Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Kesengsaraan Semesta


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa Xhin lansung mengembalikan sisa esensi semesta kedalam Tungku Dewa, setelah itu dia kembali ke tempat pedangnya di tempa, Tanpa menunggu lama Xhin langsung memegang gagang pedang Rebellion lalu berteleportasi menjauhi Goa Naga.


Xhin muncul tidak jauh dari tempatnya muncul saat pertama kali di datang ke dunia Naga, dia berada di tengah hamparan Padang rumput yang juga di tumbuhi oleh banyak sekali tanaman spiritual.


Kini Xhin merasakan pedang Rebellion seperti akan kembali mengeluarkan ledakan, saat sedang melihat perubahan energi yang terjadi, seketika tangan Xhin langsung merasakan panas dan di iringi oleh sebuah ledakan dahsyat.


BOOOMMMM!!!!


Xhin yang tidak kepikiran apapun lansung terkejut dengan ledakan besar yang terjadi secara tiba-tiba.


Pelindung ruang yang melapisi tubuhnya lansung pecah begitu saja, sedangkan tangan kanannya lansung hancur seketika, padahal Xhin memiliki ketahanan tubuh yang sangat gila tetapi tidak bisa dipungkiri kalau ledakan besar itu bisa membuat tangannya hancur.


Seketika tercipta sebuah kubah raksasa yang tidak lain itu adalah efek dari ledakan besar tersebut.


Xhin terpental sangat jauh, sedangkan pedang Rebellion kini mengambang dengan ketinggian dua meter di atas tanah.


"Sial!!! Kalau saja aku terlambat menyadari, mungkin Yu'er akan berada dalam bahaya" gumam Xhin yang sedang dihantam oleh ledakan besar.


Radius ledakan besar tersebut hampir mencapai 500 Mil, tanah yang tadinya sangat subur dan ditutupi oleh hamparan Padang rumput dan jutaan tanaman spiritual kini telah menjadi sebuah kawah besar.


ledakan besar tersebut menciptakan sebuah kawah raksasa yang sangat dalam.


Setelah ledakan Dahsyat tersebut terjadi, kini terlihat awan hitam yang tidak biasa telah muncul menutupi langit.


Duar!!


Duaaarrtt!!!


Terdengar suara gemuruh Petir Berwarna warni dari atas langit, tetapi petir warna-warni yang muncul kali ini memiliki intensitas yang sangat besar bahkan melebihi petir merah milik Xhin.


"Petir Enam Warna? Tapi kenapa aku merasa terintimidasi dengan kemunculan Petir Enam Warna" batin Xhin yang sedang memulihkan tubuhnya.


Terlihat tangannya telah kembali beregenerasi, bukan hanya tangannya tetapi tubuh bagian kanannya.


Kulit wajah Xhin yang tadinya hancur juga kini telah perlahan-lahan mulai pulih seperti sedia kala.


Pakaian Xhin telah hancur dan dia kini telanjang bulat.


"Tubuh Dewa Naga, aktif"


Seketika seluruh tubuh Xhin di tutupi sisik Naga, muncul dua tanduk dan Naga di kepalanya, muncul juga ekor Naga bokongnya dan juga di punggungnya terdapat sepasang sayap api Emas.


Bukan hanya sayap saja tetapi seluruh tubuhnya juga diselimuti oleh api Phoenix yang berwarna merah keemasan.


Kedua kaki Xhin lansung berubah menjadi kaki Naga yang memiliki cakar yang tajam, bukan hanya kakinya melainkan kedua tangannya juga.


"Tubuh bintang aktif"

__ADS_1


Xhin juga mengaktifkan tubuh bintang, akan tetapi dia tetap berada dalam perubahan tubuh Dewa Naga.


Alasan kenapa Xhin mengaktifkan tubuh bintang yaitu karena dia yakin tubuh bintang mampu menahan Petir apapun.


DUAAARRTT!!!


kyaaakk!!!


Terlihat Sambaran Petir Enam Warna yang pertama telah melesat turun dengan kecepatan tinggi, membentuk sebuah Naga Pelangi merah.


swoos!!!


Melihat Sambaran Petir Enam warna yang pertama telah terjadi, Xhin dengan sangat cepat berteleportasi ke pedang Rebellion.


Setelah muncul di dekat pedang Rebellion yang sedang mengambang dua meter di atas tanah, Xhin lansung memegang gagang pedang Rebellion.


Dengan gerakan memutar, Xhin lansung menebas udara kosong, akan tetapi muncul sebuah siluet bulan sabit berwarna hitam pekat melesat dengan sanga cepat dalam garis lurus.


DUAAARRTT!!!


DUAAARRTT!!!


Sebelum siluet bulan sabit dari serangan Xhin tadi belum mengenai Naga Petir pelangi, kini juga telah muncul sebuah siluet prajurit yang berpakaian zirah lengkap berwarna warni, dan Juga muncul Petir enam warna membentuk seekor burung elang pelangi yang sangat besar, melesat turun menyerang Pedang Rebellion.


Naga Petir pelangi yang pertama tadi Melesat turun dan langsung bertabrakan dengan siluet bulan sabit yang tidak lain adalah serangan yang dilancarkan oleh Xhin.


BOOOMMMM!!!


Tumbuhan apa saja menjadi hancur akibat ledakan gelombang angin tersebut.


Seketika dari kabut tebal yang tercipta akibat ledakan besar tersebut, kabut tebal itu seketika menjadi bocor membentuk sebuah terowongan yang tercipta dari kabut asap.


"Apa! Bagimana bisa Naga Petir merah tidak hancur, dan bahkan ada juga dua serangan susulan yang muncul" gumam Xhin.


DUAAARRTT!!!!


Pedang Rebellion lansung disambar oleh Naga Petir Enam Warna, akan tetapi pedang Rebellion lansung menyerap Kesengsaraan Petir Enam Warna.


Terlihat cahaya Petir enam warna menjalar di Bilah pedang, mirip dengan akar tumbuhan yang menjalar di Bilah pedang Rebellion, Pedang Rebellion terlihat seperti telah retak akan tetapi pedang itu tidak retak melainkan Petir Enam Warna hanya membentuk pola menjalar sedemikian rupa membentuk akar tumbuhan di bila pedang.


Dua detik berikutnya siluet prajurit Petir Enam Warna dan burung elang Petir Enam Warna Sudah sangat dekat dengan Xhin.


Karena pedang Rebellion masih menyerap kesengsaraan Petir pertama, Xhin dengan instingnya lansung menyalurkan energi spirit dalam jumlah yang sangat besar ke pedang Rebellion untuk memperkuat Pedang Rebellion.


Xhin meletakan pedang Rebellion di depan dadanya dengan Bilah pedang menghadap ke atas, kedua tangannya memegang gagang pedang dan kedua tangan dirapatkan di depan dada.


"Aku yakin ini tidak dapat dihindari, Semoga dengan energi spirit yang aku salurkan dapat menahan Kesengsaraan Petir Enam Warna ini" Batin Xhin.

__ADS_1


DUUAAARRT!!!


DUAAARRTT!!!


Deerrrrttt!!!


Deerrrrttt!!!


Siluet Prajurit Petir Enam Warna dan siluet burung elang Petir Enam Warna lansung menyambar pedang Rebellion yang berada di tangan Xhin secara bersamaan.


Terlihat Pedang Rebellion kini kembali menyala, Sedangkan Xhin entah kenapa dia tiba-tiba melepaskan tangannya dari gagang pedang Rebellion.


Xhin yang sedari tadi berada di perubahan tubuh Dewa Naga kini lansung kembali seperti semula dengan sendirinya, terlihat cahaya yang sangat terang keluar dari tubuhnya yang lebih tepat berada di rusuk kanannya.


Arrkkk!!!


Ahhrrkk!!!!


Tercipta Sebuah tulisan kuno yang berarti 'Semesta' di tubuh Xhin, sedangkan Xhin lansung terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.


Pedang Rebellion juga jatuh dan tertancap di atas tanah, perlahan langit kembali cerah.


Saat ini Xhin sedang pingsan dan tidak sadarkan diri, didalam mimpinya dia melihat beberapa iblis sedang menyerang sebuah dunia, Xhin merasa sangat tidak asing dengan dunia tersebut.


Xhin melihat ada lima orang iblis yang sedang membuat formasi Pentagram, formasi Pentagram itu menyerap setiap darah, Aura kematian dan roh setiap manusia yang dibunuh oleh para iblis.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^Bersambung... ;)^^^


__ADS_2