
"Terima kasih Panther, kamu sudah menolongku" ucap Long Ju yang masih terbaring lemah.
"Adik Ju! Apakah kamu sudah mati! Eh.. maksudnya apakah kamu baik-baik saja" ucap Mao Le yang panik.
"Kepalaku sakit sekali, aku rasa tengkorak kepalaku retak" jawab Long Ju.
"Hahaha... Tenang saja, ini minum" ucap Mao Le yang membantu Long Ju minum eleksir penyembuhan.
Setelah menelan Eleksir penyembuhan, tubuh Long Ju lansung mengeluarkan cahaya hijau keemasan.
Seluruh luka-luka di tubuhnya telah pulih, kini pasukan kedua kerajaan telah mundur untuk memulihkan diri.
Mao Le dan Long Ju mengambil ribuan cincin penyimpanan dari mayat-mayat prajurit kedua kerajaan.
"Mao Le!!"
Setelah itu mereka berdua juga mundur, saat mereka berdua sedang beristirahat, tiba-tiba Mao Le mendengar ada suara yang memanggil dirinya.
"Siapa itu!" ucap Mao Le sambil menyebarkan pandangannya ke segala arah, dan menemukan seorang pria setengah baya sedang melesat ke arahnya.
"Jendral Ping Gai! kenapa jendral Ping Gai memanggilku" batin Mao Le
"Mao Le, kamu dan Long Ju juga ikut berperang, terus mana Xhin? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya" Jendral Ping Gai bertanya.
"Maaf Jendral, Xhin sekarang ini sudah pergi ke benua Hijau, Xhin pergi ke Sakte Pedang Suci untuk memperdalam ilmunya" jawab Mao Le.
"Gawat!! Kita akan bertarung habis-habisan pun kita tidak akan bisa menang, karena yang aku takutkan Kerajaan Fu dan Kerajaan Huna juga ikut campur, selama ini kedua kerajaan ini juga beralansi dengan kerajaan Yunxa" ucap Jendral Ping Gai.
"Tenang saja Jendral, Xhin juga mempunyai bawahan yang sangat kuat" ucap Mao Le yang menatap ke arah Panther.
"Apakah ini beast spirit milik Xhin, kuat sekali Aura yang dikeluarkannya, tetapi kenapa sebelumnya aku tidak bisa merasakan keberadaan Aura sekuat ini" ucap Jendral Ping Gai.
"Xhin mungkin menyuruhnya untuk menyembunyikan Aura dan tingkat kultivasinya" balas Mao Le.
"Aku akan meminta bantuan dari beast spirit miliknya Xhin, semoga saja dia bisa membantu kita" ucap Jendral.
__ADS_1
Akan tetapi sebelum Jendral melangkah, kini Panther yang sebelumnya tidur kini telah menghilang dari tempatnya.
"Kemana perginya Panther" ucap Mao Le yang juga melihat Panther tidak ada.
Setelah menyebarkan kesadarannya, Jendral Ping Gai juga tidak bisa menemukan Panther di manapun.
Panther menghilang karena dia harus melatih Xiao Zhu dan Mao Zhu di pagi hari.
Waktu berjalan dengan cepat, kini sudah dua bulan peperangan berlangsung, dari kedua pihak kerajaan telah kehilangan Ribuan pasukan mereka.
Saat ini tingkat pelatihan Mao Le telah naik ke tingkat Holly Tyran tahap Dua, sedangkan Long Ju masih tetap di tahap satu.
Di garis depan peperangan, Mao Le dan Long Ju terus menggila saat membantai prajurit kerajaan Yunxa.
Mao Le dengan pedang tingkat langitnya bertarung sengit melawan salah seorang prajurit kerajaan Yunxa yang memiliki tingkat pelatihan Extreme tahap lima.
Mao Le terus melancarkan tebasan badai, akan tetapi masih bisa di tahan dengan mudah oleh prajurit tersebut, perbedaan kekuatan antara mereka berdua sangatlah besar.
Mao Le bisa saja mati dari tadi, akan tetapi prajurit tersebut ingin bermain dengan Mao Le.
Prajurit itu melesat dengan cepat lalu menebas Mao Le yang telah kelelahan, dengan sekali ayunan pedangnya dia menargetkan kepala Mao Le.
Mao Le dengan refleks menangkis tebasan prajurit tersebut, Mao Le yang sedari tadi di pojokan kini telah panik.
Dengan sangat cepat prajurit itu kembali menarik pedangnya yang sedang beradu dengan Mao Le, dia memutarkan pedang di belakangnya lalu bertukar tangan dengan cepat.
Slash!!
Arhkk!!!
Seketika tangan kanan Mao Le terjatuh, Long Ju yang sedang bertarung dengan lawannya kini melompat mundur kebelakang lalu menyebarkan pandangannya untuk mencari Mao Le.
Dia kenal betul dengan suara Mao Le, jadi setelah mendengar jeritan Mao Le membuatnya yakin kalau Mao Le sedang dalam bahaya.
Panther yang sedari tadi terus membantai pasukan kerajaan Yunxa kini melesat pergi saat mendengar jeritan Mao Le.
__ADS_1
"Kamu tidak seperti yang di rumorkan, kamu bahkan sangat lemah dan tidak pantas untuk mendapatkan harga untuk kepalamu" ucap prajurit tersebut.
"Hahaha... Apakah kamu ingin melarikan diri, tidak aku sangka Mao Le si badai akan terlihat sangat menyedihkan" lanjutnya mengejek Mao Le.
Prajurit yang menebas tangan Mao Le terus tertawa mengejek Mao Le yang ingin melarikan diri.
"Kakak Le, tanganmu" ucap Long Ju yang muncul di belakang Mao Le, dia sangat terkejut saat melihat tangan kanan Mao Le yang sudah terputus.
"Ternyata si Penghianat Membara juga telah datang, apakah kamu datang untuk mengantarkan diri pada kematian?" ucap prajurit tersebut.
"Ck.. melawanku saja kamu begitu kesulitan, dan sekarang kamu ingin membantu temanmu" ucap lawan Long Ju yang sedari tadi bertarung dengannya.
"Kalian akan mati" ucap kedua orang tersebut secara bersamaan lalu melesat ke arah Mao Le dan Long Ju dari arah yang berlawanan.
Slash!!
Slash!!
Dalam sepersekian detik tubuh mereka berdua putus begitu saja, Mao Le dan Long Ju sangat terkejut melihat hal tersebut.
"Apakah kalian berdua baik-baik saja, maaf aku datang terlambat" ucap Panther yang muncul di depan Mao Le dan Long Ju.
"Terima kasih Panther, kamu sudah mau membantu kami berulang kali" ucap Mao Le.
"Itu sudah menjadi tugasku, karena aku sudah diperintahkan oleh tuan Xhin, jadi bagaimana pun keselamatan kalian berdua adalah prioritas utama" jawab Panther.
Mao Le lalu mengeluarkan sebotol Eleksir penyembuhan terakhir, Eleksir penyembuhan yang berada di dalam botol juga tinggal sedikit.
Setelah meneguk isi botol itu, perlahan luka-luka di tubuh Mao Le berangsur pulih, akan tetapi tangannya yang putus tidak bisa kembali beregenerasi.
"Sial.. aku sekarang menjadi orang cacat" gumam Mao Le yang terlihat pasrah.
Terlihat dengan jelas raut wajahnya yang sudah sangat putus asa, dia juga tidak menyangka akan kehilangan tangan kanannya.
"kakak Le, kamu jangan patah semangat, aku yakin di luar sana ada juga petarung yang kehilangan Sebelah tangannya, dan walaupun mereka kehilangan tangannya tapi mereka masih bisa menjadi orang yang sangat berpengaruh" ucap Long Ju menghibur.
__ADS_1
"Sudahlah, aku juga harus bisa menerima kenyataan, aku tidak akan parah semangat karena kehilangan tangan yang tidak beruntung itu" jawab Mao Le.
"aku juga harus membiasakan diri dengan menggunakan tangan kiri ku, mulai saat tidak akan ada kata menyerah selama Xhin masih berjalan di dunia kultivator, aku telah berjanji padanya untuk menjadi lebih kuat agar bisa menemaninya menaklukkan dunia" ucap Mao Le yang telah kembali bersemangat.