
Seluruh bayangan Damse telah kembali dan masuk kedalam tubuh Damse setelah memberikan cincin penyimpanan kepada Damse.
Setelah mereka keluar Damse mengambil poin kontribusi dari portal tersebut, jumlah poin kontribusi yaitu 50 Milyar poin yang mana bila ditukarkan dapat mencapai 100 milyar Ryo.
"Ayo kita pergi" Damse menyelimuti tubuh mereka berlima dengan aura spiritualnya dan melakukan teleportasi ke halaman rumahnya di gunung Gilima.
Swooss~~
"Di mana ini, tempat ini bagus sekali" ucap ibunya Fanny.
"Ibu tempat ini milik Damse, ayo masuk" ucap Fanny.
Setelah masuk kedalam rumah kedua orang tua Fanny begitu kagum dengan kemewahan rumah Damse.
"Fan antar ayah dan ibu mertua ke kamar mereka" Damse berbisik di telinga Fanny.
Hari itu Damse membeli makanan di shop sistem untuk merayakan kembalinya orang tua Fanny.
Sedangkan Jack, Damse menyuruhnya untuk pergi ke kediaman keluarga Cullet untuk mempersiapkan pernikahan Damse dan Fanny.
"Menantu sebelumnya aku akan memperkenalkan namaku"
"Tidak usah ayah mertua aku sudah mengetahui nama ayah dan ibu mertua, nama ayah mertua yaitu Xu Ling dan ibu mertua Xu chien kan" ucap Damse.
"Ohh jadi kamu sudah tahu namaku ya menantu" ucap ayah Fanny sambil mengelus jenggotnya.
"Fanny apakah kamu mengelola Fraksi singa api dengan baik" ayah Fanny bertanya.
"Maaf ayah Fraksi kita telah di hancurkan oleh Fraksi iblis api setahun yang lalu" ucap Fanny dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apaa!! Si Bangs*t Ling Rhou itu akan ku bunuh dia" ucap ayah Fanny sambil mengepalkan tangannya.
"Jikalau ayah mertua menginginkan Fraksi iblis api musnah maka malam ini juga aku akan memusnahkannya" ucap Damse
"Jangan dulu menantuku aku ingin pernikahan kalian selesai baru kita akan membalaskan kematian pengikut ku" ucap ayah Fanny.
"Kalau begitu ayah dan ibu mertua istirahat karena besok kita akan pergi ke kediaman keluarga Cullet" ucap Damse.
Malam itu mereka kembali ke kamar mereka masing-masing tetapi tidak dengan Damse yang ikut masuk ke kamar Fanny.
"Dam kenapa kamu ke sini, cepat kembali ke kamarmu disini ada ayah dan ibu"Fanny berbicara pelan, karena kaget dengan Damse yang mengikutinya.
"Tidak mau! Malam ini aku mau tidur memelukmu sampai pagi" ucap Damse.
"Tidak bisakah kamu tunggu sampai kita menikah" ucap Fanny
"Fan aku tidak bisa menunggu waktu selama itu" ucap Damse
"Apaa cuman dua hari kamu bilang lama!!" Ucap Fanny yang tampak mulai pasrah.
Damse hanya mengangguk menjawabnya perkataan Fanny
__ADS_1
"Baiklah kamu jangan sampai berisik ada ayah dan ibu kalau ketahuan kamu liat saja nanti" ancam Fanny
"Baiklah Ratuku" ucap Damse lalu masuk ke kamar Fanny.
Tanpa di sadari kedua orang tua Fanny telah mendengarkan perdebatan mereka berdua dari dalam kamar.
"Tampaknya aku akan segera mempunyai cucu Chien'er" ucap ayah Fanny kepada istrinya.
Setelah masuk ke kamar Damse lansung berbaring di tempat tidur sedangkan Fanny hanya mengikuti Damse.
"Dam ingat yaa!! tunggu kita nikah dulu baru kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau terhadap tubuhku sesuka hati dan juga ada ayah dan ibu jadi kamu jangan berisik dan lansung tidur" ucap Fanny lalu berbalik membelakangi Damse.
Jantung Fanny berdetak kencang setelah dipeluk Damse dari belakang.
"Fan sini balik" ucap Damse
Fanny hanya mengikuti permintaan Damse tersebut.
Perlahan Damse memasukan tangannya kedalam baju Fanny untuk bermain bukit indah.
"Dam aku kan sudah bilang ada ayah dan ibu" ucap Fanny bisik-bisik
Damse tidak menghiraukan perkataan Fanny tersebut dan terus memainkan tangannya.
"Sayang.. ini dong" ucap Damse memohon.
"Huh.. buka aja sendiri" ucap Fanny
Sraak!
"Dam kamu udah gila yaa! Main sobek saja, kalau kedengaran ayah dan ibu bagimana" ucap Fanny kesal
"Kelamaan sayang" ucap Damse sambil mendaratkan mulutnya di bukit indah.
"Ingat yaa cuman sebatas ini tidak boleh lebih" ucap Fanny sambil memejamkan matanya.
Ahrhhrk!
"Dam Jangan di gigit, sakit tahu" pekikan Fanny
"Heheh habisnya gemas kali" ucap Damse
"Dasar mesum!! ayo tidur aja ada ayah dan ibu, aku malu kalau kita ketahuan, nanti aku di ledekin ayah" ucap Fanny
Damse tidak menghiraukan ucapan tersebut dan melanjutkan aksinya, Damse memasukan tangannya ke bagian bawah dan memainkan jarinya di tempat yang di inginkan.
Ehm~~
Sesekali Fanny mendesah saat tangan Damse yang mulai nakal menggelitik miliknya.
Hampir satu jam Damse memuaskan diri dan tertidur.
__ADS_1
Pagi harinya Damse telah terbangun saat matahari telah terbit, sedangkan Fanny Masih tertidur dengan kepalanya di atas dada Damse.
"Fan.. bangun Fan sudah pagi"
Fanny membuka matanya dan melihat Damse sedang menatapnya dengan tatapan mesum.
"Dam masih pagi begini sudah menatapku dengan tatapan mesum, ayo tidur lagi aku ingin memelukmu sebentar" ucap Fanny sambil menarik Damse
"Dam sebelum kita menikah aku ingin bertanya yang terakhir kalinya, apakah kamu memiliki kekasih selain aku atau tidak"
"Tidak sayang.. hanya kamu yang ada di hatiku" ucap Damse sambil mengelus kepalanya Fanny.
"Baiklah aku percaya dan ingat jangan sampai aku ketahuan kamu menyembunyikan perempuan lain di belakangku, maka aku akan memukulmu habis-habisan, bahkan aku akan memotong kepala adikmu" Fanny mengancam.
"Baiklah kami bebas melakukan apapun kok" ucap Damse,
"Ayo kita sarapan kayaknya ayah dan ibu mertua sudah bangun" ucap Damse
"Kita mandi dulu baru turun kebawah" ucap Fanny.
Mereka berdua mandi bersama karena Fanny tidak lagi malu bertelanjang di depan Damse begitu juga sebaliknya.
Setelah selesai mandi mereka berdua keluar dari kamar tetapi di kagetkan dengan ayah dan ibu Fanny yang berada di depan pintu kamar Fanny.
"Ayok kita sarapan, ibumu sudah membuat sarapan sebelum kita berangkat" ucap ayah Fanny
Fanny dan Damse hanya terdiam saat melihat ayah dan ibu Fanny yang berada di depan pintu.
Mereka kemudian sarapan bersama.
Ehm!
Ayah Fanny berdehem mencairkan suasana yang sedari tadi hanya terdiam membisu.
"Istriku!! Anakku tampaknya kelelahan yaa setelah berpetualang semalam" ucap ayahnya Fanny.
Uhuk!! Uhuk!!
"Ayah apaan sih!! Apanya yang berpetualang kita itu cuman tidur bersama kok, tidak macam-macam iya kan Dam" ucap Fanny dengan wajah memerah sambil menginjak kaki Damse.
"Benar ayah mertua kita cuman berpetualang sebentar, tidak jauh kok" ucap Damse sambil melirik Fanny.
"Damse!! Kenapa sih kamu itu mulai ngeselin, kamu itu harunya membela aku sebagai calon istrimu" Fanny mencubit perut Damse
Hahah
"Rupanya putri kecilku sudah pintar berbohong" ucap ibunya Fanny yang ikutan meledek.
"Ibu!! Kenapa ikut-ikutan sih, kamu Damse awas aja mulai sekarang kamu tidur di luar" ucap Fanny
"Ibu mertua lihat kan, Fanny galak amat" ucap Damse.
__ADS_1