100 butir Pill Liliang yang memiliki khasiat 20% dan juga tanaman spirit yang memiliki usia 100 tahun.


"Xhin, apa tujuanmu setelah sembuh" Liu Gao bertanya.

__ADS_1


"Aku ingin mencari air kolam suci untuk menempa tubuhku ke tingkat suci" ucap Xhin.


"Kalau begitu Ini hadiahku, dua Minggu lagi kita berangkat ke sakte pedang suci, di sana ada kolam suci yang kamu butuhkan, tetapi kamu harus menjadi Nomor satu dari sepuluh murid elite untuk bisa masuk ke dalam kolam suci, kolam suci terletak di dalam air terjun" ucap Liu Gao.


"Terima kasih tuan Gao, tapi apa kegunaan gulungan ini" ucap Xhin bertanya.


"Ini adalah undangan untuk mengikuti ujian seleksi untuk memasuki sakte pedang suci, karena kamu tidak mengikuti pertandingan ujian masuk sewaktu kamu sakit jadi kamu membutuhkannya" ucap Liu Gao.


"Sekali lagi terima kasih tuan Gao" Ucap Xhin.


Lou Fang kini datang memberikan hadiah pernikahan kepada anak dan menantunya.


"Xhin, selamat bergabung dengan keluargaku, sekarang kita adalah keluarga dan apapun kesulitanmu jangan kamu tanggung sendirian, kami akan selalu berbagi apapun baik suka maupun duka. Sekarang kamu telah menjadi suami Rin'er dan sekarang tugasku sebagai ayah yang menjaga Lou Rin telah berpindah tangan kepadamu, aku mohon jaga dan lindungi dia sepertiku melindunginya" ucap Lou Fang memberi pesan kepada Xhin.


Mendengar itu Lou Rin lansung memeluk ayahnya sambil menangis setelah mendengar perkataan Lou Fang.


"Ayah, aku akan selalu menyayangi ayah dan ibu sampai kapan pun" ucap Lou Rin.


"Terima kasih ayah mertua atas nasihatnya, tanpa ayah mertua bilang pun aku akan selalu menyayangi dan melindungi Rin'er" ucap Xhin


"Rin'er, sini ikut aku" ucap Xhin memanggil Lou Rin untuk meninggalkan pesta pernikahan.


"Xhin Gege Kita mau ke mana" ucap Lou Rin.


"Mandi, kita harus mandi" ucap Xhin bisik-bisik.


Wajah Lou Rin Seketika bersemu merah saat mendengar ucapan Xhin, Lou Rin tidak menyangka Xhin akan berkata seperti itu.


"Ta- tapi"


"Kita berdua itu sudah nikah, jadi tidak masalah kalau kita berdua mandi bersama" ucap Xhin menarik tangan Lou Rin menuju tempat pemandian.


Setelah selesai mandi, mereka berdua lansung keluar kembali mengikuti pesta pernikahan, mereka berdua duduk sambil menikmati arak.


"Xhin kamu kenapa, apakah kamu sakit?" Lou Rin bertanya karena dia melihat Xhin hanya duduk diam sambil memejamkan matanya .

__ADS_1


Sebenarnya Xhin masih memikirkan Fanny, dia tidak menyangka akan menikah lagi setelah bereinkarnasi.


Padahal tujuannya untuk membalas dendam kematian Fanny dan sekarang dia malah sedang bersama perempuan lain.


"Xhin.. Xhin... kamu kenapa Xhin" ucap Lou Rin menyadarkan Xhin yang sedang menutup matanya


"Ehh.. maaf Rin'er, aku tadi sedang masuk ke dunia jiwaku, jadi aku tidak mendengarkan kamu memanggilku" jawab Xhin.


Xhin melihat sekelilingnya, Xhin merasa tidak enak karena pandangan semua orang tertuju padanya.


"Ayo.. lanjutkan pestanya, maaf yaa" ucap Xhin kepada semua orang.


Xhin kemudian mengambil arak, Xhin Kemudian membentuk dua buah cangkir menggunakan elemen es.


Banyak orang yang melihatnya sangat terkejut, karena menurut cerita sewaktu Xhin membantai para prajurit di kerajaan Jingziao dia menggunakan pedang dan elemen api.


Tapi entah kenapa dia bisa menggunakan elemen ice dan itu yang membuat mereka semua terkejut.


karena mereka baru pernah melihat petarung atau kultivator memiliki dua elemen, jikalau mereka mengetahui bahwa Xhin juga memiliki elemen Petir maka entah apa reaksi mereka.


Xhin lalu memberikan cangkir yang satunya kepada Lou Rin, malam itu mereka berdua minum sangat banyak.


Pengelihatan Xhin sudah seperti mirror, tapi yang lebih parahnya yaitu Lou Rin


Sedangkan Mao Le dan yang lainnya entah kemana, mungkin mereka berada di lantai dua.


karena Xhin tidak ingin melihat Lou Rin minum lebih banyak lagi, Xhin lansung menggendong Lou Rin.


saat di gendong Xhin, Lou Rin merasa mata semua orang juga tertuju kepada mereka, mereka berdua terlihat begitu romantis malam itu.


Xhin lansung membawa Lou Rin menuju kamar pengantin, Lou Rin masih sadar dan tidak sepenuhnya mabuk.


Lou Rin hanya menatap wajah Xhin dari bawah, dia begitu mencintai pemuda itu.


Saat tiba di kamar, Xhin langsung mencium bibir Lou Rin, entah kapan Xhin telah menanggalkan semua pakaiannya.

__ADS_1


Akan tetapi, Xhin agak kesulitan saat memasukan pedangnya, karena Lou belum pernah melakukannya dengan siapapun dan itu adalah kali pertama baginya.


__ADS_2