Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Hujan Pedang


__ADS_3

Semua orang yang melihat hal itu lansung tercengang, mereka tidak menyangka Xhin bisa mengurung peserta lainnya dalam lapisan es tebal.


"Ini akan cepat" ucap Liu Gao yang sedang menonton.


"Tetua Liu, apakah tetua mengenal pemuda itu" ucap master Sakte Pedang Suci bertanya.


"Saya mengenalnya master Sakte, dia adalah orang yang aku bawa ke sini" jawab Liu Gao.


"Hujan Pedang"


Seketika Ribuan bilah pedang muncul menutupi langit.


"Api Nyala kehancuran"


Xhin menyelimuti seluruh bilah pedang dengan api Pink, seketika tempat tersebut menjadi sangat panas tetapi es yang Xhin buat tidak mencair.


"Kekuatan Mao Le begitu mengerikan, padahal dia masih berada di ranah Expert tahap tujuh" Gumam Xiao Xhie.


"Apakah senior mengenal pria itu" ucap Ming Mei yang mendengar Xiao Xhie bergumam.


"Tidak juga, aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu dan aku hanya mengetahui namanya dan apakah kamu mengenalnya" jawab Xiao Xhie.


"Ya aku mengenalnya namanya Xhin, dia adalah kakak seniorku di Sakte Serigala Malam" ucap Ming Mei yang sangat antusias.


"Xhin? Tapi sewaktu aku berkenalan dengannya, dia menyebut namanya Mao Le" ucap Xiao Xhie menatap bingung.


"Bukan, Mao Le itu adalah temannya dan dia bernama Xhin" ucap Ming Mei.


Mereka berdua terus membahas tentang Xhin selama pertandingan berlangsung.


"Karena kalian begitu meremehkanku maka aku akan membalasnya" ucap Xhin seiring dengan mengayunkan tangannya untuk menjatuhkan ribuan pedang yang sudah dilapisi dengan api Pink.


Booomm!!


Booomm!!


Booomm!!


Ribuan pedang meluluh lantakkan area tersebut, bahkan efek ledakan merembes ke arah penonton, api Pink sangat panas sehingga para penonton menjadi sangat tersiksa.


Dengan sigap beberapa tetua lansung membuat segel tangan dan tiba-tiba muncul Formasi pelindung berlapis.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian kini tidak ada lagi ledakan yang terdengar, tempat tersebut lansung dipenuhi dengan debu yang sangat tebal.


Dengan sekali kebasan tangan, semua debu-debu yang berterbangan lansung menghilang ditiup angin kencang.


Terlihat arena tersebut telah hancur dan mereka juga melihat seorang pemuda tampan yang sedang berada di udara, pria tersebut memiliki rambut berwarna putih yang sedang tergerai ditiup angin.


Tidak terlihat seorangpun peserta yang tersisa kecuali Xhin, bahkan potongan tubuh mereka juga tidak terlihat sedikitpun.


"Apakah kamu sudah mengetahui siapa pemenang pertandingan ini sebelumnya" ucap master Sakte.


"Benar master Sakte, aku telah menebaknya sejak awal karena aku melihatnya bertarung melawan ribuan petarung tingkat Extreme dan Expert, bahkan ada juga yang memiliki tingkat Supreme, tetapi dia bisa membantai mereka semua sendirian dan saat itu dia masih berada di tingkat Extreme" ucap Liu Gao.


"Apa! Bagiamana mungkin, apakah dia itu Monster" ucap master Sakte dengan tatapan tidak percaya.


"Bukan monster melainkan Dewa" batin Liu Gao.


"Kedua jurus tadi hanyalah sebagian kecil dari jurusnya dan dia juga merupakan master Alkemis tingkat 5" ucap Liu Gao menjelaskan.


"Apakah kamu yakin dengan perkataan mu itu, mana mungkin ada petarung muda sekuat dia dan juga bisa menguasai ilmu Alkimia sampai tingkat tinggi" ucap master Sakte yang semakin tidak percaya.


"Aku sangat yakin master Sakte" jawab Liu Gao.


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" ucap master Sakte lalu terbang melesat ke kediamannya.


"Terima kasih master" ucap Xhin memberi hormat.


Setelah itu semua orang bubar dan Xhin pergi menuju kediaman Master sakte.


Selama perjalanan begitu banyak wanita yang memanggilnya, bahkan ada yang menawarkan Xhin untuk bermalam di kamar mereka.


Akan tetapi Xhin terus berjalan dan tidak menghiraukan mereka, Xhin juga mendapat tatapan permusuhan dari ratusan laki-laki.


"Senior Xhin!"


Di tengah jalan tiba-tiba mendengar ada orang yang memanggilnya.


Xhin kemudian balik menatap kearah suara tersebut, dia merasa tidak asing dengan wajah perempuan yang memanggilnya, setelah di ingat-ingat akhirnya Xhin mulai mengenalinya.


"Ming Mei... Ming Mei! apakah kamu yang memenangkan pertandingan seleksi ujian masuk Sakte Pedang Suci" ucap Xhin bertanya.


"Benar senior Xhin, dan ini perkenalkan kakak seniorku Xiao Xhie" ucap Ming Mei memperkenalkan Xiao Xhie.

__ADS_1


"Ka- kamu, bukannya kamu pemilik Paviliun Merak" ucap Xhin yang merasa pernah melihat wajah perempuan tersebut.


"Ya.. itu aku, Paviliun merak adalah bisnis kerajaan Xiaoqing dan aku yang menjalankannya" ucap Xiao Xhie.


"Aku juga tidak menyangka kamu adalah seorang penipu" lanjutnya.


"Penipu?"


"Apakah kamu sudah lupa Mao Le" ucap Xiao Xhie sambil menatap Xhin.


"Eh.. maaf yaa, aku sebenarnya tidak memiliki waktu luang jadi aku berbohong kepadamu" jawab Xhin.


"Chi.. sudah menipuku Masi saja mengelak" ucap Xiao Xhie kesal.


"Maaf yaa aku pergi dulu, langit sudah mau hujan aku harus mengangkat jemuran pakaian!!" ucap Xhin lalu menghilang dari hadapan mereka berdua.


"Bagiamana mungkin dia bisa menghilang, apakah dia menggunakan teknik teleportasi" ucap Xiao Xhie.


"Kalau itu aku tidak mengetahuinya senior, senior Xhin menghilang selama delapan tahun dan aku hanya mendengar cerita tentangnya dan aku baru bertemu dengannya sebanyak dua kali" jawab Ming Mei.


***


Di sisi lain


Xhin telah telah sampai di kediaman Master sakte, Xhin lansung disambut oleh master Sakte.


"Xhin, perkenalkan aku adalah master Sakte Pedang Suci, kamu adalah murid jenius yang berpotensi besar bagi Sakte Pedang Suci dan kamu saya angkat lansung menjadi muridku" ucap master Sakte.


"Maaf master Sakte, aku sebelumnya terbiasa untuk berlatih sendiri tanpa bimbingan seorang guru dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena aku tidak bisa menerimanya" ucap Xhin menolak secara halus.


"Baiklah jikalau itu mau kamu, ini hadiah untukmu sebagai pemenang dan ini adalah token murid dalam" ucap master Sakte memberikan cincin penyimpanan dan token berwarna emas.


"Master Sakte, bagimana caranya agar aku bisa menjadi murid elite" ucap Xhin bertanya.


"Kamu hanya perlu menantang murid dalam yang memiliki peringkat untuk mendapatkan peringkat dan jikalau kamu bisa sampai ke peringkat pertama dan dalam lima bulan tidak ada yang menantangmu maka kamu bisa menantang murid elite dan Jikalau kamu menang maka kamu akan menggantikan posisinya menjadi murid elite" master Sakte menjelaskan.


"Terima kasih atas penjelasannya Master sakte, aku tidak akan mengecewakanmu" balas Xhin.


Setelah itu Xhin lansung menuju ke kedai untuk makan.


Setibanya di kedai Xhin lansung memesan makanan dan minuman terbaik.

__ADS_1


Xhin lalu duduk menyantap makanannya, saat Xhin menikmati makanannya begitu banyak orang yang menatapnya.


Mereka semua tidak berani duduk dengan Xhin, bahkan untuk menyapanya saja tidak.


__ADS_2