
Tidak menunggu lama Xhin lansung menghilang dari pandangan mereka semua, Xhin berteleportasi ke provinsi Shi, dia lansung ke pegunungan tempat gerbang dimensi yang telah diperbaikinya.
Setibanya di sana, Xhin lansung mengeluarkan 40 Batu Roh tingkat tinggi dari dalam cincin penyimpanan yang di berikan oleh Jiang Fuyang atau Kaisar Dewa pertama, setelah itu dia meletakkan 40 batu roh pada lingkaran kecil yang terdapat pada tepi luar Rune untuk mengaktifkan Gerbang dimensi tersebut.
Xhin lansung membentuk segel tangan dengan sangat cepat, seketika terlihat Rune yang terdapat pada kedua pilar dan juga lingkaran Rune lansung mengeluarkan cahaya.
"Terbuka!"
Cring!
Cringg!!
Cringgg!!!
Seketika pintu dimensi lansung terbuka, sama seperti pintu dimensi yang dibuat Xhin, hanya saja yang satu ini lebih besar dan membutuhkan batu roh untuk mengaktifkannya. tidak menunggu lama Xhin lalu melangkahkan kakinya memasuki portal dimensi tersebut.
Saat berada di depan pintu dimensi, Xhin tiba-tiba terhisap masuk ke lorong waktu, di lorong waktu Xhin hanya pasrah karena dia merasa tubuhnya seperti di tarik ke suatu tempat.
Dari kejauhan di dalam lorong ruang dan waktu, terlihat lingkaran cahaya yang sangat terang di depannya, perlahan-lahan cahaya tersebut semakin dekat dan tiba-tiba Xhin lansung terjatuh di Padang rumput dengan posisi tengkurap.
Xhin kemudian berdiri sambil menepuk-nepuk pakaiannya untuk memberikan kotoran yang menempel.
"Dari ketebalan energi yang terkandung, tidak salah lagi tempat ini pasti dunia dewa" ucap Xhin sambil melihat sekelilingnya.
Xhin lansung menyebarkan kesadarannya sejauh mungkin, akan tetapi dia tidak menemukan satupun manusia, yang dia temukan hanyalah Beast Monster tingkat dewa dan sebuah jalan yang tidak dia ketahui akan kemana jika melewati jalan tersebut.
Xhin langsung terbang menuju ke jalan tersebut, sesampainya di sana dia sedikit kebingungan.
Entah Xhin mau mengikuti jalur menuju arah yang mana, dia juga baru tiba dan tidak tahu tentang Dunia Dewa.
Xhin langsung memilih untuk mengikuti jalur menuju ke utara, Xhin melesat terbang dengan sangat cepat.
Xhin telah terbang di waktu yang cukup lama, akan tetapi dia belum menemukan manusia atau satu pun kota.
"Apakah jalan ini benar, tapi kenapa dari tadi aku tidak menemukan seorang pun, apa jangan-jangan ini bukan Dunia Dewa" ucap Xhin yang sudah berpikiran macam-macam.
Kini sudah 200 ribu kilometer terbang, dari kejauhan akhirnya Xhin melihat sebuah desa kecil berada di depannya, tidak menunggu lama Xhin lansung menambah kecepatan pergerakannya.
Sesampainya di desa kecil itu, Xhin melihat suasana desa yang tampak sangat sepi, bahkan dia tidak melihat seorang pun akan tetapi dia merasakan kehadiran mereka berada di dalam bangunan rumah dan bangunan lainnya, Xhin lansung masuk ke salah satu kedai untuk mencari informasi.
Saat memasuki kedai, semua tatapan mata tertuju ke padanya, mereka semua tahu kalau Xhin adalah seorang pengembara.
"Nyonya, tolong berikan aku daging panggang dan sebotol arak" ucap Xhin lalu duduk di salah satu meja kosong.
Tidak lama kemudian salah seorang datang menghampiri Xhin, terlihat dari cara berpakaian orang itu, Xhin bisa menebak kalau dirinya adalah orang yang miskin, akan tetapi tingkat kultivasinya berada di tingkat Immortal Emperor.
"Teman, apakah kamu butuh informasi, kalau kamu mau aku bisa memberinya yang penting Ok.." ucap orang tersebut sambil menggesek-gesekkan jempol jarinya dan jari telunjuk.
__ADS_1
"Apakah informasi dari kamu itu akurat, aku sering kali di tipu dan tersesat" ucap Xhin acuh.
"Tenang saja teman, aku tidak pernah berbohong, aku bisa menjaminnya dengan nyawaku" ucap orang tersebut.
"Baiklah, aku hanya ingin mengetahui di kerajaan atau kota mana aku berada sekarang" ucap Xhin.
"Kalau begitu kamu sudah menyetujuinya, Satu pertanyaan 1 batu roh kualitas rendah" ucap orang tersebut.
"Kamu sekarang berada di desa pinggiran kerajaan Shandian" Lanjutnya menjawab pertanyaan Xhin.
"Lanjutkan, aku ingin tahu siapa Raja di kerajaan ini dan juga Sakte terkuat di kerajaan ini"
"Raja kerajaan Shandian adalah Dewa Petir, dan Sakte terkuat di kerajaan Shandian yaitu Petir langit." ucap orang tersebut.
"Apakah itu saja, terus apakah para dewa itu tidak memiliki seorang pemimpin utama di dunia dewa" ucap Xhin bertanya.
"Tahta Kaisar Dewa sekarang sedang di duduki oleh Dewa cahaya Dwe Hi" jawab orang tersebut.
"Dewa cahaya Dwe Hi? Bukannya Dewa api atau dewa petir" ucap Xhin.
"Dewa cahaya adalah Dewa terkuat, kekuatannya saja berada di tingkat Heavenly Immortal Emperor dan menjadi yang terkuat di antara para dewa" ucap orang tersebut.
"Cepat bayar" lanjutnya sambil memajukan telapak tangan kanannya.
"Terima kasih atas informasinya" ucap Xhin lalu memberikan satu batu Roh kualitas tinggi.
"Ambil saja, lagi pula kamu itu tampaknya sedang kesulitan dan juga kemana arah menuju ke kota kerajaan" ucap Xhin.
"Terima kasih teman, kamu hanya perlu berjalan lurus mengikuti jalan ini" ucap orang tersebut.
"Apakah kamu mau bergabung denganku, biar aku yang traktir" ucap Xhin.
"Aku tidak pernah menolak pemberian orang, apalagi kalau itu adalah makanan" ucap orang itu lalu duduk di salah satu kursi semeja dengan Xhin.
"Silahkan pesan apapun biar aku yang bayar" ucap Xhin.
"Terima kasih teman, aku sangat berterima kasih kepadamu" balas orang tersebut.
"Pelayan, aku pesan panggang terbaik dan juga seguci arak Merah" ucap orang tersebut.
Beberapa saat kemudian dua orang pelayan membawakan pesanan Xhin dan orang tersebut.
"Selamat makan teman" ucap Xhin lalu menyantap makanannya.
"Namaku Rach Han, kamu bisa memanggilku Han saja temanku" ucap orang tersebut.
"Namaku Xhin, Xiao Xhin" ucap Xhin lalu kembali melanjutkan makannya.
__ADS_1
"Han, apakah kamu tahu kenapa Ras dewa tidak di katakan sebagai Seorang Dewa" ucap Xhin bertanya.
"Dewa hanyalah gelar bagi yang telah melewati batasan-batasan dalam berkultivasi, terutama mereka harus melewati tingkat kultivasi tahap lanjut dan melangkah ke Ranah Dewa Illahi" Jawab Rach Han.
"Oh.. jadi begitu" balas Xhin sambil meneguk arak.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu, bukankah hal itu sudah menjadi pengetahuan umum" ucap Rach Han.
"Aku Hilang ingatan akibat di serang oleh sekelompok bandit beberapa tahun yang lalu, dan aku di buang kedalam lembah yang sangat dalam, akan tetapi aku berhasil keluar dan melarikan diri, setelah melarikan diri dan bersembunyi selama beberapa bulan, aku ke hutan dan menemukan setumpuk harta di dalam goa, setelah itu aku terus berkelana hingga tibah di sini" ucap Xhin mengarang indah.
"Kamu sangat beruntung temanku, andaikan aku seberuntung itu" ucap Rach Han sambil mengunyah makanan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^Bersambung... :)^^^
__ADS_1