Dua Kali Reinkarnasi

Dua Kali Reinkarnasi
Alam Maut Level Kedua I


__ADS_3

"Xhin... aku tadi melihat pertempuranmu tadi, selama ini aku mengira bahwa aku lebih kuat darimu, tapi setelah melihat pertempuran mu tadi... aku kini telah sadar bahwa kekuatanmu jauh melampaui kami semua, bahkan jika kami semua bergabung melawanmu belum tentu kami yang menang, kamu memang hebat Xhin. Aku harap kamu bisa menunjukkan kekuatan Sakte Petir Langit yang sebenarnya kepada seluruh Sakte" ucap Shan Dro.


"Terima kasih teman, ini aku berhasil mendapatkan sebelah Inti Beast Monster tingkat Kaisar Dewa untuk melewati tahap ini, kalian masing-masing ambil satu" ucap Xhin lalu mengeluarkan Inti Beast Monster tingkat Kaisar Dewa yang tidak dibunuh menggunakan pedang Rebellion.


"Terima kasih Xhin, kami akan sangat kesulitan untuk mendapatkan inti beast monster tingkat Kaisar Dewa ini jika kamu tidak memberikannya" ucap Shan Dro.


"Tidak apa-apa, kita semua di sini berasal dari Sakte yang sama dan kita datang kesini juga dengan tujuan yang sama, jadi kita harus saling membantu" balas Xhin.


Karena pertarungan yang tadi Xhin lakukan, kini dia sangat kelelahan dan berniat untuk beristirahat.


"Kalian semua, aku ingin beristirahat sebentar, aku sangat kelelahan" ucap Xhin sambil melihat ke arah mereka semua.


"Hei... Jangan tidur dulu, lebih baik kita makan dulu setelah itu baru kita semua beristirahat dan melanjutkan perjalanan keesokan harinya" ucap Yeu Fan.


"Baiklah.. aku juga sudah lapar" jawab Xhin.


Tim Shan Dro yang baru datang langsung memanggang daging beast monster Elang raksasa yang dibunuh oleh Xhin tadi dan beberapa daging beast monster beruang, sedangkan Xhin telah membuat sebuah tembok benteng menggunakan elemen tanah dan dilapisi dengan array pelindung mengelilingi mereka, untuk mereka beristirahat.


"Xhin ayok sini... Daging panggang sudah jadi" ucap Yeu Fan memanggil Xhin.


Mendengar itu, Xhin langsung berjalan kearah mereka, Yeu Fan langsung memberikan Xhin kedua paha beast monster burung elang tingkat Heavenly Immortal untuk dimakannya.


"Tidak... Satu saja mungkin aku sudah kenyang, berikan yang satu ini kepada Shan Dro" ucap Xhin kepada Yeu Fan.


"Senior Dro, ini untukmu" ucap Yeu Fan sambil memberikan paha beast monster Elang.


"Untuk kamu saja, aku lebih menyukai bagian dada" ucap Shan Dro dengan senyuman lucknut.


Mendengar ucapan Shan Dro, wajah Yeu Fan lansung memerah.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengambil yang ini" ucap Yeu Fan sambil menatap ke arah mereka semua.


"Terserah kamu saja, calon masa depanku" jawab Chi Cheng.


Bukk!


Yeu Fan lansung memukul kepala Chi Cheng.


"Idih... Sakit sih, tapi aku sangat ketagihan dipukul olehmu Fan'er" ucap Chi Cheng.


Karena merasa kesal, Yeu Fan lansung duduk di samping Xhin sambil menikmati daging panggang, Yeu Fan sesekali melirik ke arah Xhin yang sedang makan.


"Xhin... Andaikan aku wanita beruntung yang bisa memilikimu" batin Yeu Fan sambil sesekali menggigit daging panggang miliknya.

__ADS_1


Setelah selesai menikmati daging panggang, mereka semua lansung mengistirahatkan tubuh mereka.


Sebenarnya mereka telah membagi waktu untuk berjaga, tetapi Xhin mengatakan bahwa array pelindung yang dia buat tidak bisa dihancurkan dengan sangat mudah, butuh kultivator tingkat Heavenly Immortal king untuk menghancurkannya.


Mendengar ucapan Xhin tersebut, mereka semua tidak meragukannya dan langsung tidur terlelap.


Saat mereka tertidur ada juga tim musuh yang mengintai mereka, akan tetapi mereka tidak bisa melakukan apa pun.


Keesokan harinya kini mereka semua terbangun dengan kondisi tubuh yang sangat segar, tidak menunggu lama mereka lansung melesat ke atas gunung tempat tujuan akhir dari perlombaan Alam Maut tahap pertama.


Setibanya di sana mereka melihat ada sebuah altar dan di belakang altar tersebut terdapat sebuah patung besar, ditangan patung besar tersebut terdapat sebuah cangkir emas berukuran besar.


Xhin lalu mengeluarkan Inti Beast Monster tingkat Kaisar miliknya, lalu di dimasukkan ke dalam cangkir tersebut.


Setelah meletakkan Inti Beast Monster, tubuh Xhin tiba-tiba di selimuti oleh cahaya berwarna putih keemasan, inti beast monster yang di letakan Xhin juga menghilang entah kemana.


Swuss!


Xhin seketika menghilang dari pandangan mereka semua. Melihat Xhin telah menghilang, satu persatu dari mereka lansung mengikuti cara Xhin, dengan memasukkan Inti Beast Monster milik mereka ke dalam cangkir tersebut.


Satu persatu dari mereka menghilang dan muncul di belakang Xhin yang terlebih dahulu pindah ke tahap kedua.


Terlihat daratan tersebut diselimuti oleh es tebal dan badai salju menutupi jarak pandang mereka semua.


Mereka semua menggunakan energi spirit untuk menghangatkan tubuh mereka, akan tetapi energi dingin di tempat sangatlah merengerikan.


Walau sudah dilapisi dengan energi spirit, tubuh mereka tetap merasa kedinginan seakan mau membeku.


Ada juga yang telah menggunakan elemen api seperti Du Fang, salah satu anggota tim Shan Dro.


Akan tetapi elemen api miliknya tidak mampu menghangatkan yang lainnya, hanya dirinya sendiri yang merasa hangat, walaupun mereka sudah merapat ke tubuhnya mereka masih saja kedinginan.


"Xhin, lebih baik kita beristirahat dulu sampai badai salju ini berhenti" ucap Shan Dro.


"Tidak, percayalah... Badai ini tidak akan berhenti, aku yakin badai ini juga termasuk dalam ujian bertahan hidup di tahap kedua ini. Tapi tidak masalah, aku akan menghangatkan tubuh kalian" ucap Xhin.


Sruubb!!


Melihat mereka semua kesulitan menghadapi kedinginan, Xhin langsung melapisi tubuhnya dengan api Pink, hingga dia terlihat bagaikan Dewa api.


Saat Xhin menyelimuti tubuhnya dengan api Pink, udara di sekitar kini menjadi lebih hangat, bahkan lapisan es di bawah kakinya juga ikut meleleh.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan, kalau kalian masih merasa kedinginan katakan kepadaku,maka aku akan meningkatkan intensitas api Pink" ucap Xhin sambil membalikan kepalanya ke samping kanan, melirik mereka di belakangnya.

__ADS_1


"Terima kasih Xhin, aku lebih hangat dari sebelumnya" ucap Hio Vio, yang tidak lain satu tim dengan Shan Dro.


"Baiklah" singkat Xhin lalu kembali berjalan di depan mereka.


"Penguasaan elemen api nya sudah sampai tahap mana, aku yang menguasai sampai tahap keempat saja masih tidak bisa menyelimuti tubuhku dengan elemen api dan juga tidak bisa menghangatkan mereka semua, tapi dia bisa menyelimuti seluruh tubuhnya dengan elemen api dengan sangat mudah, bahkan api miliknya lebih panas dari api milikku" batin Dhu Fang sambil terus berjalan.


Sepanjang perjalanan mereka menemukan satu persatu peserta lomba Alam Maut yang mati membeku, bahkan mereka juga menemukan satu tim penuh mati membeku di dekat perapian.


Mereka tidak tinggal diam, akan tetapi mereka mengambil harta yang dimiliki oleh setiap mayat yang mereka temukan, baik itu pedang dan juga pil kualitas tinggi.


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|


|

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG... :)^^^


__ADS_2