
Akan tetapi, Xhin agak kesulitan saat memasukan pedangnya, karena Lou belum pernah melakukannya dengan siapapun dan itu adalah kali pertama baginya.
"Xhin Gege ehh.. ohh.."
terdengar rintihan kesakitan saat Xhin menembusnya, dan secara perlahan rasa sakit tersebut berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa.
Hampir tiga jam mereka berdua melakukannya sampai masing-masing dari mereka mencapai puncak Piramida.
Saat mereka berdua mencapai puncak, energi milik Lou Rin yang berasal dari tubuh Dua Galaxy masuk ke dalam tubuh Xhin.
Energi tersebut membersihkan seluruh kotoran yang berada di dalam tubuh Xhin, perlahan-lahan aliran merdian Xhin mulai terbuka, tanpa sadar energi besar didalam Dantian Xhin kini bergejolak mengalir kedalam seluruh aliran merdian Xhin.
Energi besar tersebut adalah energi spirit yang selama ini Xhin serap dari Pill, inti beast monster, kristal energi murni dan juga air tiga dunia, tubuh Xhin seakan mau meledak.
Bang!
Terdengar suara ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin, tak lama berselang kini kembali terdengar suara ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin.
Bang!
"Rin'er, aku akan segera meningkatkan" ucap Xhin lalu melakukan meditasi.
Bang!
Kembali terdengar suara Ledakan terendam dari dalam tubuh Xhin, Xhin lansung melakukan meditasi untuk fokus pada peningkatan, dia menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang merugikan selama peningkatan.
jadi dia harus memfokuskan pikirannya, jikalau salah sedikit saja maka akan menimbulkan luka pada Dantian dan terparahnya yaitu kecacatan.
Suara Ledakan terus terdengar dan tidak terhitung jumlahnya selama satu jam saat Xhin bermeditasi, kini tinggal sedikit lagi Xhin akan menerobos tingkat Extreme.
Bangg!!
Kembali terdengar suara ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin, Xhin terus bermeditasi untuk menyempurnakan pondasi pelatihannya, beberapa saat kemudian Xhin lansung berbaring di samping Lou Rin.
"Fhuu.. terima kasih ya Rin'en kamu selalu membantu ku sampai sejauh ini, bahkan kamu rela menikah denganku yang hanya seorang pria biasa yang tidak memiliki latar belakang yang bagus" ucap Xhin sambil mengecup kening Lou Rin.
Flashback end
"hei.. adik Rin'er, kenapa kamu dari tadi hanya diam sambil tersenyum sendiri, apakah kamu memikirkan sesuatu" Zhu Lian bertanya.
Zhu Lian menjadi bingung karena Lou Rin terdiam setelah menjawab pertanyaannya.
"tidak-tidak, aku hanya memasuki dunia jiwaku" jawab Lou Rin berbohong.
****
__ADS_1
di sisi lain.
Xhin, Panther dan Lou Fang melesat kearah hutan belakang Sakte, hampir setengah jam mereka terbang melesat kini mereka telah tiba di sebuah mulut goa.
"Mereka berada di dalam tuan" ucap Panther.
"Kalian tunggu di sini" ucap Xhin lalu menghilang.
Xhin menyembunyikan Aura keberadaannya, Xhin sangat cepat dan bergerak senyap masuk kedalam Goa.
Xhin terbang perlahan-lahan, dia tidak ingin Jung lu mengetahui keberadaannya, sebenarnya Xhin bisa menghentikan waktu tetapi dia tidak memiliki energi spirit yang cukup jadi hanya dengan cara ini Xhin lakukan.
Terlihat Jung lu sedang duduk bersila, mungkin dia sedang meregenerasi energi spiritnya, sedangkan Lou Hua sedang terbaring di atas batu tidak sadarkan diri.
Xhin lalu mengangkat tubuh Lou Hua dengan energi spirit lalu melesat keluar goa.
"Ibu mertua baik-baik saja, di dalam terdapat Jung lu yang sedang bersemedi, apakah ayah-"
"Xhin, kamu jaga ibu mertuamu di sini biar aku yang masuk" ucap Lou Fang memotong ucapan Xhin.
Lou Fang lansung melesat masuk ke dalam goa.
Boom!!!
Bang!!!
Terdengar suara jeritan dari dalam goa, setelah beberapa saat Lou Fang keluar sambil menyeret tubuh Jung lu yang sudah tidak berdaya.
"Panther, aku mohon kamu menyiksa lebih kuat" ucap Lou Fang.
Tanpa menunggu lama panther lansung menggigit tubuh Jung lu yang masih dalam keadaan tidak berdaya.
Arrrhkkk!!
Xhin dan Lou Fang lansung pergi dengan Lou Fang menggendong Lou Hua, walaupun mereka sudah pergi cukup jauh tetapi teriakan Jung lu masih terdengar begitu kuat, Lou Fang jadi merinding mendengar Jung lu menjerit kesakitan.
Setelah kembali ke sakte, Lou Fang lansung membawa istrinya ke kediamannya untuk diobati.
Xhin melihat ratusan murid telah sadar, bahkan luka-luka yang mereka derita telah sembuh tetapi mereka masih butuh istirahat.
"Ayah!!"
Saat Xhin hendak menuju pagoda Lotus terdengar suara teriakan yang tidak asing di telinganya, Xhin kemudian menoleh ke arah suara tersebut.
"Zhu'er!! kenapa dia-"
__ADS_1
Perkataan Xhin terhenti saat melihat Lou Rin dan Zhu Lian muncul di belakang Xiao Zhu.
"Xhin!!" Teriak Lou Rin dengan ekspresi wajah kesal.
"Mati aku, sebelumnya aku juga belum jelasin kepada Rin'er tentang Lian'er dan zhu'er" batin Xhin.
Lou Rin dan Zhu Lian beserta Xiao Zhu datang menghampiri Xhin, setelah mereka berada di depan Xhin, terlihat keringat dingin membasahi wajahnya
"Ayo kita pulang, aku ingin membuat perhitungan denganmu" Lou Rin kemudian menarik tangan Xhin menuju rumah danau, begitu juga Zhu Lian dan Xiao Zhu.
"Panther!! Kamu kembali ke sakte serigala malam, aku minta kamu menjaga Sakte selama para murid memulihkan diri" Xhin Mentelepati panther.
"Baik tuan" balas panther.
Xhin kemudian meletakkan Xiao Zhu di pundaknya lalu menyelimuti energi spirit di tubuh Lou Rin dan Zhu Lian.
Mere berempat melesat sangat cepat dan tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah danau.
Setelah tiba, Xhin menurunkan Xiao Zhu sedangkan Lou Rin menarik tangan Xhin masuk kedalam rumah.
"Kakak Lian, aku ingin berbicara dengan si brengsek ini sebentar" ucap Lou Rin.
"Baiklah adik Rin" balas Zhu Lian sambil tersenyum kepada Xhin.
Mereka berdua langsung masuk kedalam rumah sedangkan Zhu Lian dan Xiao Zhu duduk di bawa pohon wisteria.
"Rin'er aku bisa jelasin tentang semua ini" ucap Xhin.
"Tidak usah kamu jelasin!! Aku sudah mendengar cerita dari kakak Lian tentang sifat burukmu, aku tidak menyangka Xhin kamu bisa melakukan hal seperti itu" bentak Lou Rin.
"Rin'er, aku tidak ingin menelantarkan mereka berdua, aku ingin tanggung jawab dan pertanyaanku apakah kamu bisa menyetujuinya" ucap Xhin sambil memeluk Lou Rin.
"Satu syarat, aku ingin satu syarat dari kamu"
"Apapun itu akan aku lakukan, asalkan kita berdua tidak berpisah" balas Xhin.
Platak!!
"Idih.. Rin'er kenapa kamu suka memukul kepalaku" ucap Xhin memegang kepalanya.
Walaupun Xhin berlagak kesakitan saat Lou Rin menjitak kepalanya, tetapi Xhin tidak merasakan sakit sama sekali, dia hanya berlagak kesakitan.
"Mengapa kamu bisa berpikiran aku akan berpisah denganmu, sampai kapanpun tidak akan dan syaratnya yaitu aku juga ingin memiliki anak" ucap Lou Rin dengan wajah bersemu merah.
"Kalau itu syaratnya sih.. gampang! Yang penting kamu harus selalu kuat saat kita bercinta" ucap Xhin bisik-bisik di telinga Lou Rin.
__ADS_1