
"Bagimana mungkin dia tidak dapat terpengaruhi hukum waktu, apa pengaruh hukum waktu milikku semakin melemah?. apakah mungkin dia juga sama seperti Dante yang bisa menguasai hukum waktu?" Ucap Xhin yang sedang bingung.
[Tuan, hal ini bisa terjadi karena tingkat kultivasi tuan berada di bawah iblis itu, karena dia berada di tingkat lebih tinggi dari tuan maka dia bisa terbebas dari hukum waktu dengan cara melepaskan seluruh energi yang dia miliki]
"Baiklah kalau begitu" ucap Xhin yang mau melesat kearah iblis tersebut akan tetapi dia tiba-tiba terkejut, karena dalam sepersekian detik iblis tersebut telah muncul di depan Xhin lalu melancarkan serangannya.
"Tebasan Pemusnah"
Traangg!!!
Kraakkk!!!
Serangan sang iblis langsung menghantam pelindung ruang berlapis milik Xhin hingga hancur, akibat dari serangan tersebut membuat Xhin terpental jauh kebelakang.
Tidak menunggu lama iblis tersebut langsung melesat menyusul Xhin yang sedang terpental di udara.
Xhin kembali terkejut saat iblis tersebut muncul di atasnya.
"Dia sangat cepat" batin Xhin yang sedang terpental.
"Matilah" ucap iblis tersebut sambil menyeringai hebat.
Iblis tersebut langsung mengayunkan scythe miliknya dengan sangat cepat ke leher Xhin.
Traangg!!!
Xhin langsung menggunakan elemen ice melindungi tubuhnya, elemen ice yang dia buat membentuk sebuah perisai untuk menangkis serangan tersebut, mengakibatkan tubuhnya lansung melesat turun dengan sangat cepat.
"Hujan Tombak Ice"
siuu!!
siuu!!
siuu!!
Saat Xhin melesat turun, Xhin langsung mengayunkan tangannya ke depan memunculkan ribuan tombak Ice menghujani sang iblis.
Sang iblis melesat dengan sangat cepat menghindari hujan Ice yang dilancarkan oleh Xhin.
Baammm!!!
Tercipta sebuah lubang besar seperti sebuah sumur saat Xhin membentur tanah dengan sangat keras.
"Hahaha... Aku juga akan serius" ucap Xhin dengan seringai jahat.
"Perubahan Dewa Naga aktif"
"Perubahan Dewa aktif"
Xhin langsung memasuki dua perubahan sekaligus dan ini adalah pertama kali baginya.
Seketika rambut putih Xhin lansung tergerai seperti tertiup angin kencang, seluruh tubuhnya di penuhi dengan sisik naga berwarna Emas dan juga diselimuti oleh api Phoenix.
__ADS_1
Muncul sepasang sayap berwarna putih di punggungnya dan diselimuti oleh api Ungu, terlihat tubuh Xhin sangat berotot, Xhin seketika lansung naik ke Ranah Dewa Alam tahap delapan.
"Rebellion"
Xhin langsung mengeluarkan pedang Rebellion, seketika aura kematian yang dikeluarkan pedang Rebellion membuat pepohonan dan rumput di permukaan tanah dekatnya menjadi hitam, tidak hanya aura kematian tetapi energi yang dikeluarkan oleh pedang Rebellion juga sangat besar.
Braakkk!!!
Xhin langsung menggunakan kaki kanannya sebagai tolakan untuk terbang keluar dari dalam tanah, sehingga permukaan tanah menjadi retak seperti jaring laba-laba.
Saat Xhin keluar dari dalam tanah, sang iblis seketika menjadi terkejut saat melihat pedang Rebellion di tangan Xhin.
"Pedang itu... Pedang milik Tuan Dante, apakah dia dewa yang dimaksud oleh tuan Dante" ucap iblis tersebut dengan suara pelan.
"Aku akan mengambilnya kembali, dan tuan Dante mungkin akan sangat senang" iblis tersebut langsung menyeringai saat menatap Xhin.
"Aku akan menguji kekuatan pedang Rebellion padamu" ucap Xhin pelan.
Swuuss!!!
Xhin melesat dengan sangat cepat kearah iblis tersebut.
"Tebasan kegelapan"
Slash!!!
Iblis tersebut dengan sangat cepat menghindar dari tebasan Xhin dengan menundukkan kepalanya akan tetapi kedua tanduk iblis tersebut langsung terputus.
Melihat iblis tersebut menghindar dari serangannya itu, Xhin dengan cepat menendang wajah iblis tersebut.
Akan tetapi Xhin dapat berhenti di udara dengan bantuan kedua sayapnya.
"Pedang ini sangat menyeramkan, sekali saja tertebas maka akan berakibat fatal" ucap iblis tersebut dengan wajah yang dipenuhi dengan keringat dingin.
Keduanya kini kembali melesat dalam garis lurus dengan sangat cepat dan saling bertukar serangan demi serangan.
Mereka berdua dapat menghindar dan saling menyerang tanpa terluka sedikitpun.
Untuk kecepatan sang iblis sedikit lebih unggul dari Xhin, jadi iblis itu dapat menghindari setiap serangan cepat yang dilancarkan oleh Xhin. Kecepatan Xhin yang sedikit lambat dari iblis tersebut dipengaruhi oleh tingkat kultivasinya yang lebih rendah dari sang iblis, akan tetapi Xhin tetap berusaha untuk mengimbangi kesempatannya.
Keduanya melesat dengan kecepatan tinggi dan terlihat bagai dua cahaya yang saling mengejar.
"Aku terlalu menganggap remeh Dewa ini, lebih baik aku memanggil Hun Po datang membantuku" batin sang iblis yang mulai kewalahan untuk menghindar dari serangan Xhin.
"Hun Po, aku dalam masalah besar, saat ini aku sedang menghadapi seorang Ras Dewa, kamu cepat ke sini dan bantu aku melawan dia" Telepati sang iblis.
"Ras Dewa? Apakah kamu bercanda Lae So.. bagimana bisa Ras Dewa berada di dunia lemah seperti ini" Hun Po.
"Cepat kemari dan bantu aku" telepati Lae So atau sang iblis yang sedang dilawan oleh Xhin
"Baiklah, aku akan segera menyusul mu"balas telepati dari Hun Po.
"Tebasan Ruang"
__ADS_1
Slash!!!
Slash!!!
Slash!!!
"Bahaya!! aku harus keluar dari sini" batin sang iblis.
Seketika tercipta sebuah ruang transparan mengurung sang iblis, akan tetapi saat akan terjadi tebasan di dalam ruang transparan itu.
Sang iblis langsung melesat keluar dari ruang tebasan dengan sangat cepat menghindar dari tebasan ruang milik Xhin.
Ruang tebasan muncul dalam 0,5 sepersekian detik tetapi sang iblis keluar dari ruang tebasan
dalam 0,2 jadi hanya bedah dua sepersekian detik
"Tampaknya aku tidak bisa mengandalkan kemampuan berpedangku saja, iblis ini bertipe kecepatan dan dia hanya unggul 0,2 sepersekian detik dariku, jadi aku akan menjebaknya dengan ilmu formasi" batin Xhin.
Xhin lansung membentuk segel tangan dengan sangat cepat, dia menyebarkan Rune formasi ke seluruh area pertempuran menggunakan pikirannya.
Karena pergerakan iblis yang sangat cepat jadi Xhin tidak bisa menggunakan 100 lingkaran formasi menyerang, jadi dia membuat Rune peledak.
Sang Iblis atau Lae So tidak menyadari bahwa Xhin telah membuat banyak sekali Rune peledak, baik itu di udara maupun di atas tanah.
Xhin lansung memancingnya dengan sedikit melebarkan pertahanannya, saat Xhin melesat kearah Lae So, Xhin langsung melakukan tebasan memutar tetapi dia sedikit mengurangi kecepatannya.
Lae So yang melihat Xhin kembali melancarkan serangan kepadanya langsung menghindari tebasan Xhin tersebut dengan sangat mudah, akan tetapi Lae So melihat pergerakan Xhin mulai melambat.
Lae So berpikir mungkin Xhin telah kelelahan dan mengakibatkan pergerakannya mulai melambat.
Lae So lansung melesat dengan sangat cepat ke belakang Xhin, saat Lae So muncul di belakang Xhin dia lansung melancarkan tendangannya.
Braakk!!!
Xhin lansung berpura-pura menangkis tendangan Lae So dengan satu tangannya melindungi kepalanya.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG... :)^^^